Muslimah Untuk Mafia Psychopath

Muslimah Untuk Mafia Psychopath
55.


__ADS_3

Dengan mengemudikan sangat cepat, kini mereka telah sampai di salah satu rumah sakit terdekat. Mengingat keadaan Unni yang sudah begitu genting, Azka segera membawa istrinya menuju ruang gawat darurat.


Brakh!


"Dokter! Dokter!"


Segera pada medis yang berada disana menghampiri Azka, betapa kagetnya mereka melihat kondisi Unni.


"Tolong, tolong selamatkan istri dan anak saya." Ucpan tegas itu Azka ucapkan.


Kenzo menegang saat mendengar Azka mengucapkan 'anak saya', apa artinya itu adalah jika Unni sedang mengandung? Ingin rasanya Kenzo segera menanyakan hal tersebut, namun ia urungkan mengingat situasi dan kondisi saat itu.


Para perawat meminta Azka dan Kenzo untuk segera keluar, karena mereka akan segera menangani pasien. Dengan langkah beratnya, Azka berjalan keluar dari ruangan itu dengan tarikan dari Kenzo. Jika tidak, dirinya akan tetap berada disana.


Ibaratkan seperti setrikaan yang sedang digunakan untuk merapikan pakaian, itulah kondisi Azka saat ini. Mengusap wajahnya dengan kasar secara berulang, membuat Azka terlihat begitu mengenaskan.


"Duduklah." Kenzo berkata pada Azka yang sedari tadi tidak henti-hentinya berjalan.


Perkataan Kenzo tidak berarti apapun pada Azka, pria itu masih tetap berjalan seperti setrikaan. Pada akhirnya Kenzo hanya menghela nafas panjangnya, membiarkan Azka dengan pemikirannya sendiri saat ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian keluarlah dua orang perawat yang berlarian dan kembali dengan beberapa kantong darah ditangan mereka, lalu kembali masuk ke dalam ruang sebelumnya. Wajah Azka semakin terlihat khawatir, namun tidak bisa meluapkannya.


Sekitar satu jam kemudian, tampak seorang dokter pria keluar dari ruangan tersebut. Dengan cepat Azka dan Kenzo segera menghampirinya.


"Dokter? Bagaimana keadaan istri saya?"


"Anda suaminya?" Doter tersebut kembali bertanya.


"Benar dok, katakan. Bagaimana keadaan istri saya?!"


"Untuk saat ini, kondisi pasien sangat lemah. Bagaimana bisa, membiarkan istri anda terluka seperti itu. Nyawa ibu dan bayinya hampir saja melayang, jangan sampai terulang kembali tuan. Atau anda benar-benar akan kehilangan keduanya." Dokter tersebut langsung berjalan meninggalkan kedua pria tersebut, setelah menyampaikan apa yang harus kedua pria itu tahu.


Wajah datar dan dingin itu masih terdiam, mendengar jika dirinya akan menjadi seorang daddy. Sangat tidak dipercaya, seorang Azka yang terkenal kejam akan mempunyai anak.


Kini Unni telah dipindahkan pada ruang perawatan yang terbaik dirumah sakit tersebut, keadaan pertempuran telah teratasi dengan kedatangan tim alpa dan juga anggota yang lainnya. Beberapa musuh yang masih bernafas, sudah menjadi tawanan mereka dan ditempatkan pada ruangan khusus.


Saat ini, Azka berjalan masuk ke dalam ruang perawatan yang dimana disana terdapat orang yang sangat ia cintai. Tubuh mungil itu terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit, dan ada beberapa alat medis yang menancap pada tubuhnya.


Meraih tangan kecil yang kini begitu terasa dingin, menggenggamnya dengan lembut. Mengusap sisi wajah yang pucat itu dan memberikannya kecupan hangat pada keningnya, lalu pandangan mata Azka beralih pada perut Unni yang masih terlihat datar, dimana disana terdapat luka dan juga calon anaknya?

__ADS_1


Dokter kembali masuk ke dalam ruang perawatan, menjelaskan secara lengkap mengenai keadaan pasien serta menunjukkan sebuah gambar kecil yang buram. Ada sebuah lingkaran kecil disana, hal itu membuat Azka bingung.


"Ini adalah gambar janin dalam rahim istri anda, dimana ia hampir saja hilang jika saja ibunya tidak sekuat saat ini. Anda beruntung tuan, mereka bertahan dengan sangat kuat." Dokter tersebut menjelaskan kepada Azka dna menunjukkan foto hasil dari USG (Ultrasonografi).


Karena Azka masih diam, dokter tersebut menepuk pundak azka dengan sedikit keras. Mengakibatkan pria itu menyeringai dengan begitu maksimal, namun hal itu tidak membuat takut sang dokter.


"Jangan terlalu melamun, jika keadaan istri anda sudah lebih membaik. Ada baiknya untuk membawanya pada rumah sakit yang lebih canggih, biar perawatan dan pengobatannya lebih maksimal. Dan satu lagi pesan saya, jauhkan istri anda dari hal-hal yang berbau kekerasan." Dokter pun berlalu begitu saja.


Kepergian dokter dan disambung dengan kedatangan Kenzo, yang dimana membuat tubuh Azka seketika luruh jatuh ke lantai.


"Hei, kau kenapa?" Kenzo kaget dengan keadaan Azka.


"Aku, aku hampir membunuh mereka. Aku hampir membunuhnya." Dalam keadaan bergetar, Azka meraung menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.


Jauh sekali dari keadaan dimana seorang Azka yang sebenarnya, Kenzo bisa merasakan jika Azka sedang berada dimana ia menjadi manusia biasa.


"Saat ini, mereka lebih membutuhkanmu. Jangan memperlihatkan sisi lemahmu, jngat keselamatan mereka sudah menjadi prioritas kita saat ini. Hem, selamat Ka. Kau saat ini akan menjadi seorang ayah, tunjukkan jika itu memang pantas untuk mendapatkannya." Kenzo menepul bahu Azka dan membantunya untuk berdiri.


Bulir-bulir air mata jatuh dari kedua sudut mata pria dingin itu, berjalan mendekati tubuh mungil yang masih terlelap.

__ADS_1


...Bertahanlah untuk selalu berada disampingku, bantu aku untuk menjadi yang terbaik untuk kalian. ...


__ADS_2