My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 51


__ADS_3

Vira begitu terkejut melihat siapa yang datang.


"Kak Alno," gumam Vira pelan dengan air mata yang bercucuran.


Tapi saat langkah Alno mendekat, Vira kembali berteriak.


"Berhenti! Pergi! Pergi dari sini! Pergi!" 


"Vira sayang, ini Kakak kamu tenang dulu ya, kita bisa bicara baik-baik," ucap Alno yang masih tetap melangkah menghampiri Vira.


Alno berusaha sekuat tenaganya untuk tidak menunjukkan amarahnya di depan orang yang dicintainya itu, hancur, sungguh hati Alno hancur melihat Vira seperti ini, tapi Alno tidak akan memperlihatkannya pada Vira, Alno tidak ingin Vira semakin rapuh.


"Jangan mendekat! Aku mohon pergi dari sini! Aku bilang pergi!" Vira melempar semua bantal yang ada di sana ke arah Alno.


Bagaimana Vira bisa menunjukkan kehancurannya di depan pria yang dia cintai, Vira tidak akan pernah bisa, Vira merasa dirinya begitu kotor. Vira merasa dirinya sudah tidak pantas lagi untuk memperjuangkan cintanya.


Sementara itu Jasmine, Stevano bersama Kimmy baru masuk, tadi Alno langsung turun begitu saja dari mobilnya sembarangan, hingga membuat Stevano memarkirkan mobilnya lebih dulu, kemudian baru menyusul Putranya.


Langkah Jasmine dan Stevano terhenti, hatinya rasanya tersayat-sayat melihat keadaan Putri mereka, bagaimana bisa? Bagaimana bisa mereka gagal menjaga putrinya? Stevano berbalik dan memukul tembok dengan tangannya yang mengepal erat, hingga terdengar dentuman yang begitu keras. Stevano menangis menyembunyikan wajahnya di tembok yang tadi di pukulnya.


Jasmine dengan wajah yang basah penuh air mata, berjalan menghampiri Putrinya. Kali ini Vira tidak mengusir Mamanya, dia butuh tempat bersandar, dia butuh pelukan hangat dari Mamanya.


"Sayang!" Ucap Jasmine dengan suara yang bergetar.


"Mama!" Vira langsung berhambur ke pelukan Mamanya.


Tangis mereka berdua pecah, Stevano sakit mendengar tangis kedua perempuan yang disayanginya, sungguh Stevano merasa dirinya gagal, gagal sebagai seorang Ayah, karena tidak bisa menjaga baik-baik putrinya.


"Mama, Vira benci diri Vira sendiri Ma, Vira sudah kotor Ma, Vira.." suara Vira rasanya tercekat di tenggorokan, sungguh Vira tidak bisa meneruskan ucapannya.


"Sayang jangan berbicara seperti itu, kamu tidak sendiri, ada kami semua, kamu tidak sendiri menghadapi ini semua sayang, Mama yakin Vira akan kuat, Mama dan Papa, akan selalu ada untuk Vira apapun yang terjadi, jadi jangan seperti ini sayang," Jasmine menghapus air matanya, tidak ingin membuat Vira semakin rapuh melihat dirinya yang menangis. Jasmine harus kuat agar Vira juga kuat, Jasmine sungguh tidak bisa mengatakan apapun lagi hanya kalimat penenang, yang Jasmine yakin hal itu tidak benar-benar sepenuhnya membuat Putrinya tenang.


"Sayang jangan menyerah karena hal ini ya, ada Mama, ada Papa, kami semua sayang sama Vira," Jasmine mengelus lembut rambut putrinya.

__ADS_1


"Kakak akan segera menikahi kamu," putus Alno setelah cukup lama terdiam, membuat semua orang yang ada disana menatapnya.


"Kakak akan menikahi kamu secepatnya Vira," Alno kembali mengulang perkataannya lagi, untuk memastikan kepada keempat orang itu, bahwa mereka tidak salah mendengar, Alno serius mengatakan itu.


