
Beberapa bulan kemudian
Hari ini, Vira sedang bersantai di taman di samping rumahnya, usia kehamilannya kini sudah masuk di bulan ke lima. Perutnya semakin membesar, selain itu berat badan Vira juga bertambah. Bagaimana tidak, jika tiap malam dirinya dan Alno sering keluar mencari makan berdua. Karena tak hanya Vira saja yang nafsu makannya naik, tapi juga suaminya. Kini Vira meletakkan ponsel di bangku di sampingnya dia duduk. Dirinya baru saja selesai melakukan panggilan video dengan suaminya.
"Kak, sedang apa melamun sendiri disini? Hmm ini pesanan kakak tadi," kata Zeline memberikan sebuah kantong plastik berwarna putih pada kakaknya.
"Hmm kakak tidak melamun hanya sedang cari angin saja, oh ya terima kasih makanannya, ini kamu beli beneran di kantin sekolah kan?"
Tadi Vira tiba-tiba menginginkan makanan dari kantin sekolahnya dulu, dan kebetulan adiknya juga bersekolah disitu, hingga Vira pun meminta Zeline membelikannya.
"Iya Kak, kalau kakak tidak percaya coba saja, kakak pasti ingat kan rasanya makanan yang sering dulu kakak makan," kata Zeline yang kemudian duduk di samping kakaknya.
"Hehe iya kok percaya, dari baunya saja uda kelihatan."
"Kak,"
"Hmm." Kata Vira sambil membuka makanan pesannya.
Zeline kemudian terdiam lagi, membuat Vira menoleh ke arah adiknya.
"Kenapa?" Tanya Vira merasa heran pada Zeline, Vira merasa ada yang ingin adiknya katakan tapi Zeline justru kembali diam.
"Hmm tidak jadi," ucap Zeline yang lebih memilih mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Hmm rasanya tidak pernah berubah, kakak suka," ucap Vira setelah memakan makanan yang diinginkannya.
"Kak mau pegang perut Kakak," kata Zeline meminta izin dan Vira mengangguk.
"Sehat-sehat ya keponakan aunty, rasanya aunty tidak sabar ingin main sama kamu," ucap Zeline mengelus perut Vira.
"Kak, sudah tahu, anaknya cowok atau cewek?" Tanya Zeline mendongak menatap kakaknya.
"Cewek," jawab Vira yang masih begitu lahap memakan makanan tadi.
"Yeah asyik dong, aku ada temen main," kata Zeline.
"Kamu mah kegedean Ze buat main sama anak kakak, nanti kalau anak kakak sudah masuk sekolah nih, mungkin saja kamu jadi ibu-ibu."
"Ih, Kakak ya belum sampai situ, aku kan masih kuliah pasti," jawab Zeline pada ucapan kakaknya yang ngawur.
"Ya kan kita sebagai manusia memang tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Mungkin saja, besok kamu sudah nikah," goda Vira pada adiknya.
__ADS_1
"Kakak ngaco kalau ngomong," Zeline tampak cemberut mendengar ucapan kakaknya.
"Lagi ngomongin apa nih, kayaknya seru banget," Jasmine tiba-tiba datang ke arah anak-anaknya sambil membawa puding.
"Mama yang terbaik deh pokoknya," kata Vira yang kemudian mengambil puding buatan mamanya.
"Lagi ngobrolin apa tadi?" Tanya Jasmine yang kini duduk menimbrung bersama kedua putrinya.
"Ini Ma, masa Kak Vira bilang, bisa jadi besok aku nikah kan ngaco," adu Zeline kepada mamanya apa yang tadi Vira katakan.
"Ya kan kita tidak pernah tahu kan Ma, apa yang terjadi kedepannya," kata Vira tetep kekeh. "Dasar tukang ngadu," tambahnya kepada sang adik.
Jasmine hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan antara kedua anak perempuannya, setelah lelah berdebat, tak lama ketiga orang itu justru tampak larut dalam obrolan yang seru.
Hingga saat sedang asyik dengan obrolan mereka, ketiganya kompak menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat, dilihatnya Alno yang berjalan ke arah ketiga perempuan cantik itu.
"Ma," kata Alno mencium punggung tangan Jasmine dilanjut dengan mencium kening adik dan mencium pipi sang istri.
