
"Atur pertemuan dengan Claudia." Perintah Rey pada asisten Om Surya, ia tidak ingin buang buang waktu. Rey ingin secepatnya menyelesaikan masalah di perusahaan, agar ia bisa kembali ke London. Apa lagi, sudah seharian Hanna tetap tak bisa dihubungi, Hanna tak berada di perusahaan atau pun di rumah Shasya. Dan itu sangat membuat Rey khawatir dan tidak bisa tenang.
"Baik, Pak." Sahut asisten Om Surya, setelahnya langsung meninggalkan ruangan itu.
Rey kembali meraih ponselnya, mencoba menghubungi Hanna sekali lagi. Tapi tetap saja masih belum ada jawaban dari Hanna.
"****!" Rey meremas tengkuknya kasar. Rasanya ia ingin segera kembali terbang ke London detik itu juga.
"Ada apa?" Tanya Raffael, ketika ia masuk kedalam ruangan Rey dan langsung di sambut dengan tingkah Rey yang agak sedikit tampak aneh.
Rey berbalik, menghadap ke arah Raffael. Setelahnya ikut duduk di sofa bersama Raffael sambil melempar pelan ponselnya ke atas meja. Membuat Raffael semakin bertanya tanya.
Raffael hanya mengernyitkan keningnya, tapi tak bertanya. Apa yang membuat Rey tampak begitu gelisah.
Akhirnya ia memilih untuk melanjutkan pembahasan mereka tentang masalah yang sedang di alami perusahaan saat ini.
*
Dua hari kemudian, Hanna sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pengangkatan miom. Dan menjalani sisa pemulihan dirumah, menurut Dokter waktu pemulihan biasanya bervariasi antara 4 hingga 6 minggu lamanya.
Hanna meraih ponselnya yang masih tergeletak di atas sofa, persis seperti terakhir ia tinggalkan. Dan ternyata, ponselnya sudah dalam keadaan mati. Hanna menyambungkan ponselnya dengan penambah daya. Hanna langsung menghidupkan ponselnya setelahnya menghubungi Rey.
__ADS_1
"Kemana saja kau dua hari ini, Hanna!" Tanya Rey yang langsung mengangkat panggilan dari Hanna.
"Maaf Rey, aku-"
"Apa bisa Anda terima panggilan telponnya nanti saja! Bukankah kita harus membahas permasalahan kita sekarang?" Terdengar suara seorang wanita. Dan membuat Hanna langsung menghentikan kalimatnya.
"Nanti aku hubungi setelah ini selesai. Ingat untuk menerima panggilan dari ku, jangan menjauh dari ponselmu sejengkal pun!" Rey menekankan, setelahnya mematikan panggilan itu.
Pun dengan Hanna, yang kembali meletakkan ponselnya di atas nakas perlahan.
*
Rey kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya.
"Apa seperti ini cara Anda meminta maaf pada ku? Anda bahkan menerima panggilan telpon di tengah tengah pembicaraan kita?" Imbuh Claudia kesal.
Rey hanya menghela nafas.
Dan setelahnya, Claudia justru terkekeh.
"Apa kau takut padaku? Mengapa ekspresi mu sangat tegang seperti itu?" Lanjut Claudia sambil mengangkat gelas anggurnya.
__ADS_1
"Bukan.." Rey sedikit menyeringai. "Selain masalah ini, aku juga sedang punya masalah pribadi."
"Dengan kekasihmu?" Claudia memastikan.
Rey mengangguk pelan. "My wife!" Imbuhnya.
"Sial! Jadi ternyata dia sudah menikah!" Batin Claudia, ia padahal sudah berencana untuk mendekati Rey.
"Baiklah, jadi seperti apa kau akan menebus kesalahan perusahaan mu?" Lanjut Claudia, kembali dengan raut seriusnya.
"Apapun yang kau inginkan, asalkan kau bisa mencabut tuntutan mu dan melakukan konferensi pers." Imbuh Rey, dengan penimbangan yang matang.
"Kau yakin? Apapun yang aku inginkan?" Claudia memastikan.
"Tentu, Apapun!" Rey kembali menekankan.
Claudia tersenyum puas. "Baiklah, berikan aku waktu 24 jam untuk memikirkan apa yang aku inginkan. Aku akan menghubungi mu setelah itu."
"Baik.." Rey setuju, setelahnya ia pun langsung beranjak dari duduknya. Meninggalkan Claudia yang masih terus memperhatikan dari belakang.
Rey langsung mengeluarkan ponselnya dari saku jas nya, dan kembali menghubungi Hanna detik itu juga.
__ADS_1
Next >>>