My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 37


__ADS_3

Vira membolak-balikan badannya tidak bisa tidur. Perkataan Kakaknya terngiang-ngiang dibenaknya. Vira benar-benar bingung harus bagaimana, di satu sisi ucapan Alno memang ada benarnya, tapi disisi lain, Vira belum siap, apalagi orang-orang tahunya mereka saudara. Bukankah lebih baik mengenalkan dulu sebagai kekasihnya? Itulah yang Vira maksudkan pada Kakaknya, Vira ingin mencoba dengan berpacaran lebih dulu, apa itu salah?


Vira bangun dan duduk, jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul satu malam, lama terdiam dengan berbagai macam pikiran, hingga Vira kemudian mengacak rambutnya frustasi, "Aku harus bagaimana?" Gumamnya lalu kembali berbaring dengan posisi telentang.


Vira memandangi langit-langit kamarnya, "Aku harus kembali mempertimbangkan hal ini dengan baik, aku tidak ingin Kak Alno jauh dariku lagi, tapi apa dengan menikah secepat ini, padahal kita baru saja bertemu lagi, setelah 6 tahun berpisah," Vira terus berbicara pada dirinya sendiri.


Lama-lama, tenggorokan Vira rasanya kering, Vira melihat gelas yang ada di nakas ternyata kosong, dengan malas Vira menurunkan kakinya dari atas ranjang, dan melangkah menuju ke dapur untuk mengambil minuman dingin yang rasanya mungkin bisa menjernihkan pikirannya.


Begitu sampai di dapur Vira langsung membuka kulkas, menuangkan minuman dingin ke dalam gelasnya, tiba-tiba dirinya merasa begitu terkejut saat ada yang menepuk bahunya dari belakang.


"Akh maaf, apa aku mengejutkanmu?" Kimmy meminta maaf merasa bersalah.


"Aku memang terkejut tapi tidak apa-apa, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu," ujar Vira setelah berhasil menetralkan keterkejutannya.


"Maaf ya Vira, aku benar-benar tidak bermaksud," sepertinya Kimmy masih tidak enak kepada Vira.


"Tidak apa-apa, sungguh aku baik-baik saja," Vira meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Oh ya, perkenalkan aku Kimmy, kita belum berkenalan secara resmi bukan," Kimmy mengulurkan tangannya dengan senyuman yang manis.


Vira jadi teringat cerita Kakaknya bagaimana bisa Kimmy masih bisa tersenyum, setelah apa yang dia alami, Vira begitu salut pada gadis yang ada di hadapannya sekarang.


Tanpa ragu Vira membalas uluran Kimmy, "Hai Kak, aku Vira, Kakak pasti sudah tahu namaku dari Kak Alno," kata Vira dengan senyuman yang tak kalah manis.


"Hmm, bolehkan aku memangil Kakak, rasanya tidak sopan jika aku hanya memanggil dengan nama saja, sepertinya usia Kakak lebih di atas usiaku," kata Vira menatap Kimmy yang hanya diam saja, dan tidak lupa senyum masih tercetak jelas di bibirnya.


"Jadi maksudmu aku sudah tua," Kimmy mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.


"Tidak usa dimanyun-manyunin tuh bibir, bikin tambah jelek saja," kata seseorang yang baru saja datang.


"Kak Alno!" 

__ADS_1


"Rae."


Kata mereka bersamaan begitu melihat siapa yang datang.


"Sudah lewat tengah malam begini kenapa kamu belum tidur?" Alno menatap Vira dalam.


"Tidak bisa tidur, kakak sendiri?" 


"Hmm, kakak tadi dari ruang kerja Papa, mengobrol disana," Alno memberitahu kemudian merebut gelas yang ada di tangan Vira, kemudian menghabiskan isinya yang hanya tinggal setengah.


"Kakak ih, bukannya ambil sendiri," Vira menatap Kakaknya kesal.


"Kenapa yang ditanya hanya Vira saja, aku tidak ditanya nih?" Kimmy menyuarakan suaranya karena merasa diabaikan oleh sepasang manusia yang sedang jatuh cinta ini.


"Aku tahu jika kamu memang tidak biasa tidur jam segini, jadi untuk apa aku tanyakan lagi," kata Alno yang kini beralih menatap Kimmy.


Kimmy mencebikkan bibirnya, "Ya kan bisa setidaknya basa-basi, kan cuma kamu yang tahu, Vira tidak tahu. Ya kan Vira?" Kimmy menatap Vira yang kini menatap dirinya dan Alno bergantian.


