My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 105


__ADS_3

"Kamu disini juga?" 


"Iya, ini mau keluar," jawab Vier.


"Hmm sayang, dicari Ken dan Sheira, mereka mau pamit, katanya mau pergi ke bandara sekarang," kata Alno dan hal itu spontan membuat langkah Vier berhenti. Apalagi saat Vier kebetulan melihat dua orang yang dimaksud kakaknya tadi sudah ada di hadapannya. Awalnya ekspresi Vier berubah, tapi tak lama dia kembali terlihat biasa-biasa saja, dan memutuskan melanjutkan langkahnya tidak menyapa keduanya sama sekali.


"Vier," panggil Ken pada sepupunya itu.


Vier kembali berhenti, bahkan Vira dan Alno yang mendengar suara Ken langsung keluar.


"Kami pamit," ucap Ken dan Sheira hanya diam menunduk.


"Hmmm hati-hati," jawab Vier yang kemudian segera pergi karena jika tidak rasa di dalam dadanya akan semakin sesak.


Melihat punggung Vier, Ken menghela nafasnya, kemudian berbalik dan melihat keberadaan Vira dan Alno yang berdiri tidak jauh darinya. Pasangan suami istri berpamitan akan kembali ke negara asal Bunga.


"Vier bilang, dia hanya butuh waktu kak," kata Vira yang saat ini hanya berdua dengan suaminya.


"Iya Vier hanya butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya, semoga dia bertemu seseorang yang lebih baik dari Sheira," ucap Alno penuh harap.


**


"Ma, Pa, sepertinya Alno dan Vira akan langsung pindah setelah rumah selesai dibangun," ujar Alno meminta persetujuan mama dan papanya setelah membicarakan hal ini berdua dengan istrinya.


"Kenapa harus pindah? Kenapa tidak tinggal disini saja?" Tanya Jasmine yang merasa keberatan dengan permintaan anaknya.


"Ma, lagian kan rumahnya juga dekat dari sini, Vira dan Kak Alno akan sering-sering membawa Aira main kesini juga," kata Vira membantu suaminya bicara.


"Sayang," Stevano menggenggam tangan Jasmine membuat wanita ibu dari kelima anaknya itu menoleh dan menatapnya.


"Tapi sayang, kan kita baru menghabiskan waktu juga sama Aira," jawab Jasmine dengan wajah yang memelas.


"Ma, lagian kan masih lama juga, rumah juga belum lama dibangun," kata Alno lagi.


Jasmine kemudian menghela nafasnya, "Baiklah, tapi janji ya harus sering-sering main kesini," kata Jasmine pada akhirnya.


*


*


Lima tahun kemudian


"Sayang! Aira! papa pulang" Kata Alno memanggil istri dan anaknya.


"Sstt, Kakak jangan keras-keras ngomongnya, tuh Aira sedang tidur!" Kata Vira menunjuk putrinya yang tertidur di karpet seusai bermain. Mungkin gadis kecil itu kelelahan.


"Oops maaf sayang," kata Alno dengan suara pelan.


"Iya tidak apa-apa," Vira kemudian menyelimuti putrinya dengan selimut yang baru saja dia ambil.

__ADS_1


Alno mendekat dan mengecup kening putrinya dengan hati-hati, dilanjut mencium pipi istrinya. 


"Hmm itu Kakak bawa apa?" Tanya Vira kepada suaminya yang baru saja pulang dari kantor dan membawa sebuah paper bag.


"Oh ini," Alno mengangkat paper bag yang dibawanya.


"Ini tadi Kakak beli kue kesukaan Aira, eh ternyata Aira nya malah tidur."


"Ya udah sini biar aku simpan di kulkas dulu."


"Oh ya kamu sedang apa sayang?" Alno mengikuti sang istri ke dapur, agaknya hal itu menurun dari kebiasaan papanya yang dulu sering mengikuti mamanya.


"Ini aku tadi sedang masak buat makan malam."


"Memangnya kamu tidak lelah? Tadinya biar Bibi saja yang memasak."


"Tidak lelah kok Kak, aku ingin seperti mama, apapun yang dimakan suami dan anak aku harus dengan tanganku sendiri, hmm selagi aku bisa melakukannya."


Alno tidak bisa tahan jika tidak mencium istrinya saat itu juga, saat Vira mengatakan hal seperti itu, Alno benar-benar terharu dan merasa amat beruntung bisa memiliki Vira sebagai istrinya.


"Oh iya, Kakak mau mandi sekarang? Biar aku siapin dulu baju gantinya."


"Nanti saja deh, Kakak masih kangen sama kamu," kata Alno memeluk Vira dari belakang, meletakkan dagunya di bahu sang istri.


"Bisa aja gombalnya, tiap hari ketemu juga."


"Aku tidak gombal sayang, itu memang kenyataan, lagian kalau misalnya kakak gombal juga tidak masalah, kan gombalnya sama istri sendiri, istri kakak yang cantik, manis, baik hati, pintar masak, dan yang paling penting, pintar ngurus aku sama Aira."


Setelah melepas rasa rindunya, Alno baru beranjak untuk mandi, dan Vira pun sigap menyiapkan segala keperluan suaminya. 


