My Boss, Is My Husband

My Boss, Is My Husband
Arah Yang Berlawanan


__ADS_3

"Kau mau makan apa?" Tanya Rey, ketika mereka sudah duduk disalah datu meja, dikanton.


"Emm apa saja." Jawab Hanna, dengan tatapan justru mengarah ke arah sekelompok orang orang yang tampaknya sedang membicarakannya.


"Kau sedang lihat apa?" Rey menoleh ke belakang.


"Tidak ada!" Jawab Hanna cepat.


Rey mengernyitkan keningnya, lalu tersenyum. "Baiklah, kau tunggu disini." Rey baru saja akan beranjak. Tapi dengan cepat Hanna kembali menghentikannya.


"Tidak, biar aku saja." Ujar Hanna, setelah itu langsung bergegas. Untuk mengambil makanan.


"Tapi-" Ucap Rey terputus, ketika melihat Hanna terus saja berjalan tanpa menoleh.


Hanna kembali, sambil membawa dua nampan sekaligus.


"Terimakasih.." Ucap Rey, sambil membantu Hanna meletakkan napan itu di atas meja.


"Aakk..." Imbuh Rey, sepertinya ia terbawa suasana tadi pagi. Sampai sampai berinisiatif untuk menyuapi Hanna lagi.


Tapi Hanna langsung menghindar. "Tidak terimakasih." Ucap Hanna sambil menggeleng pelan.


Rey terkekeh canggung, ketika mendapati penolakan itu.


Hanna makan dengan cepat, bak di kejar.


"Pelan pelan makannya. Nanti kau sakit perut." Rey mengingatkan.


"Empp.." Jawab Hanna. Tapi tetap saja makan dengan terburu-buru. "Aku sudah selesai, aku ke ruangan duluan." Hanna bangkit, lalu membawa napan itu untuk diletakkan di tempat penyimpanan napan kotor. Setelahnya, ia langsung bergegas ke ruangan tanpa menunggu Rey.


Hanna tidak tahan berada lama lama di kantin. Ketika orang orang terus saja memperhatikan gerak geriknya.

__ADS_1


"Ada apa dengan anak itu? Mengapa mood nya selalu berubah-ubah." Gumam Rey, sambil terus memperhatikan Hanna yang berjalan semakin menjauh dari kantin.


Setelahnya, ia memilih untuk kembali menikmati makan siangnya.


*


Saking terburu burunya, Hanna sampai bertabrakan dengan Sally.


"Auu.." Pekiknya sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena terbentur dengan Sally.


"Apa kau tak punya mata?" Bentak Sally.


"Kau tak apa-apa?" Raffael langsung menghampiri, ketika melihat Hanna sepertinya sedang merikuk kesakitan sambil memegangi perutnya. Saat itu kebetulan ia sedang berada tak jauh dari tempat Hanna dan Sally bertabrakan.


Hanna tak menjawab. Ia hanya menggeleng pelan. Tapi ia tetap saja meringkuk.


Sedangkan Sally, hanya menatapnya heran.


*


"Bagaimana keadaannya, Dok?" Tanya Raffael pada Dokter yang menangani Hanna, dengan raut wajah paniknya.


"Tidak apa apa, pasien hanya mengalami kram ringan. Itu memang biasa terjadi di usia kehamilannya sekarang."


Raffael menghela nafas lega.


"Anda suaminya?" Dokter tersebut memastikan.


"Bukan, temannya." Jawab Raffael, yang sempat terdiam beberapa saat.


Dokter itu langsung menunjukkan ekspresi bingungnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, pasien hanya perlu istirahat saja untuk beberapa hari ini." Lanjut Dokter tersebut, setelah itu permisi dari sana.


Saat Raffael kembali ke bad Hanna. Hanna baru saja turun dari badnya.


"Kau mau kemana?" Tanya Raffael, memastikan. Barangkali saja Hanna mau ke kamar mandi.


"Pulang! Kata Dokter aku tidak apa apa. Hanya kram ringan." Imbuh Hanna, setelah itu beranjak dari sana. Walau sedikit tertatih.


"Tapi kau tetap saja harus istirahat." Raffael langsung memapah Hanna.


"Aku bisa istirahat dirumah." Ujar Hanna.


"Apa yang terjadi?" Tiba tiba saja, Rey sudah berada di hadapan Hanna.


Hanna langsung menoleh ke arah Raffael.


"Kau yang memberitahunya?" Selidik Hanna.


"Jadi kau berharap aku tidak tahu?" Ucap Rey, sedikit kesal.


"Tentu saja dia harus tahu, kau tanggung jawabnya sekarang." Sahut Raffael.


"Jadi kau merasa keberatan, karena harus membawaku kerumah sakit? Apa aku memintanya? Apa aku memintamu untuk melakukannya." Nadanya sedikit meninggi.


Kedua pria itu langsung saling tatap tatapan. Lengkap dengan kening yang mengernyit.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana keadaanmu? Kau baik baik saja?" Rey kembali bertanya pada Hanna.


"Aku mau pulang sekarang." Hanna kembali melanjutkan langkahnya.


Rey akhirnya ikut memapah Hanna dari arah berlawanan dengan Raffael.

__ADS_1


Next >>>


__ADS_2