My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Berandai-andai


__ADS_3

"Jangan pulang dulu, kita sudah lama tidak bertemu. Ayo habiskan malam bersama." Pinta Raffael akhirnya.


Membuat semua orang terkekeh, ia tampak polos dengan permintaannya itu.


"Kau yakin? Kau baru saja menikah, bukankah seharusnya kau... Ughh.."


Raffael langsung menyiku Rey, agar ia diam dengan cepat.


"Baiklah baiklah, tapi sebelumnya apa Yayank setuju? Mungkin ia lelah dan ingin istirahat." Imbuh Hanna.


"Tidak apa apa. Aku setuju setuju saja, lagi pula kalian akan kembali ke London nantinya. Pasti akan sulit berkumpul seperti ini lagi kalau kalian sudah kembali ke kesibukan masing masing." Yayank, benar benar pengertian. Ya, ia selalu menuruti apa maunya Raffael. Andai saja ia tahu, kini wanita yang sedang berdiri di hadapannya. Adalah orang yang masih di harapkan oleh suaminya. Masih bisakah ia sepengertian itu?


"Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku harus kembali sekarang." Ucap Lara sambil melirik jam di pergelangan tangannya.


"Tidak apa apa, Rey akan mengantar mu sekarang." Sela Raffael cepat.


"Aku...!" Tandas Rey, tampak keberatan.


"Iya kau, tentu saja kau harus mengantar kembali Lara pulang. Atau Tante Lalita akan khawatir jika kau biarkan ia pulang seorang diri." Papar Hanna juga ikut berkomentar.


"Tidak apa apa, Jika kak Rey tidak bisa aku pulang dengan taxi saja." Sahut Lara, seakan menyadari keberatannya Rey.


"Tidak tidak, ini sudah larut. Mana mungkin kami membiarkan kau pulang seorang diri." Tangkas Hanna.


"Yasudah, kalau begitu kau saja yang antarkan." Celetuk Rey.

__ADS_1


Dan setelahnya langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hanna. Seketika ia pun langsung menciut.


"Baiklah baiklah, kau mau pulang sekarang?" Tanya Rey akhirnya pada Lara.


Lara mengangguk polos. Gadis yang baru saja menginjak remaja itu tampak begitu polos dan lembut. Mereka terpaut usia cukup jauh, sekitar hampir 10 Tahun. Tapi agak sedikit berbeda dengan kriteria yang diinginkan oleh kedua orangtuanya Rey. Bukankah dulu mereka menginginkan menantu yang tangguh? Tapi sedangkan Lara...!


"Yasudah ayo.." Desak Rey akhirnya.


Lara kembali manggut.


"Tunggu aku..!" Sambung Rey, berbisik pada Hanna. Setelahnya, ia pun berlalu pergi bersama Lara.


"Yasudah, kalau begitu aku ganti pakaian dulu. Tunggu sebentar." Ujar Yayank. Yang tampak kelelahan dengan gaun itu.


"Baiklah.." Sahut Hanna, sambil menunjukkan senyuman terbaiknya.


"Apa sebaiknya kita duduk disana saja." Tunjuk Hanna, pada sebuah meja kosong.


"Boleh..." Raffael, mempersilahkan Hanna untuk melangkah duluan.


Ia seakan tak dapat mengalihkan pandangannya dari Hanna. Gadis itu, benar benar telah membuat dunianya ikut luluh lantah.


"Apa aku boleh bahas masa lalu?" Tanya Raffael, ketika mereka sudah duduk disana.


Hanna terkekeh mendapati pertanyaan itu. "Hemm bagaimana kalau aku keberatan."

__ADS_1


"Aku tidak akan membahasnya." Pungkas Raffael cepat.


"Baiklah, kalau begitu jangan dibahas. Biarlah masa lalu tertinggal di masa lalu. Lagi pula, banyak yang sudah berubah kini."


"Baiklah.." Raffael mengangguk paham.


"Kau bekerja dimana sekarang?" Akhirnya Raffael memilih pertanyaan itu.


"Zillow Group.." Jawab Hanna sambil menahan tawanya.


"Zillow Group?" Raffael memastikan.


"Emp... Lucu sekali bukan? Setelah sekian lama, aku justru kembali ke Zillow Group." Hanna terkekeh, senyumannya cantik sekali.


"Bagaimana ceritanya?"


"Hemmm cerita yang panjang, lain kali akan aku ceritakan."


"Baik! Lain aku ingin mendengarkan cerita itu, tak perduli seberapa panjangnya ia." Raffael mengangguk semangat. Lain kali! Berarti masih ada kemungkinan untuk mereka bertemu lagi.


"Aku tak menyangka, akhirnya kau menikah juga." Hanna, masih saja terkekeh. Ia seakan benar benar ikut bahagia dengan pernikahan Raffael.


"Ini semua karena, kau!" Keluh Raffael, dengan wajah langsung berubah kesal.


"Karena aku?" Hanna mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"Tentu saja, andai saja saat itu kau terima lamaran aku. Mungkin sekarang kau yang akan menjadi pengantin wanitanya." Raffael terkekeh. Ia berandai-andai.


Next >>>


__ADS_2