"Tidak perlu cemburu seperti itu, Rae memang tahu kebiasaanku, karena 3 tahun kita tinggal bersama."


Hati Vira rasanya berdenyut nyeri saat mendengar perkataan Kimmy.


"Jadi jika Rae berbicara semua tentangku, kamu jangan cemburu ya, karena Rae memang tahu, iya kan Rae?" Kimmy beralih pandangan ke arah Alno meminta pembenaran dari apa yang dikatakannya kepada Vira.


Alno hanya mengangguk singkat menjawab Kimmy.


Kini hati Vira terasa diremas, sakit rasanya saat Kakaknya tidak menyangkal sama sekali ucapan Kimmy.


"Oh ya Vira, karena kamu tidak bisa tidur, bagaimana jika kita mengobrol saja, aku akan bocorkan rahasia kakakmu selama 6 tahun ini," Kimmy dengan semangat membawa Vira ke ruang makan, menarik kursi untuk Vira dan.menyuruhnya untuk duduk, semenatara dirinya juga melalukan hal yang sama. Alno pamit meninggalkan kedua perempuan itu yang pasti akan membicarakan dirinya. Alno juga berharap dengan mereka mengobrol, mereka akan lebih mengenal satu sama lain.


"Kalian mengobrollah, Kakak mau ke kamar, jangan lama-lama, habis itu kalian langsung istirahat! Dan kamu Kimmy jangan biasakan tidur di waktu yang sudah hampir menunjukkan pagi!" Beritahu Alno secara khusus memperingati Kimmy.

__ADS_1


"Oke akan aku usahakan," jawab Kimmy membuat lingkaran antara ibu jari dan telunjuknya membentuk kode oke.


"Alno mengacak kedua rambut perempuan itu sebelum pergi.


"Kebiasaan," kata Kimmy sambil tersenyum, dan Vira hanya bisa diam saja menatapnya.


"Oh ya bagaimana Vira?" Tanya Kimmy menatap penasaran pada Vira yang duduk di kursi sebelahnya.


"Hah maksudnya? Bagaimana apanya?" Tanya Vira yang memang tidak tahu maksud perkataan Kimmy.


"Jangan pura-pura tidak tahu," Kimmy menyenggol bahu Vira pelan.


"Itu loh hubungan kamu dan Rae, sudah baik-baik saja kan? Oh ya kamu tahu Vira sudah dari lama dirinya sudah tidak sabar untuk segera pulang katanya dia sangat merindukanmu," beritahu Vira tentang Alno yang memang saat itu ingin cepat-cepat pulang.


"Dia ingin cepat pulang, tapi saat mengingat kamu ditembak sama seseorang, Rae jadi mengurungkan niatnya, takut jika kamu menerima cinta pria lain, huh Rae memang pengecut bukan baru gitu saja dia langsung mundur, padahal disana dia selalu menceritakan tentang kamu, hmm katanya kamu cinta pertamanya dan mungkin akan jadi terakhirnya, kamu benar-benar beruntung," cerita Kimmy dengan antusias.


Vira hanya tersenyum menanggapi celotehan Kimmy. 


"Oh ya kamu tahu jika Rae sangat merindukanmu? Tidak kan?" Kimmy kemudian tertawa pelan sambil menutup mulutnya.


"Sini aku bisikkin," Kimmy meminta Vira agar mendekat.


"Dia akan memeluk bajumu seharian, "Katanya itu bisa mengobati rasa rindunya," bisik Kimmy di telinga Vira.


Vira mengernyitkan dahi, "Baju?"


"Hmm apa kamu tidak tahu jika ada bajumu yang hilang? Aku kira kamu tahu jika Rae membawa sebagian bajumu," ucap Kimmy lirih.


Vira tampak berpikir dan kemudian dirinya teringat memang ada satu bajunya yang tidak ada, dan itu baju pemberian Alno saat mereka pergi liburan berempat bersama Vier dan juga Ken.


"Iya aku mengingatnya," ucap Vira tersenyum.

__ADS_1


"Benarkah?" Intinya Rae tiap hari selalu merindukanmu. Bahkan disaat kita jalan-jalan, Alno selalu mengingatmu dan membeli sesuatu yang kamu sukai," cerita Kimmy lagi.


Seharusnya Vira bahagia saat mendengar itu, tetapi entah kenapa jauh di dalam hati Vira dirinya merasa tidak senang. Salahkah jika Vira cemburu?


__ADS_2