Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
025


__ADS_3

"okey kita jalan....."seru Hendra sambil melihat jam tangannya yang mulai bergerak ke arah jam 4 sore, mereka sampai jam 3 ditempat ini dan melakukan banyak persiapan untuk berjalan menuju perkampungan yang di perkirakan ada Rena disana.


'aku harap keberuntungan berpihak padaku' batin Marvel sebelum melangkah mengikuti arah Hendra berjalan.


Mereka mulai berjalan di setapak jalan di dalam hutan yang di campur persawahan tersebut.melihat ada sawah di sana sudah bisa dipastikan kalo hutan ini bukanlah Hutan liar.


semua berjaga sambil berjalan menyusuri jalan tersebut,walau bagaimanapun mereka takut jika bener-bener ada binatang buas yang masih berkeliaran di hutan tersebut.


Davin dengan siaga memegang senapan miliknya.


sudah hampir 2 jam mereka menelusuri jalanan tersebut,dan suasana hutan yang rimbun membuat suasana terlihat lebih gelap padahal jam ditangan hendra masih menunjukkan pukul 6 sore.


"Gila!! apa desa itu bener-bener terisolasi?" tanya Davin yang sudah mulai capek.


"Tidak tuan,ada jembatan yang menghubungkan desa itu dengan desa yang lain,tapi karena terjangan banjir bandang 2 Minggu yang lalu maka jembatan rubuh setengah nya." jawab salah satu anak buah Hendra.


"dan ini jalan satu-satunya yang terdekat dengan desa itu" lanjutnya.


"Kita harus camping di sini tuan"


"tidak!!! kita jalan terus!!" kali ini Marvel yang berbicara.


"ada apa? kenapa kita harus camping?" tanya Hendra


"jalan setelah ini ada jalan yang menurun tuan,kita harus menyebrang i sungai untuk sampai ke desa itu.dengan keadaan gelap rasanya kita akan sedikit kesulitan" terang salah satu anak buahnya karena sudah pernah mencoba berjalan ke desa yang akan dituju beberapa hari yang lalu.


dia saja yang dulunya seorang mapala masih harus berpikir untuk berjalan ke sana di malam hari, apalagi bos-bosnya yang bisa dipastikan sudah lama tak bersentuhan dengan kegiatan alam liar,beda dengan pendaki gunung yang masih bisa berjalan di malam hari,


kali ini jalan yang di lewati sedikit agak rumit,jalanan menurun yang banyak bebatuan belum lagi ular di malam hari bisa saja lebih agresif.


"baiklah kita camping saja!"

__ADS_1


" dra!!!" bentak Marvel.


"aku tau tuan,anda ingin segera sampai sana tapi keselamatan kita lebih utama!"


"haissshh..... sudahlah!!"


Pada akhirnya Marvel mengalah,dan mereka mendirikan tenda disana,kecuali tuan mudanya tentu,dia hanya berdiri melihat apa yang mereka lakukan.mereka hanya mendirikan 4 tenda dengan ukuran 2 orang saja setiap tenda,sedangkan jumlah mereka 9 orang yang diantaranya 1 orang perempuan.


"Tuan silahkan....kita akan makan malam dulu" Hendra menggelar alas untuk duduk mereka diatas rerumputan.


malam semakin larut,sebagian anak buahnya membuat api unggun untuk menghangatkan badan juga sebagai penerangan.


"Apa menurutmu itu bener-bener Rena,hen?"


Marvel bertanya pada Hendra untuk memecahkan keheningan malam.


Davin sudah tertidur di dalam tendanya,yang nanti nya dia akan setenda dengan Marvel.


"aku harap seperti iti tuan,aku sangat berharap"


Marvel pada akhirnya masuk ke tenda dimana Davin sudah melayangkan dengan mimpinya.


3 tenda lagi dihuni oleh anak buah hendra yang sudah kelelahan karena beberapa hari sudah memantau tempat itu,2 diantara mereka bertugas menjaga berganti an.


dan yang satu di huni oleh wakil Ceo dan sekertaris nya dengan diawali perdebatan terlebih dahulu.


beberapa saat yang lalu...


"Tuan itu tenda anda...anda akan tidur dengan taun Davin"


"hemmm" jawab Marvel

__ADS_1


"dan 2 tenda akan kami gunakan ber 5,dan tuan Marcel karena anda yang membawa nara,jadi anda 1 tenda dengan Nara"


"Apa??? nggak!!! aku mau tidur sendiri,aku gak mau sama dia" sentak Nara pada Hendra yang notabenenya masih atasannya.


Hendra yang kesal karena sentakan dari Nara mulai bermuka merah karena marah, Nara yang melihat itu mulai di selimuti rasa


takut.


"Baiklah Nara!kamu mau tidur sendiri?"


"Ya...aku gak mungkin satu tenda dengan bule gesrek itu" ucap Nara lirih


Hendra melempar sebuah matras kecil ke arah Nara, dengan sigap Nara menangkapnya.


"Tidur lah diluar!.. selamat tuan Marcel malam ini anda akan tidur sendiri dengan nyenyak"


"terimakasih hendra..." ucap Marcel tersenyum manis sambil melirik ke arah Nara yang sudah sangat kesal.


"benar kata tuan Marvel,kalo membawa wanita sungguh menyusahkan!!" ucap Hendra sambil berlalu ke tendanya, diikuti oleh Marcel ke tendanya sendiri dan tentunya masih didengar jelas oleh Nara.


"kenapa??" tanya Marcel yang sedang tidur didalam tenda.


"mau tidur disini" jawab Nara dengan datar namun terlihat sedikit malu.


"Masuklah...." senyum seringai keluar dari mulut Marcel.


Dengan terpaksa dia berbaring di samping Marcel,gak papa demi kamu re...ucap Nara dalam hati,dia sangat risih sebenarnya disamping pria bule itu, maklum dia tak pernah sedekat ini dengan seorang lelaki sebelumnya bahkan dengan kakak atau ayahnya,karena Nara hanya hidup seorang diri sejak 15 tahun setelah kejadian naas yang dialaminya.


Nara terbaring membelakangi Marcel daritadi dia sibuk menata detak jantungnya,rasa tak nyaman jelas terpampang dari gerakan tubuhnya, keusilan Marcel selalu muncul saat bersama dengan Nara.


"Pak!!! apa yang kau lakukan??!" bentak Nara lirih karena tak mau suaranya terdengar ke luar tenda,dia tak mau membuat kehebohan.

__ADS_1


"Membuatmu belajar jadi istri ku" ucap Marcel yang saat ini tengah memeluk Nara bagai guling.


bersambung...


__ADS_2