My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Opposite Direction


__ADS_3

Pulang bekerja, Rey langsung disabut dengan rangkulan dilehernya dari Hanna yang tiba tiba saja bermanja disana.


Tanpa aba aba, sebuah kecupanpun langsung mendarat dengan lembut dibibir Rey.


Kedua sudut bibir Rey langsung tertarik ke atas, lalu menatap lekat ekspresi Hanna yang tampak nakal.


"Aku punya sesuatu untukmu." Imbuh Hanna, lalu melepaskan rangkulannya, berganti dengan sebuah tarikan di pergelangan tangan Rey.


"Apa?" Rey tampak penasaran, namun ia terus mengikuti langkah Hanna yang justru membawanya ke kamar mandi.


"Taraaa.." Sambil melebarkan kedua tangannya, Hanna memperlihatkan kamar mandi yang sudah ia persiapkan sedemikian rupa. Bathtub yang telah terisi air hangat lengkap dengan busa yang berlimpah dan taburan kelopak mawar. Eucalyptus Mint Candle Wax, lilin aromaterapi juga sudah dinyalakan. Sehingga, saat masuk kedalam kamar mandi akan langsung disambut dengan harumnya yang menyegarkan.


"Biar aku bantu," Imbuh Hanna, lalu membuka jas Rey dan juga dasinya. Hanna keluar dari kamar mandi, meletakkan jas dan dasi itu pada tempatnya.


Sedangkan didalam sana, Rey mulai membuka kancing kemejanya satu persatu dan bersiap untuk mandi.


Sesaat kemudian, Hanna kembali masuk kedalam kamar mandi. Lengkap dengan lingerie menerang hingga tembus menampakkan lekuk tubuh indahnya. Membuat Rey yang melihatnya langsung tersipu dan bergairah.


"Sepertinya kau sudah mempersiapkan semuanya." Rey langsung merangkul tubuh Hanna dan membawa wanita itu jatuh kedalam pelukannya, pun dengan sebuah ciuman mendarat hangat di leher jenjang Hanna. Membuat wanita itu menggeliat lengkap dengan ******* pelannya.


"Get me pregnant." Bisik Hanna lembut.


*

__ADS_1


Pagi pagi sekali, Hanna sudah bersiap untuk mulai bekerja di hari pertamanya. Ia begitu bersemangat, walaupun masih disibukkan dengan rutinitas paginya.


"Biar saya aja, Non." Pinta Mbak Ati, yang pekerjaan paginya kini telah di ambil alih oleh Hanna.


"Nggak apa apa Mbak, Mbak beberes aja." Sambil menunjukkan senyuman terbaiknya. Hanna ingin menyiapkan sarapan untuk Rey dengan spesial. Agar hari ini, ia bisa bersemangat menjalani harinya.


"Sayang, ada panggilan tak terjawab di ponselmu." Nah kan, setelah apa yang dilakukan Hanna semalam, kini panggilan sayang kembali keluar dari bibir Rey yang sudah lama tak memanggil Hanna dengan sebutan itu.


"Siapa sayang?" Tanya Hanna, yang masih sibuk menata meja makan akan terlihat menarik.


"Entah, saat aku keluar dari kamar mandi, panggilannya sudah berakhir." Rey menyodorkan ponsel pada Hanna.


Lalu duduk di kursi meja makan setelah Hanna menerima ponselnya.


"Siapa?" Tanya Rey, yang tampaknya juga ikut penasaran.


"Shasya," Jawab Hanna, lalu mencoba menghubungi balik. Namun, tak ada jawaban.


Hanna mencoba sekali lagi, namun tetap saja tak ada jawaban.


"Nanti coba hubungi lagi, sebaiknya kau sarapan dulu sekarang. Kita harus segera ke kantor." Ujar Rey kemudian, dan memulai sarapannya.


Hanna mengangguk, lalu meletakkan ponselnya disamping. Setelahnya ikut menikmati sarapannya.

__ADS_1


"Masakan mu tak pernah mengecewakan." Puji Rey akhirnya.


*


Sesampainya di kantor, Hanna tak dapat menyembunyikan ekspresi bahagianya. Akhirnya, ia tak merasa suntuk lagi hanya berada dirumah seharian.


Langkah Rey terhenti, setelah memasuki perusahaan. Ia memeriksa jam yang melingkar di tangannya, lalu juga ikut memeriksa ponselnya setelah itu.


"Kau menunggu seseorang?" Tanya Hanna, yang juga ikut menghentikan langkahnya.


Rey mengangguk, "Kau duluan saja, departemen pemasaran sudah tahu kau akan mulai bekerja hari ini." Imbuh Rey, lalu mengedarkan pandangannya.


"Emp, baiklah.." Hanna, baru saja melangkah beberapa langkah.


"Rey.." Panggil seseorang akhirnya, dan membuat Hanna kembali menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang.


"Maaf aku terlambat." Imbuh wanita itu, yang tak lain adalah Yayank.


"Tak masalah, ayo." Ajak Rey setelahnya dan mulai melangkah bersama.


Sedangkan Hanna, masih berdiri di tempat semula dan memperhatikan keduanya berjalan ke arah yang berlawanan dengan nya.


Next ✔️

__ADS_1


__ADS_2