Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Setelah acara mandi Rissa, ternyata di kamarnya Martin tidak ada baju, Rissa lupa bahwa hari ini adalah hari pertama dia berada di rumah sang mertua. Rissa berjalan menuju sebuah pintu,dia begitu kagum dengan isi kamar tersebut yang ternyata adalah tempat baju-baju Martin.


Rissa memilih satu kaos lengan panjang yang panjang baju sampai ke lututnya bila dia pakai.


Dengan santai dia duduk di sofa dan melihat acara tv, hari menjelang malam tapi Martin tak kunjung masuk ke kamar.


"Dasar babang bule!! kemana sih?? duuuhhh aku laper!!" ucap Rissa sambil menjedotkan dahinya ke dinding pelan.


Lalu dia menelpon Naura,tapi sayang orang yang di telpon tak kunjung mengangkat panggilan dari dirinya.


"Laper......laperr..laperrr!" ucap Rissa berguling-guling di atas ranjangnya hingga dia tak menyadari keberadaan Martin yang sudah berdiri di sisi ranjangnya.


"Ngapain kamu pake baju aku?" tanya Martin sedikit ketus


"Abaang....lapeeerr!" rengek manja Rissa,seakan mengacuhkan perkataan ketus Martin.


"Ohh astaga aku bisa gila!!" ucap Martin sambil pemijat pangkal hidungnya, kemudian dia melempar paperbag yang dia bawa.


"Itu baju dari mommy! cepat pakai kita turun makan!" ucap Martin sambil mendudukkan dirinya di sofa dan memainkan ponselnya. Rissa segera berlari ke kamar mandi dan ganti baju di sana, dress yang dia pakai sangat cantik, Rissa yang tak pernah tersentuh dengan barang mahal merasa nyaman dengan baju yang dia pakai.


ceklek......


"Abang! cantik gak?" tanya Rissa yang hanya di lirik sekilas oleh Martin.


"Hemmm!" jawabnya


"Ayo bang! Rissa laper!!" kata Rissa menarik tangan Martin yang tak kunjung berdiri.


"Tunggu bang! ada Daddy bule gak nanti?" tanya Rissa


"Maksud kamu?" tanya Martin binggung


"Ya ada Daddy kamu gak pas kita makan malam? waahhh kayaknya aku nge fans banget sama Daddy bule!!" ucap Rissa berbinar

__ADS_1


pleeetakk!!


"Jangan ganjen!!! dia mertua kamu!!" ucap Martin dengan nada tinggi gak suka.


"Ciee....cie....yang udah ngaku-ngaku jadi suami aku! gemeeeess dehh!'" kata Rissa sambil mencubit kedua pipi Martin, dan sekali lagi Martin di buat pusing dengan tingkah istri barunya itu.


"Ooh Tuhan! ayo keluar! bisa gila lama-lama aku disini!!" ucap Martin sambil berlalu keluar dari kamarnya.


"Abang! tunggu Rissa!"


*********


"Selamat datang... selamat berbelanja!" ucap Agnes ketika mendengar pintu mini market di buka, namun dia sibuk dengan barang-barang yang dia tata di depan meja kasir.


Dan ternyata orang tersebut adalah Randy, betapa kagetnya Randy melihat Agnes dengan seragam kasir yang di pakainya, dia terlihat serius menata setiap barang yang ada disana. Randy yang tadinya ingin membeli air mineral hanya diam terpaku disana! Menyadari bahwa orang tersebut memperlihatkan nya Agnes berkata lagi tanpa melihat ke arah orang tersebut.


"Kami segera tutup tuan! jadi silahkan berbelanja!"


"lhooo kok pergi? ya udah aku tutup aja deh!" akhirnya karena lelah sejak pagi menggantikan Rissa, Agnes akhirnya menutup mini market tersebut.Seperti malam-malam sebelumnya dia akan berjalan kaki menuju apartemen milik Randy,lusa adalah hari gajiannya, sepertinya hari ini dia harus makan mie instan lagi, apalagi perkiraan uangnya tinggal 50 ribu saja, cukup untuk dia hidup sehari lagi sebelum gajian pikir Agnes, Agnes menelusuri jalanan menuju apartemen nya yang memang masih rame di jam segitu, dia berhenti di dekat sebuah tenda biru dimana disana terlihat menjual nasi sambal, Agnes ingin makan nasi malam ini, kemudian dia melihat dompetnya, benar saja perkiraan nya uangnya tinggal 50ribu.


