
"Baiklah, kalau begitu aku kembali keruanganku sekarang." Imbuh Raffael akhirnya lalu beranjak dari duduknya.
Rey mengangguk, sedangkan Hanna hanya membalas senyuman Raffael saat berlalu pergi.
"Sebaiknya kau pulang dan istirahat dirumah. Bukankah kau belum terlalu pulih." Ujar Rey kemudian pada Hanna.
Hanna mengalihkan pandangannya, ke arah Rey. Menatapnya sejenak.
"Hemm.. baiklah." Ucap Hanna setelah terdiam beberapa saat.
Rey ikut bangkit dari duduknya, ketika Hanna sudah beranjak dari duduknya.
"Biar aku antar." Imbuh Rey, sambil meraih jasnya.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Bukankah banyak pekerjaan yang harus kau kerjakan." Hanna mendorong pelan tubuh Rey, hingga kembali terduduk ke sofa. Lalu mengecup pipinya, sebelum berlalu pergi dari sana.
Hanna keluar dari ruangan Rey, berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut perusahaan. Banyak kenangan yang tersimpan disana. Bagaimana ia begitu berjuang mempertahankan pekerjaannya disana. Sedikit sudut bibir Hanna terangkat, ketika beberapa hal konyol terlintas dalam ingatannya.
"Hanna.." Suara itu menghentikan langkah Hanna. Hanna menoleh ke sumber suara.
Lora, sedang berdiri tak jauh dari tempat Hanna berdiri.
Keduanyapun berakhir di atas rooftop, tempat dimana dulu mereka selalu menghabiskan waktu makan siang mereka.
__ADS_1
Mereka, hanya terdiam untuk beberapa saat. Suasana terasa begitu canggung.
"Bukankah ingin mengatakan sesuatu?" Imbuh Hanna akhirnya.
"Aku ingin minta maaf." Ujar Lora kemudian.
Hanna tersenyum tipis, sedangkan raut wajah Lora menunjukkan rasa bersalah.
"Aku bersalah karena sudah menuduhmu saat itu, aku hanya-"
"Sudahlah, semuanya sudah berlalu. Lagi pula aku juga sudah melupakannya." Sela Hanna.
"Lalu, apa kau mau memaafkanku?" Lirih Lora.
"Aku bahkan sudah memaafkanmu sejak saat itu, lagi pula aku juga tidak bisa marah padamu sepenuhnya. Bukankah saat itu aku juga tidak jujur padamu."
"Apa kita bisa seperti dulu lagi? Sangat sulit menemukan sahabat setulus kau, Hanna."
Hanna terkekeh pelan, lalu menunduk.
"Aku tidak yakin untuk itu, lagi pula aku hanya akan sementara disini. Aku akan kembali ke London dalam waktu dekat ini."
Apa itu penolakan secara halus? Mengapa Hanna tak ingin berteman lagi dengan Lora?
__ADS_1
"Aku harus pergi sekarang." Hanna bangkit dari duduknya. "Semoga hari mu selalu menyenangkan." Imbuh Hanna, setelahnya berlalu pergi.
*
'Aku tidak pulang malam ini' Pesan singkat dari Rey. Yang dikirimkannya sekitar pukul 10.00 malam.
Setelah membaca pesan itu, Hanna langsung menghubungi kontak Rey. Anehnya, panggilan itu justru tak tersambung.
Hanna mengernyitkan keningnya. Lalu mencoba untuk sekali lagi menghubungi kontak Rey, memastikan apa karena gangguan jaringan, atau ponsel Rey benar benar tak aktif.
Dan ternyata, ponselnya benar benar tak aktif.
"Bukankah masalahnya sudah selesai." Gumam Hanna.
Hanna dengan ponsel ditangannya, hanya mondar mandir di dalam kamar. Tumben sekali Rey memilih lembur, biasanya kalau pun ada pekerjaa pasti akan di kerjakan di rumah.
Hanna, menghentikan langkahnya. Lalu memilih untuk menghubungi Raffael.
"Hallo, Raf. Apa kau masih di kantor?" Tanya Hanna.
"Aku baru saja akan pulang, kenapa?" Raffael balik bertanya.
"Apa masih banyak pekerjaan dikantor? Karena Rey-"
__ADS_1
"Rey sudah pulang dari tadi, sekitar satu jam yang lalu. Apa dia masih belum sampai ke apartemen?"
Next >>>