
Rey perlahan bangkit dari tempat tidur, sedangkan Hanna sudah terlelap pulas. Sudah 3 hari ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena berjauhan dengan Rey. Jadi tidak heran, jika kini ia bisa tertidur dengan begitu pulas bahkan sampai mendengkur halus dan mulut sedikit menganga.
Rey mandi, lalu bersiap menuju ke kantor. Tanpa membangunkan Hanna.
*
"Jadi, kau akan menemuinya hari ini?" Tanya Raffael, ketika ia dan Rey sedang berada di dalam lift dan akan menuju ruangan masing masing.
Rey mengangguk, lalu menoleh ke arah Raffael.
"Luangkan waktumu nanti siang." Imbuh Rey kemudian.
"Untuk apa?" Dengan kening berkerut.
"Ikut aku, menemui artis itu!"
"Tidak! Kau saja." Sahut Raffael, dengan senyuman menyeringainya.
"Ini perintah, bukan tawaran!" Ucap Rey, balas menyeringai.
Ting..
Pintu lift terbuka di lantai 12.
"Silahkan.." Imbuh Rey, lengkap dengan tangannya mempersilahkan Raffael untuk keluar dari dalam lift.
"Kau curang!" Imbuh Raffael, lalu keluar dari dalam lift.
__ADS_1
*
Hanna terbangun, tapi tak mendapati Rey disampingnya. Ia melihat sekeliling, tapi sepertinya tanda tandanya Rey sudah berangkat kerja.
Hanna merenggangkan tubuhnya, rasanya puas sekali bisa tidur dengan nyenyak. Hanna meraih ponselnya, lalu menghubungi seseorang.
Setelah selesai, Ia bangkit dari tempat tidur, melangkah menuju kamar mandi. Setelah selesai, ia pun bersiap siap untuk menuju kesuatu tempat.
*
Raffael tak punya pilihan, ia hanya bisa mengikuti kemauan Rey. Yaitu ikut menemui Claudia. "Kau seperti anak kecil, itu saja harus ditemani." Imbuh Raffael yang kini sedang duduk disamping Rey. Keduanya sedang menuju ke restoranyang sudah ditentukan oleh Claudia.
Rey hanya terkekeh tanpa menanggapi lelucon Raffael itu. Walaupun ia tampak santai, tapi ia tetap saja menerka nerka apa yang akan di minta oleh Claudia sebagai kompensasinya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, akhirnya mereka pun tiba di restoran yang dimaksud.
"Silahkan pak." Imbuh si pelayan mempersilahkan Rey dan Raffael untuk masuk. Sedangkan didalam sana, Claudia sudah menunggu.
"Maaf kami terlambat." Ujar Rey saat masuk kedalam privat room itu.
Claudia langsung tersenyum sumbringah. "Tak masalah." Claudia mempersilahkan Rey dan Raffael untuk duduk. "Aku sudah pesan makanannya duluan tadi. Jika ada yang ingin di tambah, silahkan." Imbuh Claudia, tampak begitu semangat hari ini. Berbeda dari hari sebelumnya saat Rey menemuinya untuk pertama kalinya.
"Ini saja sudah cukup." Ucap Rey, sambil menunjukkan senyuman ramahnya. Sedangkan Raffael, sudah senyum senyum saja sejak tadi. Melihat tingkah yang di tunjukkan oleh Claudia, bisa ia tebak masalah kali ini akan selesai dengan cepat.
"Maaf, saya terlambat."
Claudia, dan juga kedua pria itu langsung menoleh ke arah pintu yang tiba tiba di buka oleh seseorang.
__ADS_1
"Hanna.." Imbuh Raffael.
Hanna menunjukkan senyuman terbaiknya, lalu ikut masuk kedalam ruangan itu.
"Maaf, kau..." Tanya Claudia menggantung.
Hanna langsung menyodorkan tangan kanannya ke arah Claudia. "Perkenalkan, saya sekertaris Pak Rey."
"Oh.. Silahkan duduk." Ucap Claudia setelah berjabat tangan dengan Hanna.
Hanna mengedipkan sebelah matanya ke arah Rey, lalu duduk disamping Rey.
"Kenapa kau datang kesini?" Bisik Rey pada Hanna.
"Aku ingin mendengar langsung kompensasi apa yang akan ia minta, jika ia meminta dirimu. Aku yang paling keras menolak!" Hanna balas berbisik.
"Ayo silahkan dimakan." Imbuh Claudia.
"Terimakasih.." Balas Hanna. Lalu, tampa sungkan mulai menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja.
"Jadi, bagaimana dengan kompensasinya?" Tanya Rey, langsung ke intinya.
"Sudah aku putuskan." Claudia kembali sumbringah, lalu mengeluarkan sebuah majalah. Majalah Zillow Group. Lalu membuka ke halaman yang sudah di beri tanda olehnya. " Aku mau ini!" Tunjuknya ke salah satu halaman yang ada di majalah itu.
Membuat Hanna dan Raffael saling tatap tatapan.
Next >>>
__ADS_1