My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Janji Tetap Harus Ditepati


__ADS_3

Setelah beberapa kata pembukaan, Mc pun mempersilahkan pengantin pria untuk memasuki dan menempati altar pernikahan


Ekspresi Hanna langsung berubah ketika melihat sosok pengantin pria yang baru saja menaiki altar pernikahan.


"Kenapa tak kau katakan, kalau ini ternyata pernikahannya Raffael." Ujar Hanna dengan ekspresi excitednya.


"Surprise.." Bisik Rey. Ikut tersenyum saat melihat Hanna tampak begitu terkejut dan tampak benar benar excited.


Sedangkan Tante Lalita, terus saja memperhatikan keduanya secara diam diam. Rey, sudah berjanji akan menceritakan semuanya nanti sepulang dari acar pernikahan ini. Maka dari itu, kini ia hanya bisa memperhatikan kedekatan keduanya yang bak seakan tak terjadi apa apa di antara mereka.


Raffael, mengedarkan pandangannya. Mencari sosok Rey! Ia ingin memastikan, sahabat nya itu menghadiri pernikahannya atau tidak. Pasalnya, Rey tak ada kabar semenjak dua hari yang lalu.


Tapi, ia justru di buat terkejut dengan apa yang ia lihat. Hanna, langsung tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya.


Gadis itu, bisa bisanya tersenyum seperti seakan tak pernah melakukan kesalahan.


Ya, ia telah melakukan kesalahan besar. Menghilang begitu saja, dan meninggalkan rasa kehilangan yang luar biasa di benak orang orang yang ditinggalkan.


Raffael, benar benar terkejut melihat Hanna berada di antara keramaian tamu yang hadir. Dan lagi, ia duduk disamping Rey! Pun begitu dengan Rey, yang kini sedang menunjukkan senyuman terbaiknya.


Sial! Andai saja tahu Hanna akan kembali. Raffael mungkin tidak akan menerima lamaran gadis ini. Gadis yang semenjak satu tahun terakhir terus saja mengejar-ngejarnya. Raffael yang putus asa pada Hanna pun, akhirnya begitu saja menerima lamaran gadis yang kini akan dinikahinya.


"Apa aku batalkan saja pernikahan ini?" Benak Raffael, yang ternyata masih menyimpan perasaan pada Hanna.


Waktu dimana pengantin wanita memasuki gedung dan berjalan menuju altar pernikahan pun tiba.


Semua tatapan, kini tertuju ke arah pengantin wanita yang sedang berjalan perlahan menuju altar. Kecuali Raffael, tatapannya justru tertuju pada Hanna. Yang sedang tertawa girang disana. Ya, sudah lama Raffael tak lagi melihat tawa bahagia itu.


Ekspresi para tamu jadi bertanya tanya, ketika Raffael justru melamun dan tak menyambut kedatangan pengantin wanita.


"Raf.." Panggil pengantin wanita, membuyarkan lamunan Raffael.


"Hah... " Raffael mengalihkan pandangannya dengan cepat. "Oh.." Ia langsung menyambut tangan pengantin wanita. Lalu berdiri berhadapan.


Kacau! Raffael benar benar melamun sepenuhnya. Ia bahkan juga gelagapan saat mengucapkan janji pernikahan.

__ADS_1


Hingga, waktunya sang pengantin berciuman. Raffael hanya mengecup kening pengantin wanita.


*


"Selamat ya.."


"Terimakasih.." Balas pengantin pada tamu yang memberikan selamat.


Raffael, sedang gugup menyambut kedatangan Hanna yang akan datang mengucapkan selamat.


Dari kejauhan, ia sudah dapat melihat. Hanna sedang berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Rey dan seorang gadis yang tak ia kenal.


"selamat bro!" Ucap Rey memberikan selamat.


"Hanna, sejak kapan kau-"


"Aku baru tiba kemarin." Jawab Hanna langsung memotong ucapan Raffael. "Selamat ya.." Hanna menjulurkan tangannya. Raffael dengan cepat langsung membalasnya. "Apa kau baik baik saja selama ini?" Tanyanya tampak serius.


"Jangan lama lama.." Rey langsung melepaskan dengan paksa jabatan tangan keduanya.


"Emp! Aku baik baik saja." Hanna terkekeh mendapati Raffael begitu mengkhawatirkannya.


"Terimakasih.." Balas Raffael berserta pengantin wanita yang terus saja tersenyum senyum sedari tadi. Tentu saja ia bahagia karena bisa menikah dengan orang yang ia cintai akhirnya.


"Dia ini...?" Tanya Raffael, penasaran mengapa gadis itu bisa berada di tengah tengah Rey dan Hanna.


"Calon pengantin, Rey." Bisik Hanna pada Raffael.


Raffael langsung menggigit bibir bawahnya, menahan tawanya yang akan meledak.


Sedangkan Rey langsung memasang wajah cemberutnya.


Berbeda dengan Lara, yang tersipu malu malu disana.


"Yank.." Imbuh Rey, yang langsung mendapatkan tatapan dari Hanna. "Selamat ya.." Lanjut Rey, menjulurkan tangannya ke arah pengantin wanita.

__ADS_1


"Yank...?" Hanna tampak bingung.


"Namanya Yayank!" Raffael sepertinya mengerti dengan kebingungan di wajah Hanna.


"Jadi..!" Ucap Hanna menggantung.


"Ya, dia wanita yang aku panggil, Yank. Saat di telpon tempo hari." Imbuh Rey, penuh penekanan.


Hanna langsung tertawa terbahak.


*


"Bagaimana, Ma. Apa Rey menghadiri pesta pernikahan Raffael?" Tanya Om Surya, pada istrinya yang sedang memijat keningnya dan terduduk lemas di sofa.


"Ya, dia menghadiri pernikahan Raffael." Jawab Tante Lalita, tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Lalu, apa Mama sudah perkenalkan Rey dengan Lara?" om Surya memastikan.


"Sudah.."


"Lantas apa pendapatnya." Om Surya tampak penasaran, walaupun sudah bisa menebaknya. Rey pasti akan menolaknya.


"Rey menghadiri pernikahan itu dengan Hanna." Pungkas Tante Lalita, dan langsung membuat Om Surya terbelalak.


"Bagaimana bisa?" Tanya Om Surya penuh tanda tanya.


"Entah, dia belum menjelaskan apapun. Dia akan kesini untuk menjelaskan semuanya, katanya. Tapi bukan itu masalahnya sekarang!"


Tante Lalita tampak gelisah.


"Lantas apa?"


"Mama sudah terlanjur menjodohkan mereka berdua, dan berjanji pada Yuni, pernikahan itu akan terselenggarakan tahun ini juga."


Om Surya, ikut memijat keningnya juga akhirnya.

__ADS_1


Sebagai orang terpandang, mereka tidak boleh ingkar janji sembarangan. Jika sudah berjanji, tentu mereka harus menepatinya.


Next >>>


__ADS_2