Saat Vira sedang mengeringkan rambut suaminya dengan handuk kecil, tiba-tiba putri kecil mereka tampak membuka pintu kamar dan langsung berlari begitu melihat papanya. Alno tersenyum dan mengangkat Aira, mendudukan sang putri di pangkuannya.


"Papa kapan pulang, Kok Aira tidak tahu?" Kata gadis kecil itu yang kini sudah memeluk papanya.


Vira hanya bisa mengalah, jika putrinya sudah dalam tahap manja seperti itu. 


"Kan tadi Aira tidur, makanya Aira tidak tahu," jawab Alno mengelus rambut panjang putrinya.


"Kenapa Papa tidak bangunin Aira? Kan papa bisa bangunin Aira, Aira juga pasti bangun kok."


"Aira tidurnya nyenyak, Papa tidak mau ganggu tidur Aira, Aira pasti lelah karena sudah seharian bermain, Papa tidak tega bangunin Aira, oh ya Papa tadi bawa kue kesukaan Aira loh," kata Alno mencoba mengalihkan pembicaraan, biasanya dengan itu, putrinya akan langsung tertarik.


"Beneran? Terus kuenya mana?" 


"Kuenya di kulkas sayang, tapi sebelum makan kue nya Aira mandi dulu yuk sama Mama," kini Vira mendekat ke arah putrinya setelah tadi meletakkan handuk kecil yang dipakainya untuk mengeringkan rambut Alno.


"Tidak mau, Aira mau makan kuenya sekarang!"


"Aira, ini sudah sore loh sayang, keburu malam, Aira mau badannya sakit-sakit karena mandi kemalaman?"

__ADS_1


"Tidak mau, tapi Aira mau makan kuenya dulu Ma," kata bocah itu dengan mata yang berkaca-kaca dan Vira hanya bisa menghela nafasnya.


"Biar aku saja yang bujuk Aira sayang," kata Alno yang mengerti, Vira hanya mengangguk dan meninggalkan keduanya untuk melanjutkan apa yang tadi dilakukannya.


Seusai Vira menyiapkan makanan di meja makan, tampak Alno menggendong Aira, dan gadis kecilnya itu, sudah cantik saja, memang untuk urusan membujuk putrinya itu, Alno lebih jago darinya, karena Aira lebih menurut kepada papanya daripada mamanya.


"Makan dulu ya, kue nya nanti setelah makan," kata Alno pada putrinya dan Aira pun menatap papanya tersenyum dan mengangguk.


"Oh ya Pa, besok Mama sama Aira akan cari sekolah Aira, Papa mau ikut tidak?" Tanya Vira setelah mereka selesai makan dan kini ketiganya sedang menemani putrinya menonton televisi.


"Papa ikut ya?" Aira yang mendengar ucapan mamanya langsung menatap papanya berharap papanya akan ikut.


"Baiklah Papa ikut, hmm, tidak menyangka ya putri Papa sudah mau masuk ke taman kanak-kanak saja, padahal rasanya baru kemarin Papa menggendong Aira yang masih bayi," kata Alno mencium puncak kepala putrinya dan Vira pun membenarkan apa kata suaminya.



Pagi-pagi sekali Vira terbangun karena merasa perutnya yang bergejolak. Vira segera menyingkap selimutnya dan berlari ke kamar mandi.


Alno yang melihat istrinya berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa segera turun dan menyusulnya.


"Sayang, sayang kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Alno mengetuk kamar mandi apalagi saat mendengar istrinya tengah muntah-muntah.


Tak lama pintu terbuka, wajah Vira begitu pucat.


"Kak kepalaku…"


Belum menyelesaikan ucapannya Vira lebih dulu terjatuh tidak sadarkan diri, untungnya Alno dengan sigap menangkap tubuh istrinya.


Dengan panik Alno segera membawa Vira ke rumah sakit, dan meninggalkan putrinya yang masih tertidur bersama bibi.


"Selamat Tuan, istri Anda hamil," kata dokter yang membuat senyum langsung terukir di bibir Alno.


"Kak," Vira akhirnya sadarkan diri, Alno mendekat dan langsung memeluk istrinya.


"Selamat sayang, kamu hamil, Aira akan punya adik, makasih ya sayang," ucap Alno kepada istrinya, dan keduanya tersenyum bahagia.


Hidup terus berjalan, tidak ada hidup yang berjalan mulus-mulus saja, ada aja rintangan, entah itu sakit, kecewa, sedih terluka yang selalu mengiringi hidup kita, asal kita yakin pada diri kita sendiri, percaya pada apa yang sudah kita pilih dan putuskan, maka semuanya akan tergantikan dengan hal baik di masa kedepannya.


🍀 TAMAT🍀


Terima kasih yang setia sama karya 1PM


dari cerita :


Stevano-Jasmine


Max-Bunga


Jason-Lily

__ADS_1


Alno-Vira


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam menulis cerita ini, terima kasih dukungannya dan jangan lupa untuk berikan like dan komennya. Dan Bisa mampir juga nih di kisah Vier di novel yang berjudul Love Revenge. Terima kasih..


__ADS_2