My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 79


__ADS_3

"Sayang, dengarkan Kakak, percaya sama Kakak bahwa semua akan baik-baik saja, kamu tidak perlu takut, itu semua hanya mimpi," Alno menggenggam tangan istrinya meyakinkan bahwa tidak akan ada sesuatu yang terjadi ketika mereka di taman.


"Tapi Kak…"


"Sayang jangan jadikan pikiran negatif mempengaruhi perasaan kita, jika kita selalu berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja, maka akan baik-baik saja, tapi jika kita selalu berpikiran buruk, itulah nanti yang akan terjadi, kamu harus percaya bahwa ucapan adalah doa. Jadi kita berucap yang baik saja ya?" Pinta Alno kepada istrinya. Dia harus membuktikan kepada Vira bahwa mimpi hanyalah mimpi, Alno tidak ingin Vira ketakutan dan merasa tertekan hanya karena mimpi yang dialami istrinya semalam.


"Apa kamu mengerti sama yang Kakak ucapkan?" Tanya Alno yang dijawab anggukan oleh Vira.


"Sekarang sudah siap untuk jalan-jalannya?" 


"Iya Siap," jawab Vira.


"Ya sudah, ayo kita turun," ucap Alno yang kemudian membuka pintu mobil.


Tapi Vira menarik ujung belakang kaos yang Alno kenakan, hingga Alno menoleh kembali ke arah belakangnya menatap istrinya.


"Tapi Kakak harus hati-hati," pesan Vira pada suaminya sebelum Alno turun.


Alno tersenyum," Iya sayang, Kakak akan selalu hati-hati, kamu tidak perlu khawatir, sekarang kita turun ya," ucap Alno dan kali ini dirinya benar-benar turun, berlari kecil ke pintu sampingnya, dan membuka pintu itu, membantu Vira untuk turun.


"Ayo!" Alno mengulurkan tangannya, dan Vira tersenyum menyambut uluran tangan Alno.


Setelah mereka turun, Alno pun mengajak Vira berjalan-jalan di sekeliling taman, dan sepertinya cuaca hari ini juga cukup mendukung, tidak terlalu panas, juga tidak mendung.


"Kak stop! Sudah ya Kak, aku lelah," Vira duduk di kursi taman, meluruskan kakinya dan memegang kakinya yang terasa pegal.


"Ini baru sebentar loh sayang, masa iya langsung berhenti, lima menit juga belum ada," protes Alno, tapi setelah melihat  istrinya tampak dengan nafas terengah-engah, Alno pun tidak tega.


"Ya sudah kamu tunggu disini ya, Kakak beli minuman dulu," kata Alno hendak berlalu pergi, tapi menoleh saat merasa tangannya ditahan oleh seseorang yang Alno tahu siapa orangnya.


Alno menghela nafas dan menunjukkan senyumnya, "Kakak akan hati-hati," ucap Alno melepaskan tangan istrinya dari tangannya.


Vira menatap suaminya tidak rela, tapi Vira harus percaya pada apa yang suaminya ucapkan sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah, Kakak cepat kembali!"


"Iya sayang."


Vier pun berlalu pergi meninggalkan istrinya. Sementara Vira terus menatap ke arah Alno tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


*


*


"Wah, siapa ini? Alno Anderson?" Tanya seorang wanita yang juga sedang membeli minuman.


Alno mengernyitkan dahi, sambil menatap wanita itu lekat, seperti sedang mengingat-ingat.


"Kau serius tidak mengingatku? Ini aku Gea, kamu beneran Al sudah melupakanku," ujar Wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Gea.


"Geanita?" Tanya Alno memastikan Apa dia Gea yang Alno ingat.


"Iya, hai apa kabar? Kapan pulang? Kenapa tidak ada kabar sama sekali? Kamu tahu banyak yang tidak tahu nomormu, kamu udah kaya hilang ditelan bumi saja tahu," kata Gea yang memang tidak bisa menghubungi Alno lagi, semenjak Alno memilih melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. 


"Hmm aku baik, oh soal itu, aku memang ganti nomor, dan hanya keluarga aja sih, yang tahu," jawab Alno beralasan.


