Muslimah Untuk Mafia Psychopath

Muslimah Untuk Mafia Psychopath
64.


__ADS_3

Setelah beberapa hari berada dirumah sakit, kini Unni sudah diperbolehkan untuk pulang. Begitu pula dengan buah hati mereka, yang sudah begitu kuat untuk menyesuaikan tubuhnya dengan dunia.


"Terima kasih untuk semuanya dokter." Unni mengucapkannya pada Sovia saat hendak pulang.


"Sama-sama, itu sudah menjadi tugasku. Hei baby, cepat suruh daddy mu itu memberikan nama. Dan satu lagi, warisi sikap mommy mu ya. Kalau daddy mu itu, jangan ya." Seringai Sovia.


"Dokter bisa saja, daddy adalah orang baik. Sudah pasti baby akan mengikutinya." Senyum Unni kepada Azka dan mengusap lengan suaminya itu.


Saat Sovia akan memberikan kecupan perpisahan, dengan cepat ia terhalang oleh tangan Azka yang kekar dan menuntunnya masuk ke dalam mobil. Hal itu membuat Sovia berdengus kesal.


Kini mereka sudah berada dalam perjalanan menuju mansion, dimana mereka akan menempati mansion baru sebagai tempat tinggal.


"Oek oek!" Suara baby menanggis.


" Cup cup sayang, ada apa nak?" Azka mengusap pipi gembul baby.


Seakan sudahmmengetahui apa yang diinginkan putranya, lalu Unni menekan tombol pembatas untuk pengemudi. Perlahan ia memberikan hak baby nya, seketika baby terdiam. Kemudian Azka perlaha mengerti apa yang menjadi keingina putranya, laku ia menampakkan wajah cemburunya.


"Kamu mengambil perhatian momyy dan tempat daddy sayang, ah daddy jadi cemburu padamu."

__ADS_1


Berbagai sambutan diberikan kepada Unni, membuat wanita itu menitikka air mata. Azka segera membawa keduanya menuju kamar mereka, menempatkan baby pada tempat tidur barunya.


"Sayang, kemarilah." Unni mengisyaratkan pada Azka untuk mendekat.


Berjalan perlahan, Azka yang baru saja membersihkan tubuhnya. Mengikuti perkataan sang istri, melingkarkan kedua tangannya pada tubuh mungil itu.


"Berbaringlah." Unni mengusap lengan kekar Azka, yang kemudian di ikuti olehnya.


"Baby sudah tidur?"


"Hem, ia hubby. Sekarang, waktunya daddy untuk beristirahat juga. Terima kasih hubby, kami mencintaimu."


"Jangan begitu sayang, ini semua adalah kewajibanku. Sudah sepatutnya aku melindungi kalian, ah. Kangen." Azka merenggek seperti anak kecil.


Senyuman Unni semakin melebar dengan sikap manja suaminya, dirinya mengerti jika Azka juga butuh perhatian. Tak lama kemudian, terdengar dengkuran halus yang menandakan jika Azka terlelap. Lalu Unni memposisikan suaminya agar lebih nyaman, dan ia pun mengikuti jejak suaminya terlelap bersama.


Keadaan sudah mulai normal kembali, hanya saja kini Azka lebih harus bekerja keras untuk menemukan dalang dari semua kekacauan yang terjadi.


Begitu pula pada sang tertuduh, Baron. Setelah nyawanya hampir saja lenyap, ia merombak seluruh tubuhnya. Menghilangkan jejak dengan merubah dirinya menjadi orang lain, agar dapat membalasnya dendamnya.

__ADS_1


Keseluruhan tubuhnya menjadi seorang pria yang berusia muda, hampir sama dengan Azka dan yang lainnya. Namun, ada sesuatu yang berbeda dan tidak dapat membohongi orang lain jika diteliti lebih dalam.


Saat ini, Azka dan Kenzo menggarap sebuah proyek besar. Dimana, keuntungan yang akan diperoleh juga cukup besar.


"Kau sudah menyelidikinya?" Fokus Azka yang masih melihat berkas dihadapannya dan menayakan kepada Kenzo.


"Masih dalam proses, tapi. Aku merasa ada yang janggal dengan identitasnya, saat aku telusuri. Buntu!" Kenzo menghela nafas beratnya.


"Jangan terburu-buru, kita harus berhati-hati dengan siapapun. Aku tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, untuk masalah identitas istri dan anakku?"


"Semuanya sudah terlaksana, seperti apa yang di inginkan istrimu. Huh, untuk jaman sekarang. Susah sekali mencari seperti istrimu, lebih memilih untuk fokus menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya." Kenzo menghempaskan bokongnya pada kursi dihadapan Azka.


Tukh!


"Eits, kenapa melemparku?!" Keluh Kenzo yang mendapatkan lemparan pulpen dari Azka.


"Jangan pernah berharap mendapatkan wanita seperti istriku, dia hanya ada satu didunia ini dan itu hanya untukku. Mulai detik ini, berhentilah berkhayal." Tatapan tajam itu sangat menyakitkan.


"Ish, kau ini. Tapi, apa kau sudah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya?"

__ADS_1


"Diam dan bekerjalah! Aku sudha terlalu baik membiarkanmu memuji istriku!" Erang Azka yang sudha tersulut emosi kepada Kenzo.


Mendapatkan sinyal yang tidak baik, dengan bergerak cepat. Kenzo menarik dirinya dari hadapan Azka, sungguh bisa binasa jika dia masih bertahan disana. Pria itu sudah berubah menjadi hewan buas, jika menyangkut dengan keluarganya.


__ADS_2