
"Apa? Merayakan ulang tahunnya? Dan kau masih katakan, kalian hanya berteman? Haha.. Benar benar konyol." Repet Raffael seorang diri, sambil berjalan kembali menuju ke ruang kerjanya.
Membuat para karyawan langsung melihatnya dengan tatapan aneh, dan langsung berbisik membicarakannya.
"Apa yang terjadi dengannya?" Tanya salah seorang karyawan pada karyawan lainnya.
"Entah." Jawab lawan bicaranya sambil menaikkan bahu. "Dia tampak berbeda akhir-akhir ini." Sahut yang lainnya.
"Empp.. Dia terlihat seperti baru putus cinta." Setelah kalimat itu, merekapun terkekeh bersama.
*
"Sudah ku duga, kau pasti disini." Ucap Hanna, lalu langsung duduk disamping Lora. Yang sedang menyendiri di atas rooftop.
Hanna kembali menoleh ke arah Lora, yang tampak tak menanggapinya.
"Apa ada masalah?" Hanna memastikan.
Lora, akhirnya menoleh ke arah Hanna. Dengan raut wajah tampak tak seperti biasa.
__ADS_1
"Apa akhir akhir ini kau mencoba merayu Pak Rey?" Kalimat itu langsung membuat Hanna tersedak.
"A-apa katamu?" Hanna kembali memastikan.
Lora menghela nafas dalam. "Aku pikir kau wanita baik baik, aku tidak menyangka ternyata selama ini kau rela melakukan itu semua demi sebuah jabatan. Awalnya, kau merayu Pak Raffael. Dan sekarang beralih ke Pak Rey. Sebenarnya apa targetmu? Posisi Direktur?" Sarkas Lora.
Dan kalimat itu langsung membuat Hanna menganga. Kenapa Lora bisa berkata seperti itu. Dan raut wajahnya juga tampak sangat kesal.
"Jika memang itu niatanmu, sebaiknya kau urungkan saja. Karena pada akhirnya, kau hanya akan dicap jelek. Dia itu pria beristri, jika kau ingin jadi sekertaris jadilah sekretaris yang baik." Lanjut Lora. Setelahnya, ia bangkit dari duduknya.
"Tunggu! Sebenarnya apa yang terjadi?" Hanna ikut berdiri dari duduknya.
"Kau lihat saja di grup." Imbuh Lora tampa menoleh, setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.
Hanna langsung menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangannya.
Disana, terpampang fotonya saat berjalan hanya menggunakan tanktop crop dan diikuti dari belakang oleh Rey. Lalu ada fotonya saat masuk kedalam motel. Tidak hanya itu, kata kata yang tertulis disana juga sangat menghancurkan hatinya.
Tidak hanya itu, fotonya yang keluar masuk apartemen bersama Rey juga ada. Dan disana dituliskan bahwa ia menjadi simpanan Rey selama ini. Dan sudah berselingkuh dengan Rey di belakang Myesa.
__ADS_1
Yang sangat menyakiti Hanna adalah, Lora. Bisa bisanya juga percaya dengan gosip itu. Tampa memastikannya terlebih dulu. Padahal selama ini, ia sudah mengangggap Lora sahabatnya.
Hanna terkekeh tak percaya. Pilihan untuk merahasiakan pernikahan itu ternyata adalah kesalahan besar.
Sayangnya, Raffael ataupun Rey tak berada didalam grup yang hanya khusus untuk karyawan itu. Sehingga keduanya tak dapat melakukan pembelaan apapun untuk Hanna.
*
"Kau dari mana?" Tanya Rey, saat berpas pasan dengan Hanna di depan lift.
"Kau mau kemana?" Hanna balik bertanya.
Rey tersenyum, lalu mengacak puncak kepala Hanna. "Jawab dulu pertanyaan ku, setelah itu baru ajukan pertanyaan." Diiringi dengan kekehannya. "Kau sudah makan siang?" Lanjut Rey.
Hanna hanya menggeleng.
"Yasudah, kalau gitu ayo ikut aku makan siang." Sambil menekan tombol lift.
Rey mengajak Hanna makan siang di kantin perusahaan seperti biasa. Tapi kali ini, Hanna tampak sibuk mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
Sebelumnya ia tak menyadari, kalau orang orang selalu berbisik saat ia lewat. Dan sekarang, ia paham. Ternyata orang orang saling berbisik karena gosip itu. Sedangkan dia tak tahu apa apa, dan Hanna bahkan sering mengabaikan tatapan tatapan sinis orang orang terhadapnya belakangan ini.
Next >>>