
Saat jam kerja berakhir. Hanna langsung bergegas membereskan meja kerjanya. Sedangkan Rey, hanya memperhatikan gerak geriknya yang tampak terburu buru.
Grrttt ....
Ponselnya bergetar. "Iya, aku akan segera kesana." Imbuh Hanna saat menerima panggilan itu, lalu langsung mematikannya kembali dan memasukkan ponselnya kedalam tas.
Hanna, langsung keluar dan menuju ke mobilnya.
Sebelum ia sempat melajukan mobilnya, Rey tiba tiba saja masuk dan duduk di jok sampingnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Hanna sambil mengernyitkan keningnya.
"Mobilku mogok, jadi aku menumpang denganmu." Jawabnya santai.
"Tidak bisa! Aku sedang buru buru sekarang."
"Tidak apa apa, jangan perdulikan aku. Kau pergi saja dulu ke mana pun kau inginkan. Nanti setelah selesai dengan urusanmu, baru antar aku ke apartemen."
Hanna menghela nafas malas. "Kau naik taxi saja."
"Aku tidak mau!" Jawab Rey bersikeras.
Hanna melirik ke arah jam tangannya, ia tidak mungkin terus mengulur waktu. Shasya sudah menunggunya sedari tadi.
Hanna, melajukan mobilnya setelah berdengus kesal.
Mobil itu berhenti disebuah restoran. Hanna langsung turun, pun begitu dengan Rey.
__ADS_1
"Kau tidak mungkin akan mengikutiku sampai kedalam bukan?" Hanna mewanti wanti saat melihat Rey juga turun dari mobil.
"Aku akan makan malam, sambil menunggumu selesai." Imbuh Rey, lalu berjalan mengikuti langkah Hanna.
"Pastikan mejamu berjarak 30 meter dengan mejaku." Tegas Hanna.
"Emp!" Jawab Rey sekenanya.
Keduanyapun berjalan dengan arah yang berlawan.
Rey, langsung duduk di meja kosong yang berada di hadapannya. Lalu, kembali memperhatikan Hanna.
"Mommy..." Lucy, langsung berlari ke arah Hanna, saat melihat Hanna. Rey langsung terbelalak, ia bahkan sampai terperanjat dari duduknya.
Sedangkan Hanna, tatapannya langsung tertuju ke arah meja Shasya. Shasya langsung melambaikan tangan ke arah Hanna, sambil menunjukkan senyuman terbaiknya, dengan Bram yang juga sedang duduk disampingnya. Dan juga tersenyum ke arah Hanna dengan ramah.
"Apa dia anak kita?"
Pertanyaan itu langsung mengagetkan Hanna.
"Apa kau gila?" Jawabnya dengan cepat sambil menatap Rey tajam.
Hanna lalu menggendong Lucy yang sedang menggengam tangannya. Lalu berjalan menuju meja Shasya dan Bram.
Ia ikut bergabung dengan mereka.
"Untuk apa kau duduk disini?" Tanya Hanna, saat melihat Rey justru memilih untuk ikut bergabung dengan mereka.
__ADS_1
"Dia siapa Hanna?" Tanya Shasya penasaran, melihat Hanna tampak akrab dengan Rey.
"Perkenalkan, saya Rey. CEO Zillow Group." Rey langsung memperkenalkan diri.
"Oh.." Shasya terkekeh sambil menutup mulutnya dengan punggung tanganya. "Jadi Anda boss baru Hanna." Lanjutnya.
"Ya, bisa dikatakan begitu." Balas Rey, dengan tatapan terus saja tertuju ke arah Lucy yang kini berada di pangkuan Hanna. Gadis kecil itu pun terus membalas tatapan Rey.
"Jadi, apa sebaiknya kita pindah ke meja lain?" Bisik Shasya pada Hanna.
"Aku rasa, sebaiknya begitu." Balas Hanna, ikut berbisik.
Shasya mengangguk.
"Sayang, kau tunggu disini dulu dengan Papa ya." Imbuh Hanna, dan kembali membuat Rey terbelalak.
"Emp!" Lucy mengangguk. Lalu turun dari pangkuan Hanna, dan setelahnya berlari ke arah Bram.
"Sayang, sebentar ya." Imbuh Shasya pada Bram saat bangkit dari duduknya.
Rey kembali mengernyitkan keningnya. Rasanya ia di buat pusing dengan apa yang sedang disaksikannya sekarang. Ia benar benar tidak paham.
Hanna dan Shasya pun beranjak dari meja itu, dan memilih meja kosong lain.
"Jadi dia..." Tanya Rey pada Bram sambil melirik ke arah Lucy.
Next >>>
__ADS_1