
Rey kembali kemobilnya setelah mengantar Raffael ke apartemennya. Namun, ia tak bisa begitu saja mengabaikan ucapan yang keluar dari mulut Raffael tadi. Ia mulai mengingat kembali kejadian kejadian yang pernah terjadi di hadapannya. Dan menyadari, Hanna memang sangat dekat dengan Raffael selama ini.
Rey juga kembali teringat, ketika Raffael pernah mengatakan padanya, ia tidak akan menikah kecuali dengan wanita yang ia kagumi itu. Rey terkekeh tak percaya, ternyata wanita yang dimaksud Raffael adalah istrinya.
"Apa mereka memang sedekat itu?" Gumam Rey ketika mengingat tas mewah, hadiah ulang tahun Raffael untuk Hanna. Rey kembali terkekeh sambil mengusap kasar wajahnya. Setelahnya melajukan mobilnya, menuju kediamannya.
*
Hanna langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Rey, yang baru saja pulang. "Mengapa lama sekali?" Tanya Hanna, menyambut kepulangan Rey di pukul 6.20 pagi.
Rey tak menjawab, tatapan dinginnya membuat benak Hanna bertanya tanya.
Rey menghempaskan tubuhnya di atas sofa, bersandar sambil memijat keningnya. Ia sedikit mengabaikan Hanna.
Hanna kembali duduk di tempat semula. "Ada apa? Apa yang terjadi? Bagaimana dengan Raffa, dia baik baik saja?" Hanna tampak khawatir.
Rey menegakkan posisi duduknya, lalu memandang Hanna penuh selidik. "Kau sangat mengkhawatirkannya?"
Hanna mengernyitkan keningnya. "Tentu saja."
__ADS_1
"Mengapa?"
"Karena dia-"
"Temanmu?" Sela Rey cepat.
Hanna hanya terdiam, ia menatap Rey dengan tatapan bingung.
"Sungguh alasan yang sangat klise." Rey terkekeh pelan. "Sekarang aku mengerti mengapa wanita dan lelaki tidak boleh berteman." Lanjut Rey, setelahnya bangkit dari duduknya. "Bereskan barang barangmu, kita akan kembali ke London." Rey melangkah meninggalkan Hanna seorang diri dengan mulut menganga dan beribu pertanyaan dibenaknya.
*
Sayangnya, Raffael tak bisa mengingat apapun.
Raffael meraih tas kerja yang tergeletak disampingnya, lalu mengeluarkan amplop yang berisi surat cerai itu. Sekali lagi, ia ingin memeriksanya. Setelahnya menghela nafas dalam, ia merasa benar benar lega sekarang.
"Aku benar benar minta maaf Yank, semoga kau bisa temukan lelaki yang lebih baik dariku." Ujar Raffael dengan sungguh sungguh.
Ia pun bangkit dari tempat tidur, lalu memutuskan untuk mandi. Ia harus bersiap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
*
Sepanjang perjalanan menuju bandara, Rey hanya terdiam. Ia sungguh sungguh dengan ucapannya. Ia benar benar akan membawa Hanna kembali ke London.
Hanna hanya mengikuti keinginan Rey yang begitu tiba tiba itu. Ia berulang kali menghela nafas dalam, Rey yang tampak berubah membuat dirinya menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.
Rey merogoh ponsel dari saku celananya.
"Hallo, Ma.." Imbuhnya, menjawab panggilan dari Mamanya. "Rey akan segera kesana." Ujar Rey tergesa. Ia dengan cepat mengubah haluan, menuju kediaman orang tuanya.
Sedangkan Hanna, hanya menatapnya bingung. Ia ingin bertanya, namun lidahnya terasa kelu. Entah mengapa pertanyaan itu tak keluar dari mulutnya. Perubahan Rey yang tiba tiba itu membuat Hanna berfikir dua kali untuk memulai percakapan.
Ia takut kecewa, ketika Rey kembali mengabaikan pertanyaannya.
Rey dengan cepat langsung turun dari mobil. Sedangkan dikediaman itu sudah di penuhi oleh orang orang.
Hanna perlahan melangkah, jantungnya sudah berdegup kencang. Air matanya mengalir, ketika memasuki kediaman mertuanya.
Next ✔️
__ADS_1