
Pagi ini Rissa bergegas ke apartemen Martin, dia sudah menyiapkan bahan makanan yang akan di jadikan sarapan untuk Martin, jam kerja nya di butik di mulai jam 9.30 pagi karena butik buka jam 10 pagi dan setengah jam sebelumnya semua sudah harus berkumpul.
Rissa masih beranggapan bahwa Martin adalah brondong nya nyonya Renata, jadi misi Rissa kali ini adalah membuat Martin ke jalan yang benar menurut Rissa, dengan menjadikan dia pacar tentu nya, begitulah pikir Rissa sambil cekikikan sendiri membayangkan dia berpacaran dengan Martin.
Rissa juga yakin bahwa Martin sebenarnya bule kere, karena semua fasilitas nya pasti dari nyonya Rena termasuk apartemen yang dia tempati sekarang. Rissa sudah bertekad akan melakukan apapun demi Martin agar kembali ke jalan yang benar.
ceklek..... Rissa masuk apartemen Martin yang memang dia tau kode nya.dia langsung menuju ke arah dapur dan membuat menu makanan di sana.
Setelah menyiapkan makanan di meja, Rissa bergegas menuju kamar si Martin.
"Babang pacar!! morning.....yuhuuuu...!" cara Rissa membangun kan Martin.
"Sayang...bangun!" ucap Rissa sengaja karena Martin tidak suka dengan panggilan sayang darinya.
"Sayaaaang!! morning" ucap Rissa tak henti-hentinya sambil membuka korden kamar tersebut.
"Berisik!!" saut Martin kemudian membungkus tubuhnya dengan selimutnya.
"Abang! bangun! emang kamu gak kuliah? ini udah jam 8 pagi!!"
Mendengar jam 8 pagi, sontak saja membuat Martin kaget, dia janji ke perusahaan sang papa jam 9 pagi. Martin membuka selimut dan...
"Nikmat mana yang kau dusta kan Rissa! kata temen Rissa gitu bang!"
ucap Rissa melihat pemandangan roti sobek milik Martin, seperti biasa Martin hanya tidur dengan boxer super mahalnya, harganya bahkan lebih mahal dengan sepeda motor yang pengen Rissa beli,jauh malah!.
"Tutup matamu Rissa!!" seperti biasa Martin akan menoyol kening Rissa yang sudah traveling kemana-mana karena melihat tubuhnya. Entah kenapa bila bersama Rissa, Martin tak merasa canggung atau pun risih dengan pakaian bangun tidurnya itu.
"Gimana mau di tutup matanya abang, kalo matanya udah otomatis terbuka melihat pemandangan yang mengoda seperti itu....!" ucap Rissa sambil menggerakkan tangannya seolah memegang perut sixpack milik Martin. dan Martin sudah berlalu ke kamar mandi.
Rissa menunggu Martin di meja makan, beberapa saat kemudian dia sudah berpakaian rapi dan menuju meja makannya, dia melihat menu masakan kampung yang di masak Rissa.
"Bang! jangan lagi berhubungan sama nyonya Rena!"
"kenapa? tanya Martin sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
"Aku tuh sangat menghormati nyonya Rena, gak nyangka aja kalo dia pelihara brondong kayak abang!! padahal kan suami dia macho abis bang! ganteng banget dia bang!! nyari istri muda gak ya dia? hi hi hi hi hi!" ucap Rissa sambil membayangkan wajah Marvel suaminya nyonya Rena pemilik butik dimana dia bekerja.
"Jangan mimpi kamu bisa jadi istri mudanya!! dia sangat mencintai istrinya!" ucap Martin kesal, ada yang lebih memuji saingannya yang tak lain adalah papanya sendiri.
"Tapi istrinya enggak tuh!! istrinya lebih suka pelihara brondong Kayak abang!!" ucap Rissa yang membuat Martin malah semakin terlihat kesal, karena wanita pertama dalam hidupnya itu di jelek-jelek kan dihadapannya, walaupun dia tau Rissa sedang salah paham!.
"Dia mama aku Rissa!!" sentak Martin karena tidak tahan dengan perkataan Rissa tentang mamanya.
