
Sebuah gedung disulap begitu indah dan mega. Tamu-tamu berdatangan, satu persatu memasuki gedung yang dijadikan tempat pesta. Ballroom telah dipenuhi oleh para tamu. Jasmine dan Stevano sang Tuan dan Nyonya pemilik acara tampak sibuk menyambut para tamu undangan.
Beberapa reporter yang diizinkan meliput acara itu, kini bahkan sudah terlihat standby di posisinya masing-masing.
Masih teringat di benak beberapa orang yang menyaksikan bagaimana pernikahan Stevano dan Jasmine dulu, dimana Jasmine langsung ditinggalkan begitu saja oleh mempelai pria yang dikabarkan cacat sesaat setelah dinyatakan sah. Dan sekarang sepasang manusia itu hidup bahagia, dan lihat anak-anaknya yang begitu tampan dan cantik, semuanya tampak jadi sorotan.
Anak pertama mereka, Zavira dan Raefalno anak angkatnya juga jadi sorotan malam ini, apalagi ini untuk pertama kalinya kedua pasangan itu tampil sebagai sepasang suami istri di depan publik. Vira begitu cantik dengan gaun yang dikenakan, aura benar-benar terpancar, serasi dengan Alno yang juga terlihat begitu tampan dengan setelan jas berwarna senada dengan gaun sang istri.
Begitu pula dengan Vian, Zio, Cinta, Zeline yang datang bersama.
Tak lama, sosok Keanu Anderson putra pertama Maxime Anderson yang tak lain adalah keponakan sang pemilik acara juga tengah menjadi sorotan malam ini karena datang bersama seorang gadis cantik, gadis yang sering muncul dimana-mana, dialah seorang model bernama Sheira Adelia Tan. Sebagian orang tahu jika mereka sudah menjadi sepasang suami istri belum lama ini.
Maxime dan Istrinya Florencia, juga mengalihkan perhatian mereka, kemudian disusul dengan William dan Tiffa, Alex dan Liana, Liora bersama sang suami, dan anak-anaknya. Tidak lupa dengan orang kepercayaan Stevano siapa lagi jika bukan Jason dan Istrinya Lily. Tak lama sahabat Jasmine, Alvaro juga tampak terlihat datang bersama Dahlia, dan juga Alan yang datang bersama Dea.
Dan yang terakhir menjadi sorotan adalah saudara kembar Zavira, siapa lagi jika bukan Zavier Gottardo yang malam ini hanya datang sendiri. Dan hal itu membuat pusat perhatian para gadis dan orang tua yang memiliki seorang putri yang ingin menjodohkannya dengan Vier. Apalagi mereka semua sama sekali tidak pernah mendengar hubungan asmara putra Stevano dan Jasmine itu, karena Vier benar-benar tidak pernah mengumumkan hubungannya bersama Sheira dulu. Vier benar-benar menjaga privasinya dan hanya orang-orang terdekatnya saja yang tahu. Mendapat sorotan juga tatapan memuja para gadis, nyatanya Vier tampak tidak peduli dengan semua itu.
*
*
*
"Kak, aku lapar," bisik Vira di telinga suaminya.
Alno tersenyum, "Ya sudah ayo cari makan," ujarnya kemudian sepasang suami istri memisahkan diri dari para tamu dan keluarga kemudian berburu makanan.
Di saat keluarga besarnya sibuk jadi sorotan, Alno dan Vira justru sibuk menikmati hidangan yang disediakan. Belakangan ini, selera makan keduanya memang sedang naik.
"Hai Al," sapa seseorang menyapa Alno yang sudah puas menikmati berbagai makanan yang ada.
"Hai Kevin," balas Alno menyapa teman kuliahnya yang juga anak dari rekan bisnis papanya.
"Hai Vira," kini giliran pria itu menyapa Vira.
__ADS_1
"Hai," balas Vira tersenyum sambil mengingat-ingat siapa pria yang bernama Kevin itu.
"Ya sudah aku kesana dulu," pamitnya dan kemudian pergi meninggalkan Alno dan Vira.
"Siapa Kak?"
"Yang mana?"
"Itu tadi yang menyapa kita," jawab Vira menunjuk Kevin dengan dagunya.
"Oh itu Kevin, masa kamu tidak ingat sih sayang, dia dulu sering main ke rumah loh, yang suka jahilin Zeline," kata Alno mengingatkan sosok Kevin pada istrinya.
