
Berakhir!
Semua tamu sudah meninggalkan Aula Pernikahan. Kini hanya tinggal Hanna, Rey dan Kedua orang tua Rey disana.
"Bisa kau jelaskan semua ini Rey!" Pembicaraan itu dibuka oleh Om Surya yang terlihat emosi.
"Myesa pasti punya alasan kenapa sampai tidak datang, Pa." Rey, masih mencoba membela Myesa. Yang jelas-jelas sudah melakukan kesalahan besar.
"Alasan?" Om Surya tersenyum sinis.
"Lalu kenapa tiba-tiba kau menggantikan Myesa dengan gadis ini Rey?" Tanya Tante Lalita sambil terus memperhatikan Hanna yang hanya tertunduk disamping Rey.
Hanna memberanikan diri untuk mendongakkan wajahnya.
"Maaf jika aku tidak sopan dan menyela pembicaraan kalian, sebenarnya aku datang kesini karena perlu tanda tangan Pak Rey." Hanna menyodorkan perlahan berkas yang sudah digenggamnya sedari tadi.
Membuat kedua orang tua itu terus memperhatikannya dengan tatapan heran.
Rey mengambil berkas itu dan langsung menandatangininya tanpa mengulur waktu lagi.
__ADS_1
"Terimakasih, Pak. Kalau begitu aku-" Hanna hendak meminta izin untuk kembali ke perusahaan dan perlahan beranjak dari duduknya. Dia tahu, kalau dia sedang dalam masalah besar, karena tidak membawa berkas itu kembali tepat waktu.
"Tunggu!" Kalimat dari Om Surya yang tiba-tiba itu mengagetkan Hanna dan membuatnya langsung terdiam tanpa melanjutkan kalimatnya dan kembali duduk ketempat semula. Hanna melirik ke arah jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya Rey?" Tanya Om Surya memastikan.
"Rey akan mengurusnya, Rey akan menceraikannya." Sahut Rey. Mencoba meyakinkan orang tuanya kalau dia bisa mengurusnya tanpa harus merepotkan kedua orang tuanya.
"Tanpa persetujuan Papa itu tidak akan pernah terjadi!" Tegas Om Surya kemudian.
Rey mengernyitkan keningnya. "Maksud Papa?"
Mendengar ucapan Om Surya yang panjang lebar itu, Hanna hanya dapat terbelalak dan menganga tak percaya. Ia benar-benar sudah melakukan kesalahan dengan menyetujui permintaan Bossnya itu.
Pun begitu dengan Rey, yang harus menelan salivanya kasar.
"Walaupun gadis ini hanya kau jadikan sebagai pengganti Myesa, tetapi dia tetap istri mu yang sah. Kalian sudah terikat satu sama lain dengan janji yang kalian ucapkan sendiri." Tante Lalita pun ikut meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Rey dan Hanna disana.
Hanna dan Rey hanya dapat menghela nafas kasar di waktu yang bersamaan.
__ADS_1
"Apa aku bisa pergi sekarang, Pak?" Tanya Hanna memastikan.
Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Rey justru langsung bangkit dari duduknya dengan kesal dan berjalan meninggalkan Hanna disana.
"Ch!" Hanna tersenyum sinis seorang diri sambil memandang punggung Rey yang berlalu meninggalkannya. "Setelah aku menyelamatkan pernikahanmu! Sekarang
kau tinggalkan aku begitu saja!" Tak kalah kesal dari Rey, Hanna
juga ikut meninggalkan ruangan yang sudah menjadi saksi bisu pernikahan mereka
berdua.
Hanna tahu dia sudah terlambat. Namun dia terus berlari menuju departemennya untuk menyerahkan berkas tersebut kepada Managernya.
Dan benar saja. Mirna, masih menunggu Hanna dengan gelisah dibalik meja kerjanya. Dia langsung berdiri ketika melihat Hanna sedang berlari ke arahnya sambil ngos-ngosan.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu besok!" Dengan kesal Mirna meraih berkas itu dari tangan Hanna, setelah itu berlalu pergi begitu saja. Sedangkan Hanna, terduduk lelah dilantai karena sudah dengan terburu-buru berusaha menemui atasannya itu. Nafasnya sudah tidak beraturan.
TO BE CONTINUED>>>
__ADS_1