"Hah??? apa??!" Rissa terbengong mendengar penuturan dari Martin.
"Jadi Abang anak pemilik butik tempat Rissa kerja?" tanya Rissa antusias.
"Jadi abang orang kaayaaaaaa banget!!" ucap Risss lagi.
"Berisik!!! udah aku berangkat dulu!"
"lhoo aku gimana bang! nebeng dong bang!"
"terserah!"
" bentaran bang!! Rissa mau nyuci piring dulu bentar!"
Drt....drt....drt....
Rissa binggung melihat siapa yang telpon karena nomor baru, akhirnya Rissa membiarkan saja panggilan telpon nya, dia duduk di depan butik mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Martin.
"Haiishhh jadi dia anak Bu Rena! pantesan aja mukanya mirip sama suami Bu Rena! tapi bukan salah aku kan?! bule emang wajahnya hampir sama semua!!" ucap Rissa
"Dasar bloon rissaaaaa!...." Rissa memukulkan kepalanya ke kaca butik yang belum terbuka itu.
Nyali Rissa seketika ciut saat mengingat kembali Martin adalah anak dari majikan tempat dia bekerja bahkan hanya sebagai karyawan biasa, dia memang terlihat genit dan agresif sama Martin, namun sebenarnya dalam hatinya dia tahu diri, wajahnya hanya tergolong manis jauh dari kata cantik sempurna, tubuhnya memang tinggi dan terlihat padat berisi di mana-mana, depan belakang lah pokoknya tapi sekali lagi itu tidak cukup dan Rissa cukup tau diri, dia hanya mengangumi Martin.
Cinta?? jauuh dari kata cinta! menurut Rissa, tapi Rissa tak pernah paham, bukan dia sang pemilik hati manusia, Tuhan lebih hebat dalam membolak-balik kan hati manusia.
"Ris! ngapain di sini?" tanya mbak Mala
__ADS_1
"Mbak Mala!!! tolong risaaaaa!!! Rissa galau!!" ucap Rissa
mbak Mala hanya geleng-geleng kepala melihat sikap absrud karyawan yang langsung berada di bawah naungan nya tersebut.
"Masuk yuk!...malah bengong!!" ucap Mala yang ternyata sudah membuka Butik
"Mbaaaakkk boleh tidak Rissa kerja pake topeng aja?" ucap Rissa.
"Pake sarung ninja aja!! biar kelihatan matanya doang!" saut Mala kesal, pagi-pagi Rissa sudah bersikap aneh.
"Mbak Mala! Rissa maluuu huwaaaaaaaaa!"
Rissa merasa malu jika nanti berhadapan dengan Bu Rena padahal bisa dipastikan Bu Rena tak pernah tau bahwa dia menuduh wanita itu memelihara brondong!.
"Oh Tuhan Rissa!!!!" Mala meninggalkan Rissa yang masih memukul-mukulkan kepalanya di kaca yang tak jauh darinya.
"Udah deh! bentar lagi gaun yang disana di ambil sama pemiliknya, harusnya di kirim tapi dia katanya mau beli baju yang lain jadi di ambil sekalian!"
"okey mbak Mala sayang!"
Dan benar saja beberapa saat kemudian, ada yang mengambil pakaian tersebut.
"Rissa?" ucapnya lirih
"Eh selamat datang!" sapa Rissa ramah pada semua pelanggan.
"Kami kerja disini Rissa?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Agnes dan Randy.
"Iya.... silahkan! ada yang bisa saya bantu mbak?"
"Biasa saja ris, gak usah terlalu formal!" kata Agnes
"Maaf pelanggan bagi kami adalah raja, sudah seharusnya kami sopan pada setiap pelanggan!".
"Baiklah!"
__ADS_1
Randy hanya diam melihat interaksi di antara mereka, Rissa nampak masih sama menurut Randy di mata dia, tidak dapat di pungkiri bahwa dia masih sangat mencintai Rissa, namun demi kedua orangtuanya dan kakeknya yang sekarang di boyong ke kota karena sakit dia harus mau bertunangan dan menikahi Agnes, wanita yang sangat mencintai nya.
bersambung...