"Lusa aja makan di sini!" ucap Agnes sambil memegang perutnya.


Ternyata semuanya tak lepas dari pengawasan Randy yang berada di dalam mobilnya, Randy memakai mobil barunya sehingga Agnes tak mengenali bahwa yang berada di belakangnya adalah Randy. Entah mengapa dia penasaran melihat Agnes bekerja di mini market tersebut.hingg membuat Randy ingin mengikuti Agnes.


Sesampainya di apartemen, Agnes terlebih dahulu sampai dan disusul Randy di belakangnya, namun Agnes yang telah masuk kamar terlebih dahulu tak menyadari keberadaan Randy di apartemen.setelah mandi, Agnes yang kelaparan menuju dapur dan membuat mie instan.


"Iya Lia....aku sudah makan ini?" Agnes merasa senang ada yang memperhatikan nya.Dia sedang menelepon Lia sambil menikmati mie nya dan ber video call an.


"Kamu makan mie lagi?" tanya Lia.


"Hemmm...!" Agnes manggut-manggut sambil mengunyah mie nya


"Nanti perut kamu sakit nes!"

__ADS_1


"Lusa aku akan makan nasi! uangku gak cukup Lia buat beli nasi!" ucap Agnes sambil tersenyum, sungguh Lia ingin menangis melihat gadis cantik di depannya itu.


"Besok siang aku masakin semur Kentang kesukaan kamu ya?" kata Lia.


"Gak usah Lia, aku gak papa...aku mohon Jangan mengasihani aku!" ucap Agnes yang terdengar pilu di telinga Lia.


"Siapa yang kasihan!! pede amat!!"


"hehehehe, makasih Lia tapi gak usah di masakin! okey!"


Akhirnya percakapan mereka di akhir i, sekali lagi Agnes tidak sadar kalo ada Randy yang mendengar percakapan nya.Selesai makan Agnes mengambil botol obat dari saku piyamanya namun naas dia terbentur ujung meja hingga obat tersebut jatuh dan mengelinding ke arah kaki Randy yang berdiri tak jauh dari sana. Agnes kaget bukan kepalang, apalagi Randy sudah mengambil botol obatnya, tangan Agnes gemetar takut Randy tau obat apa yang dia minum, secara Randy adalah seorang dokter.


Dan benar saja, Randy membaca tulisan dalam botol obat tersebut dan begitu kaget mendapati fakta yang dia tau.


"Obat siapa ini?" tanya Randy datar.


"Bu- bukan obat siapa-siapa Ran! itu obat temanku..ya itu obat Lia temannku!!" ucap Agnes sedikit gugup.


"Katakan yang sebenarnya Agnes! ini obat siapa?'" kata Randy lagi maju menuju ke arah Agnes yang ada di dekat meja makan, Randy penasaran kenapa Agnes mempunyai obat yang di ketahui nya adalah obat anti depresi.


"O-obat Lia...di-dia tadi nitip ke a-aku!" jawab Agnes semakin ketakutan.


braaakk....suara kursi di tendang Randy karena merasa marah dengan kebohongan yang jelas terlihat di wajah Agnes.


"Jangan bohong!!!" bentak Randy


"Jangan pukul!... jangan pukul...ampun....ampun ma..... Agnes gak bohong!!....ampun ma....jangan pukul Agnes lagi!! jangan...jangan...ampunnn ma...!!!" tiba-tiba saja Agnes menyatukan kedua telapak tangannya dan berlutut di depan Randy sambil berkata-kata dan meminta ampun tanpa henti.


Seketika Randy mundur selangkah, dia melihat gadis yang selama ini terlihat ceria itu terpuruk di hadapannya, hari ini adalah hari yang mengejutkan bagi Randy, banyak hal yang dia lihat tentang Agnes hari ini.


"Apa yang terjadi padamu nes!" batin Randy yang hanya bisa menatap gadis itu terus meminta ampun.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2