"Kamu pulang kok tidak bilang-bilang ke Mama," kata Jasmine yang langsung memeluk putranya.
"Kejutan dong," jawab Alno kemudian mendekat ke arah istrinya, menarik pinggang sang istri agar tidak ada lagi jarak diantara mereka.
"Katanya Kakak baru pulang lusa?" Sahut Zeline yang mendengar dari Mamanya jika Papa dan Kakaknya akan pulang dua hari lagi.
Dan saat Alno akan mencium bibir Vira dengan cepat Vira menutup mulut suaminya.
"Kak, ada Mama sama Ze" Vira segera menjauhkan tubuh Alno darinya.
"Hehehe, maaf Kakak lupa," kata Alno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jasmine dan Zeline sampai geleng-geleng kepala melihatnya.
"Kalian sedang apa?" Tanya Alno melihat ketiga wanita cantik berbeda usia itu tampak berkumpul bersama.
"Hmm biasa hanya ngobrol biasa," jawab Vira.
"Kalian tidak sedang ngomongin Kakak di belakang?" Kata Alno menatap ketiga wanita itu satu persatu.
"Pede banget," kata Zeline yang kemudian memilih pergi dari tempat itu.
"Sayang kamu lebih baik temani suami kamu istirahat, Alno pasti lelah," kata Jasmine yang tahu jika kedua pasangan itu butuh ruang untuk melepaskan rasa rindu mereka karena sudah dua minggu ini keduanya berpisah.
__ADS_1
"Hmm ayo Kak," kata Vira yang mengajak suaminya menuju ke kamar mereka.
"Ayo," kata Alno dan kemudian keduanya menaiki tangga dengan langkah perlahan, takut membahayakan anak mereka.
"Kakak bawa oleh-oleh untuk semua, dan yang untuk kamu ada di dalam koper itu," kata Alno menunjuk koper yang berisi oleh-oleh untuk istrinya.
"Ini?" Tanya Vira memastikan.
"Iya, kamu bongkar saja, Kakak mau mandi dulu," pamit Alno mengambil handuk kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, membiarkan istrinya yang tampak sibuk membuka oleh-oleh yang dibawanya.
*
*
*
"Bagaimana apa kamu suka?" Alno baru saja selesai mandi, dan dia melihat istrinya membongkar oleh-oleh yang dibelikannya.
"Hmm suka, suka banget malah, terutama yang ini," kata Vira menunjukkan kepada suaminya yang paling dia suka.
Alno mengambil itu dari tangan Vira dengan satu tangan, sedang tangan yang satunya sibuk menyeka sisa air di ujung rambutnya.
"Kakak basah," protes Vira karena sisa air itu mengenainya.
"Maaf sayang, kakak tidak sengaja."
"Iya jangan kaya gini lagi tapi, oh ya Kakak belum ambil baju?" Tanya Vira karena begitu keluar dari kamar mandi, Alno langsung menghampirinya.
Alno hanya menggeleng, Vira kemudian bangun dan menuju ke walk in closet mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
"Ini, Kakak pake dulu bajunya…"
Alno tidak langsung menuruti kata-kata Vira. Ia malah asyik menggoda sang istri.
"Kakak!" Teriak Vian melihat kedua saudaranya itu.
"Vian tidak sopan main masuk aja ke kamar Kakak," protes Alno kepada adiknya.
"Aku tuh udah mengetuk Kak, kalian aja yang gak dengar, malah asyik mesra-mesraan. Lagian aku juga tidak tahu kalau Kakak sudah pulang," ucap Vian tak mau disalahkan karena memang dirinya sudah mengetuk pintu berkali-kali.
"Kenapa?" Tanya Vira sambil memperbaiki pakaiannya yang agak berantakan karena ulah suaminya.
__ADS_1
"Disuruh Mama, manggil Kakak turun buat makan malam," ucap Vian kemudian menutup pintu.
Tapi tak lama pintu kembali terbuka, "Kak Alno jangan lupa pakai bajunya," ucap Vian sebelum akhirnya, dirinya menutup pintu kembali dan kabur saat melihat kakak laki-lakinya mengambil baju dari tangan Vira dan bersiap melempar ke arahnya.