My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Hallo Yank


__ADS_3

"Putri kami.." Bram menjawab pertanyaan Rey.


"Dengan?" Tanya Rey lagi. Pertanyaan itu tampak sedikit konyol.


"Tentu saja dengan istriku, Shasya." Jawab Bram sambil terkekeh.


"Putri kandung?" Lagi lagi pertanyaan Rey terdengar tampak konyol.


"Tentu saja." Bram kembali terkekeh. Bram justru menganggap Rey tampak lucu dengan leluconnya.


*


"Apa yang mengganggu mu?" Selidik Shasya.


Hanna, yang tadinya tampak begitu ingin membuka kedok Bram. Tiba-tiba saja seperti ragu ragu ketika melihat senyuman Shasya yang terlukis diwajahnya saat ini.


"Kau dan Bram...?" Tanya Hanna hati hati.


"Aku dan Bram?" Shasya balik bertanya dengan raut wajah bingung. "Tentu saja baik baik saja!" Jawabnya akhirnya.


"Benarkah?" Hanna memastikan.


"Tentu saja. Jadi itu yang membuat mu terganggu?" Shasya kembali memastikan.


"Bukan itu.." Hanna menunduk.


Sepertinya tidak mungkin ia memberitahukan yang sebenarnya pada Shasya kalau Bram ternyata berselingkuh di belakangnya.


"Jadi..?" Shasya benar benar tampak penasaran sebenar apa yang menganggu pikiran Hanna saat ini.


"Sebenarnya dia mantan suamiku." Imbuh Hanna akhirnya, sambil menoleh ke arah Rey

__ADS_1


"What!" Shasya terbelalak.


Hanna akhirnya mengganti topik pembicaraan mereka dengan itu.


"Jadi dia..." Ucapan Shasya menggantung.


"Tolong rahasiakan itu, termasuk dari Om Ai." Ucap Hanna yang kembali menatap Shasya.


Shasya mengangguk. "Baiklah.. Aku akan merahasiakannya."


Hanna menunduk, lalu menghela nafas dalam.


"Jadi, apa dia kembali mencarimu untuk mengajakmu rujuk?" Tebak Shasya.


"Mana mungkin, jelas jelas dulu dia menceraikan aku dengan sebelah pihak." Hanna terkekeh kecut.


"Apa dia kini tahu dengan kondisi anak kalian?"


"Kenapa?"


"Entahlah .." Hanna menaikkan kedua bahunya.


*


Hanna dan Shasya akhirnya kembali ke meja di mana Rey dan Bram berada setelah mereka selesai dengan obrolannya.


"Sejak kapan kalian menjadi dekat." Tanya Hanna, ketika melihat Lucy kini justru berada di pangkuan Rey.


"Mommy, I really like this uncle. He's very funny." (Mommy, aku sangat menyukai paman ini. Dia sangat lucu.) Ucap Lucy sambil melingkarkan pelukannya di leher Rey.


"Really?" (Sungguh?) Rey memastikan sambil mencium pipi Lucy.

__ADS_1


Membuat Hanna kembali heran ketika melihatnya. Sedangkan Shasya dan Bram, hanya terkekeh disana.


Mereka pun menikmati makan malamnya. Rey begitu disibukkan dengan celotehan Lucy yang terus saja mengajukan pertanyaan padanya.


"Uncle, do you know something. I have two very beautiful mothers." (Paman, apa kau tahu sesuatu. Aku punya dua ibu yang sangat cantik.) Ungkap Lucy, sambil terkekeh dan menutup mulutnya dengan telapak tangan mungilnya.


"You're right, they are very pretty." (Kau benar, mereka sangat cantik.) Jawab Rey, sambil menatap Hanna lekat.


*


Makan malam itu pun berakhir, mereka harus berpisah di parkiran.


"Bye Mommy, bye uncle.." Ucap Lucy sambil melambaikan tangan ke arah Hanna dan Rey.


"Bye sayang.." Balas Hanna.


"Bye Lucy.." Rey ikut melambaikan tangan. Dengan senyuman yang terus saja ditunjukkannya. Tampaknya ia begitu menikmati pertemuan dengan gadis kecil itu.


Mungkin sama seperti yang di rasakan Hanna. Lucy, seakan mampu mengobati rindu mereka pada anak mereka.


"Aku saja yang mengemudi." Rey meraih kunci mobil dari tangan Hanna.


Lalu berjalan mendahuluinya.


Hanna, kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Laku ikut masuk kedalam mobil.


Rey, merogoh ponselnya yang bergetar dari dalam sakunya setelah memasang savety belt.


"Iya, hallo yank." Imbuhnya, dan langsung mendapatkan tatapan dari Hanna.


Next >>>

__ADS_1


__ADS_2