My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Merasa Beruntung


__ADS_3

Hanna tersenyum lebar ke arah Tante Lalita yang berada agak jauh darinya. Setelahnya, ia mulai memilih satu persatu perlengkapan bayi yang ia suka.


Baiklah, ia tidak akan sungkan lagi, dan tidak perduli dengan harga yang tertera disana.


Hanya beberapa langkah saja, trolinya sudah penuh.


Tante Lalita yang melihat troli yang didorong Hanna sudah penuh justru hanya terkekeh pelan.


Tidak cukup hanya disana. Tante Lalita juga membawa Hanna untuk membeli box bayi hinga permainan edukasi untuk bayi.


Mereka pulang dengan mobil yang dipenuhi dengan perlengkapan bayi.


Hanna, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Memiliki Tante Lalita yang begitu perduli dengan dirinya dan juga bayinya, dan itu paling tidak bisa mengalihkan rasa sebalnya pada Rey. Yang sudah beberapa hari tak pernah lagi menghubunginya.


"Apa masih ada yang belum dibeli, Ma?" Tanya Hanna, ketika mobil itu melaju ke arah yang berbeda dari arah jalan pulang ke rumah Rey.


"Tidak.. Mama rasa semuanya sudah lengkap."


"Lalu? Kita akan kemana lagi sekarang?" Tanya Hanna lagi.


"Kau akan tahu nanti." Jawaban yang sedikit menimbulkan pertanyaan di benak Hanna.

__ADS_1


Tak lama, mobil itu masuk ke perkarangan Apartemen mewah.


"Ayo, kita sudah sampai." Imbuh Tante Lalita, ia turun terlebih dulu.


Masih dengan ekspresi bingungnya, Hanna hanya mengikuti langkah Tante Lalita tanpa bertanya lagi.


Mereka masuk kedalam salah satu unit Apartemen.


"Bagaimana? Kau suka?" Tanya Tante Lalita, setelah mempersilahkan Hanna untuk masuk ke sana.


"Em!" Hanna mengangguk. "Apartemennya bagus." Imbuh Hanna, sambil terus memperhatikan setiap sudut Apartemen itu.


"Syukurlah kalau kau suka, jika tidak kita akan lihat unit yang lain." Ujar Tante Lalita, sambil memanggil seseorang melalui panggilan telponnya.


"Pak, bawa barangnya kesini." Ucap Tante Lalita, setelah itu kembali mematikan panggilan itu. "Ini hadiah pernikahan kalian." Ujar Tante Lalita akhirnya, seakan mengerti dengan kebingungan yang tergambar jelas dari raut wajah Hanna.


Hanna terlonjak dari duduknya. "Apa, Ma?"


"Kenapa kau sangat terkejut?" Tante Lalita terkekeh.


"Tapi.." Ucap Hanna terputus. Hubungannya dengan Rey saja masih belum jelas, akan kemana akhirnya hubungan itu. Apalagi Rey saat ini terlihat semakin dekat dengan Myesa. Buktinya saja, demi agar tidak terganggung dengan keberadaan Hanna di Paris, ia bahkan sampai memilih untuk meninggalkan Hanna.

__ADS_1


"Apanya yang tapi?" Tanya Tante Lalita membuyarkan lamunan Hanna.


"Ini terlalu berlebihan." Jawab Hanna polos.


Membuat Tante Lalita terbahak akhirnya. "Mama paham, setelah menikah kalian pasti butuh ruang dan privasi. Hubungan kalian akan lebih harmonis, tanpa ada yang menggangu." Imbuh Tante Lalita masih dengan kekehan kecilnya.


Tak lama, supir Tante Lalita datang membawakan barang perlengkapan bayi yang berada didalam mobil ke dalam Apartemen itu.


"Ayo, kita susun barangnya di kamar bayi." Ajak Tante Lalita, sambil meraih tangan Hanna.


Hanna mengangguk, lalu mengikuti langkah Tante Lalita. Benar benar tak disangka, Apartemen mewah yang sudah lengkap dengan semua perabotannya itu bahkan juga sudah memiliki kamar bayi dengan dekorasi super unik. Hanna langsung tersenyum sumbringah ketika melihat kamar bayi itu. Sangat sesuai dengan seleranya.


"Kau suka?" Tante Lalita kembali memastikan.


Hanna mengangguk cepat. "Suka banget, Ma." Imbuh Hanna, dengan pelupuk mata yang mulai berkaca-kaca. Selain bahagia, Hanna juga terharu.


Merasa anaknya sangat beruntung, akan memiliki nenek dan kakek sebaik Tante Lalita dan Om Surya. Yang begitu sangat perduli padanya. Walaupun Hanna belum tahu, akan seperti apa Rey memperlakukan anaknya nanti. Tapi paling tidak, dia sudah memiliki nenek dan kakek yang bisa dijadikan tempat mengadu.


*


"Nous avons soigné la plaie, car l'incision est très profonde, il faut donc un peu de temps pour récupérer." (Kami sudah menangani lukanya, karena sayatannya sangat dalam maka membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk pemulihan.) Ucap si Dokter yang baru saja menangani Myesa di ruang operasi. Myesa benar benar tak tanggung tanggung menyayat tangannya. Hingga membutuhkan jahitan dan penanganan ekstra, sayatan itu bahkan membuat beberapa uratnya putus. Dan membuat jari-jarinya akan sulit di gerakkan secara normal.

__ADS_1


Rey hanya bisa terdiam tanpa bisa berkomentar apapun. Dia tidak habis fikir, Myesa benar benar melakukan hal sekonyol itu.


Next>>>


__ADS_2