"Oh begitu, kenapa? Menghindar dariku yang dulu sering ngejar-ngejar kamu," ucap Gea yang kemudian tersenyum miris, bagaimana tidak, sejak SMA sampai kuliah, dirinya mengejar cinta Alno tapi, Alno tidak sedikitpun merespon perasaannya, Gea bahkan terus berusaha, tapi tetap saja yang dia dapat hanya penolakan dan penolakan, hingga saat itu dirinya begitu sedih saat Alno tidak ada kabar dan tahu jika ternyata Alno melanjutkan pendidikan di luar negeri.


"Maaf Gea, bukan seperti itu, dari dulu kan aku juga sudah tegaskan padamu, jika aku menyukai seseorang, tapi kamu tetap saja pada usahamu, jadi aku tidak bisa menghentikannya, karena bagaimanapun perasaanmu adalah milikmu dan aku tidak berhak melarang, tapi setidaknya aku sudah memberitahumu bagaimana perasaanku, dan aku sama sekali tidak memberikan kamu harapan lebih kepadamu."


"Iya aku mengerti, maaf ya kamu pasti sangat terganggu dengan sikapku dulu," kata Gea merasa malu mengingat masa lalunya.


"Tidak apa-apa, lupakan saja, yang lalu biarlah berlalu, aku juga minta maaf mungkin tanpa sadar membuatmu terluka."


"Baiklah kita saling memaafkan," Gea mengulurkan tangannya, dan Alno dengan tersenyum membalas uluran tangan Gea.


"Deal kita saling memaafkan," jawab Alno dan keduanya pun tertawa bersama.

__ADS_1


"Oh ya kamu kesini sama siapa?" Tanya Gea mencari-cari seseorang.


"Sama istriku," Alno menoleh dan menunjuk istrinya yang masih duduk di bangku taman sedang menatap ponselnya.


"Apa? Tadi apa yang kamu katakan? Istri? Kamu sudah menikah?" Gea menatap Alno setengah tidak percaya, karena selama dia mengenal Alno, Alno tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali dirinya, makanya sebelum Alno memperjelas hubungan diantara mereka, Gea berfikir jika Alno menyukainya. Tapi dirinya terasa dihempaskan saat Alno bilang hanya menganggap Gea sebagai teman, karena Alno sudah menyukai gadis lain.


"Iya, jawab Alno tersenyum.


"Dengan gadis yang kamu sukai? Cinta pertamamu?" Ucap Gea memastikan.


"Iya, dia cinta pertamaku yang juga akan menjadi cinta terakhirku."


"Tunggu, tapi seperti pernah melihatnya, dia…"


"Adikku, Zavira Anderson."


"What? Kamu menikahi adikmu? Kamu gila Alno," kata Gea tidak habis pikir.


"Apa orang tua kalian tahu hal itu? Aku yakin tidak tahu, jika tahu, mereka pasti tidak merestui hubungan kalian," tambahnya lagi.


"Mereka tahu, dan mereka pula yang pertama kali memberi restu kepada kami."


"Gila, ini benar gila!"


"Tapi itu kenyataannya Gea," Alno tersenyum sengaja tidak memberitahu Gea sebenarnya hubungan dirinya dan Vira.


"Sudahlah, aku tidak mau ikut campur urusan kalian, tapi Al kamu benar-benar…" Gea menatap Alno dari atas ke bawah sambil menggelengkan kepala melihatnya. 


"Oh ya berhubung melihat kamu disini, ada yang harus aku sampaikan, tunggu sebentar ya," wanita yang bernama Gea kemudian mengambil sesuatu di dalam tasnya dan memberikannya pada Alno.


"Kamu…" ucap Alno menatap Gea, setelah menerima sesuatu apa yang Gea berikan tadi padanya.


"Iya, kamu datang ya bersama adikmu," ups Gea langsung menutup mulutnya, "Maaf, maksudku sama is..."

__ADS_1


Belum selesai berkata, wanita yang bernama Gea langsung berhenti berucap saat tiba-tiba ada seseorang yang menarik Alno.


__ADS_2