My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Apa Arti Merindu


__ADS_3

Setelah sampai, Rey dan Raffael langsung menuju ke perusahaan. Dan mengikuti meeting yang memang sudah dipersiapkan.


Keduanya, tampak begitu serius. Jika sudah menyangkut pekerjaan. Seakan segala hal lain menjadi nomor dua.


Masalah kali ini cukup serius. Dan memaksa Rey untuk tinggal lebih lama.


Ditambah lagi, dengan kesehatan Om Surya yang menurun. Sehingga membuatnya tak dapat terlalu fokus dengan pekerjaannya di perusahaan.


Rey, kembali keruang kerjanya setelah meeting selesai. Masalah itu membuat dia sakit kepala. Bagaimana tidak, tiba tiba saham perusahaan menurun drastis. Karena kesalahan yang dilakukan oleh salah seorang karyawan.


Ia menulis artikel yang salah tentang seorang artis. Dan terlanjur di cetak dan di sebarkan. Hingga membuat sang artis murka dan menuntut perubahan Zillow Group.


Rey meremas tengkuknya yang terasa nyut-nyutan.


Sedangkan masalah hukumnya, sudah diserahkan pada Yayank. Kini, ia harus mempersiapkan diri untuk meminta maaf langsung pada artis tersebut. Dan berharap artis itu bisa bekerjasama dan mengadakan koferensi pers untuk kembali membersihkan nama baik perusahaan Zillow Group.


Tapi, yang jadi pertanyaannya. Apa bisa semudah itu?

__ADS_1


Sedangkan si artis, terkenal dengan ke angkuhnya.


Rey meraih ponselnya, ia teringat belum menghubungi Hanna. Dan memberitahukan padanya kalau ia sudah sampai.


Rey melirik ke arah jam, lalu membandingkan dengan waktu di London. "Hanna pasti sudah terlelap sekarang." Pikirnya.


Padahal disana, Hanna sedang berada di ruang intensif sekarang.


Setelah mematikan panggilan Rey tadi, Hanna langsung menghubungi ambulans. Memberitahukan unit apartemennya, dan meminta mereka segera membawanya kerumah sakit.


Karena sakit itu sudah tak bisa lagi ditahannya.


Pintu di buka dengan kunci darurat yang dimiliki oleh petugas.


Rey, mengurungkan niatnya untuk menghubungi Hanna. Untung saja, kalau pun seandainya ia menghubungi. Hanna juga tak akan bisa menerima panggilan itu. Karena ponselnya tertinggal dirumah.


*

__ADS_1


Hanna, baru saja siuman. Lalu Dokter datang, menyampaikan hal yang membuatnya terkejut.


"Anda harus segera di operasi! Kami akan mengambil tindakan 6 jam lagi. Untuk saat ini, Anda istirahat saja dulu. Nanti perawat kami akan menjemput Anda." Imbuh Dokter itu, dengan sangat lembut. "Apa ada keluarga yang bisa di hubungi?" Tanya Dokter itu kemudian.


Hanna sempat terdiam beberapa saat, kemudian menggeleng. Tidak mungkin ia memberitahukannya pada Rey, disaat perusahaan juga sedang bermasalah sekarang.


Lagi pula ini hanya operasi kecil. Operasi untuk pengangkatan miom. Tidak perlu sampai harus menyusahkan Rey segala.


"Baiklah kalau begitu, berarti Anda yang harus menandatangani surat pernyataan operasinya sendiri."


"Baik, Dok." Sahut Hanna, sambil mengangguk.


Setelahnya, Dokter itu pun meninggalkan ruangan Hanna. Tak lama, perawat datang dan membawa setumpuk berkas yang harus di isi dan ditandatangani oleh Hanna, untuk persiapan operasi.


"Jika perlu sesuatu, panggil saya saja." Imbuh si perawat ketika akan meninggalkan ruangan Hanna. Ia merasa kasihan pada Hanna karena tak memiliki satu orang keluarga pun. Bahkan, untuk datang ke rumah sakit saja ia harus menghubungi ambulans sendiri, dan datang seorang diri. Menurut perawat itu, Hanna sangat menyedihkan.


"Baik, terimakasih." Ujar Hanna, diiringi senyuman terbaiknya seperti biasa.

__ADS_1


Si perawat pun kembali meraih berkas yang baru saja di isi dan di tandatangani oleh Hanna, lalu berlalu pergi setelah mengecek infus Hanna berjalan dengan lancar.


Next >>>


__ADS_2