Vira tampak berfikir, "Oh Kak Kevin? Iya, iya aku ingat sekarang, habisnya Kak Kevin kelihatan beda, dia semakin tampan soalnya."
Mendengar itu, Alno langsung memandangi Vira.
Vira tersenyum, enggak kok, Kak Alno yang lebih tampan, pokoknya bagi aku Kak Alno yang paling tampan," ucap Vira meralat ucapannya.
"Kak Alno, sakit," kata Vira mengelus pipinya dengan bibir yang mengerucut, hingga spontan Alno mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
Tapi dengan cepat, Vira menutup bibir suaminya dengan telapak tangannya.
"Kak ingat banyak orang," kata Vira mengingatkan.
"Biarkan saja, kan sudah sah sayang," ucap Alno enteng.
"Kakak, malu tahu," Vira mencubit perut Alno dan bukannya marah, Alno justru tergelak mendengar nada bicara istrinya yang malu-malu dengan wajah yang memerah.
*
*
Pesta sudah selesai hampir tengah malam, dan semua sudah memutuskan kembali ke rumah masing-masing begitupun dengan Alno dan Vira.
__ADS_1
Alno menghentikan mobil tepat di belakang mobil papanya, sementara Vian di belakangnya bersama Zeline, dan Vier jangan tanyakan dia, karena dia menolak untuk diajak pulang ke rumah, dan semuanya pun terpaksa menyetujui permintaannya.
Alno menoleh ke sampingnya, dan ternyata sang istri tampak tertidur lelap.
Alno turun dan berlari kecil mengitari mobil dan membuka pintu. Kemudian di angkatnya tubuh sang istri yang tidak terusik sama sekali.
"Vira tidur?" Tanya Jasmine tanpa suara dan Alno pun hanya mengangguk dan kemudian berpamitan untuk ke kamarnya terlebih dahulu dan langsung diiyakan oleh mamanya.
"Ma, Ze juga mau ke kamar ngantuk banget rasanya," pamit di anak gadis Jasmine.
"Iya sayang, kalian langsung istirahat saja ya, kalian pasti lelah," kata Jasmine yang mendapat anggukan dari putrinya itu.
Zeline yang juga naik ke atas menuju kamarnya membantu membukakan pintu kamar Alno, saat melihat kakaknya itu kesusahan.
"Terima kasih sayang," ucap Alno pada adiknya, dan Zeline hanya mengangguk kemudian dengan langkah gontai dirinya masuk ke kamarnya karena benar-benar sudah mengantuk.
Alno dengan pelan dan hati-hati, membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang king size miliknya.
Setelah menyelimuti Vira, Alno menuju ke walk in closet untuk mengganti bajunya, dan begitu selesai kembali ke tempat tidur dimana istrinya masih terlelap.
Alno merebahkan diri di samping Vira, menopang kepala dengan satu tangannya, dilihatnya wajah sang istri yang tampak tidur dengan tenang.
"Maafkan Kakak ya sayang, kamu selama ini pasti terluka, dan makasih karena kamu tetap selalu ada di sisi Kakak," gumam Alno sambil menyelipkan helaian rambut Vira ke belakang telinga wanita itu.
Alno terkejut ketika Vira tiba-tiba memeluknya erat. Tapi itu tak lama, karena Alno kemudian tersenyum setelahnya dan balas memeluk sang istri erat. Diciumnya kening Vira sebelum dirinya menyusul sang istri ke alam mimpi.
*
*
Vira menggeliat, tubuhnya terasa sangat lelah. Kemudian dirinya menoleh ke sampingnya, di sana Alno masih tertidur, rambutnya terlihat acak-acakan. Nafas Alno terdengar teratur. Sebenarnya Vira suka diam-diam mengamati suaminya yang tidur seperti ini, baginya Alno seperti bayi, lucu dan menggemaskan.
Vira menoel-noel hidung Alno, tapi tampaknya suaminya itu masih nyaman dan nyenyak dalam tidurnya. Buktinya Alno tidak langsung bangun saat dirinya melakukan itu. Karena biasanya Alno akan terbangun tak lama setelah Vira membuka mata, kalau tidak bahkan Alno lebih sering terbangun lebih dulu. Berhubung melihat suaminya yang masih tampak lelap, akhirnya Vira memutuskan untuk tidak mengganggu tidur suaminya lagi, dan memilih mengamati suaminya lamat-lamat, menikmati pemandangan wajah tampan Alno lebih lama lama dari biasanya.
__ADS_1