
"Apa maksudnya ini, Yank? Kenapa kau mengadu pada Rey?" Tanya Raffael, ketika ia kembali ke apartemen dan mendapati Yayank sedang menunggunya di ruang tengah.
"Aku hanya penasaran, seperti apa wanita yang sangat kau gilai itu!" Balas Yayank. "Aku tidak tahu, kalau ternyata Rey-" Ucapannya menggantung, ia memang sudah bersiap untuk hal ini. Ia sudah menduga, Raffael pasti akan marah.
"Rey tidak tahu menahu tentang hal ini! Dan seharusnya kau tak perlu mengadu pada siapapun tentang masalah rumah tangga kita. Kenapa kau tidak bisa seperti, Hanna!" Bentak Raffael akhirnya.
Ya, Hanna.. Seberat apapun masalah yang ia hadapi, Hanna tak pernah mengadu pada orang lain. Selalu memendamnya, tak pernah merepotkan orang lain dalam setiap masalahnya. Dan itu mungkin salah satu hal yang membuat Raffael terus mengagumi gadis itu.
"Aku ya aku, Hanna ya Hanna. Jangan menuntut aku menjadi seperti dia." Yayank semakin emosi, karna bukan sekali dua kali. Raffael selalu membawa bawa nama Hanna di setiap pertengkaran mereka. "Apa gadis itu, Hanna!" Tebak Yayank akhirnya.
Raffael langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yayank. "Jangan asal menebak!" Pungkasnya. "Aku peringatkan, kau. Cukup ini yang terakhir. Kau akan tahu akibatnya jika sangat memaksa untuk tahu siapa gadis itu." Ancam Raffael, setelahnya berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Raffael, bahkan sampai membanting pintu apartemen dengan sekuat tenaga. Membuat Yayank terkejut, dan menghela nafas dalam. Raffael, akan selalu menghindar.
Yayank kembali menyeka air matanya, hatinya sangat sakit. Menikahi orang yang tak mencintai kita memang satu kesalahan besar. Sampai kapanpun, kita tidak akan pernah di hargai. Sekeras apapun pengorbananmu, kau tetap tak akan ada dimatanya!
*
"Kenapa kau melamun?" Tanya Rey, pada Hanna yang tampak termenung di tempat duduknya.
Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya mengernyit. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah pandangan Hanna tadi, dan ternyata itu mengarah ke arah hadiah yang diberikan oleh Raffael.
Dan itu membuat Rey kembali bertanya tanya. Mengapa Raffael memberikan hadiah sespesial itu untuk Hanna. Walaupun mereka berteman, tapi apa itu wajar?
__ADS_1
Rey kembali mengalihkan pandangannya ke arah Hanna yang sudah berbaring sambil membelakanginya.
Rey menghela nafas dalam, tak ingin menerka hal yang tidak tidak. Akhirnya, ia memilih untuk mengganti handuk kimononya dengan piyama. Setelah itu berbaring sambil memeluk Hanna.
*
Raffael, memilih menghabiskan waktunya di bar. Ia menjadi serba salah, benar yang dikatakan Rey. Pada akhirnya hanya akan ada yang tersakiti, dan itu benar. Bukan hanya Yayank, tapi juga dirinya. Raffael kembali meneguk cocktail yang berada di dalam genggamannya.
Raffael, bukan tidak pernah mencoba untuk melupakan Hanna. Ia sudah sangat berusaha untuk mengubur dalam dalam perasaan itu. Awalnya, ia pikir ia sudah berhasil, membuang semua perasaannya, dan akhirnya memilih untuk menikah dengan Yayank. Tapi nyatanya, ketika sosok Hanna kembali di hadapannya, disanalah ia kembali menyadari bahwa ia, tak pernah benar benar melupakan Hanna selama ini.
Raffael, menyibak rambutnya kasar. Merasa terbelenggu dalam ikatan tanpa cinta, dan itu sangat menyiksa. Ia merasa, keuputusannya benar benar salah. Setelah tegukan terakhirnya, Raffael merogoh ponsel dari saku celananya. Lalu memilih untuk mengirim pesan pada Yayank. 'Kita bercerai saja!' Pesan singkat itu berhasil terkirim. Raffael kembali menyimpan ponselnya ke tempat semula. Ia tidak mau tahu dengan balasan apa yang akan di balas oleh Yayank.
__ADS_1
Next >>>