Muslimah Untuk Mafia Psychopath

Muslimah Untuk Mafia Psychopath
70.


__ADS_3

Pergerakan dari musuhnya kini sangat cepat, bahkan bisa terbilang dahsyat.


"Tidak! Kenapa saham perusahaanku tiba-tiba hancur!"


"Apa yang terjadi, kenapa bisa begini!!"


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Aku tidak mau!!"


Beberapa kalimat yang di ucapkan oleh pemilik saham terbesar, yang saat itu ikut dalam proyek investasi dengan perusaham pemenang lelang.


Hampir semua para pemilik saham mengalami kehancuran dalam waktu yang cukup singkat, namun tidak untuk seorang pria bernama Wiryantama Antasa. Pria itu sedang tertawa dengan sangat keras.


"Hahaha, lihat saja. Perlahan-lahan kalian akan aku hancurkan, terutama kau!" Pria itu menunjuk sebuah gambar yang dimana terdapat seorang pria.


"Kenapa kalian begitu lamban sekali, bagaimana?" Pria itu menanyakan pada para bawahannya atas rencana besar mereka.


"Semuanya sedang berjalan tuan, target utama." Jelas salah seorang yang menjadi bawahannya.


"Benarkah?! Hahaha, itu yang aku suka!" Tawa keras kembali terdengar.


Melihat sejenak bukti kecil dari kemenangannya, namun kini mereka sedang mencoba memasuki sistem jaringan dari markas Red Dragon. Sampai detik ini, mereka belum bisa mengakses apapun dari jaringan tersebut. Bahkan, beberapa kali hacker yang melakukannya mendapatkan serangan balik.


Mereka pun dilanda kebingungan, karena terlihat dari gerak gerak setiap orang dibawah naungan Red Dragon tampak seperti biasa saja. Yang pada akhirnya, para musuhnya memilih untuk bertindak menyerang secara langsung dan besar-besaran.

__ADS_1


Mengetahui titik kelemahan yang sempat mereka ketahui, menggunakannya untuk dijadikan sebagai serangan untuk Red Dragon.


"Kali ini, tidak ada kata gagal. Kalian semuanya dengar! Kerahkan seluruh anggota yang ada, jika ada yang menolak. Habisi detik itu juga!" Erang seorang Antasa yang begitu menyeramkan.


"Baik tuan!" Suara jawaban keras dan tegas.


.


.


.


.


"Mom, kumohon. Untuk kali ini, bertahanlah. Aku janji, setelah hari ini. Kita semua akan hidup normal kembali, aku juga berjanji akan melepas semua pekerjaan ini." Azka berlutut dihadapan Unni dan menggenggam tangan mungil itu.


" Jangan berjanji dad, serahkan semuanya hanya padaNya. Aku harap, kita semuanya akan baik-baik saja. Walau sejujurnya, aku begitu takut." Jawaban jujur yang Unni katakan.


"Maaf, maaf sudah melibatkan kalian sejauh ini dalam kehidupan hitamku. Aku mohon, apapun yang terjadi. Bertahanlah." Azka menunduk dan tubuhnya mulai bergetar sesegukan.


Dengan keadaan sedang hamil besar, Unni memang tidak bisa bergerak leluasa. Namun ia bisa merasakan apa yang sedang suaminya alami, ia tidak ingin berkata lebih banyak. Karena itu akan semakin membebani pikiran Azka, untuk selebihnya ia memilih berdoa didalam hatinya.


"Aaummm!!!!"

__ADS_1


Suara itu mengagetkan semua orang, terutama Unni dan Azka. Tidak lama kemudian terdengar juga suara letusan senjata api dan teriakan yang khas saat bertarung, hal itu menandakan jika tempat mereka telah diketahui oleh pihak musuh.


"Mom, berjanjilah untuk tetap bertahan. Apapun yang terjadi, kalian tetap menjadi prioritas utamaku. Ayo, masuklah." Azka mengarahkan Unni dan kedua asisten mereka, Mawar dan Putri.


"Kalian berdua, jaga istriku dengan baik!" Tegas Azka kepada keduanya.


"Baik tuan." Jawab keduanya.


"Tunggu dad, Varo dimana?!" Raut wajah Unni yang begitu khawatir.


Pandangan Azka mengitari sekelilingnya, benar adanya ia tida, mendapati keberadaan sang anak. Belum saja ia beranjak dari tempatnya, mereka kedatangan dua kucing imut beserta Varo yang berada disalah satu pundaknya.


"Mom, dad." Anak kecil itu menghampiri kedua orangtuanya.


Baik Azka maupun Unni merasa sangat lega, dimana ia mendapati putranya dalam keadaan selamat.


Brakh!


Brakh!


"Sial!!" Umpat Azka.


"Eerrgghh!" Suara kedua kucing itu saat melihat orang tidak ia kenali.

__ADS_1


Melindungi Unni dengan maksimal, Azka mulai mendapatkan serangan dari orang-orang tersebut. Lalu Varo beserta kedua asisten tersebut berjalan perlahan menuju tempat yang cukup aman, dengan kedua kucing yang selalu melindungi mereka.


__ADS_2