Bukannya tersenyum, Vira kembali menangis, Jasmine mengusap punggung putrinya yang hanya tertutup selimut.


"Rae apa kamu gila, bukan kamu yang melakukannya, kenapa kamu yang bertanggung jawab? Lebih baik kita cari pelakunya, aku yakin dia belum jauh, kita bisa mengecek cctv, atau perlu kita tanyakan pada petugas, aku yakin mereka akan bekerja sama setelah kita menceritakan semuanya," Kimmy kini ikut angkat bicara.


Tangan Alno mengepal, "Breng**k!" Alno berbalik dan menatap Kimmy tajam, Alno mendorong Kimmy ke tembok dan mencengkeram leher wanita itu begitu kuat.


"R..Rae..Le..pas.kan" kata Kimmy begitu terkejut.


Bahkan Jasmine dan Vira ikut terkejut, melihat Alno yang bukan seperti biasanya.


"Apa yang tadi kau katakan? Berani sekali lagi kau mengatakan itu, aku tidak akan segan-segan lagi," geram Alno menatap mata Kimmy tajam.


Tak ingin Vira semakin ketakutan, Jasmine langsung menyembunyikan wajah Vira di pelukannya.


"Alno lepaskan sayang!" Ucap Jasmine menenangkan putranya. 


Kimmy terduduk lemas, sambil memegang lehernya yang terasa sakit, akibat cengkraman Alno.


"Vira dengarkan Kakak, setelah ini kita akan menikah," ujar Alno lagi menatap adiknya sendu.


"Kalian keluarlah, biarkan Mama menenangkan Vira dulu," ucap Jasmine menatap Alno dan Suaminya yang kini juga menatap ke arahnya.


"Tapi Ma.."


"Alno!" Kata Jasmine dengan suara yang meninggi.


Jasmine kemudian menatap Suaminya, sayang, bawa mereka pergi.


Stevano menyeret Alno keluar dari ruangan itu, seperti biasanya Stevano akan mempercayai istrinya.

__ADS_1


"Kimmy, kamu tidak apa-apa kan? Maafkan putra Bibi ya," kata Jasmine kasihan melihat Kimmy.


"Tidak apa-apa Bibi, Kimmy mengerti kok, ya sudah Bi, Kimmy permisi dulu," ucap Kimmy berlalu keluar, tapi sebelumnya Kimmy sempat melihat Vira yang masih menangis di pelukan Jasmine dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Ma! Apa yang harus Vira lakukan sekarang Ma? Vira tidak mau menikah dengan Kak Alno Ma, Kak Alno pasti hanya kasihan sama Vira, dan juga Vira tidak mau menikah dengan orang yang membuat Vira seperti ini," isak Vira yang kini menatap Mamanya.


Jasmine mengelus rambut Vira lembut dalam keheningan, saat ini perasaannya benar-benar kacau, tapi dia sebisa mungkin untuk tidak menunjukkannya, Jasmine tidak mau, putrinya semakin terpuruk.


"Sayang dengarkan Mama, apapun yang terjadi nanti, kamu mau kan menuruti apa yang Mama katakan, karena Mama akan mencari solusi yang terbaik untuk anak Mama, sekarang pakailah pakaianmu, Mama akan menunggu disini," perintah Jasmine dan memunguti pakaian Vira yang berserakan di lantai kamar itu.


Vira mau tidak mau bangun, dan mengeratkan selimutnya. Dia turun dari ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Mau Mama bantu?" Tanya Jasmine saat Vira baru saja turun dari tempat tidur.


Vira menggeleng, kemudian bergegas menuju kamar mandi, Jasmine mengernyitkan dahi dan melihat sesuatu.


Stevano masuk, tapi hanya sendiri.


"Bagaimana sayang?" Tanya Stevano yang ikut duduk di samping istrinya.


Jasmine menggeleng, dan memalingkan wajahnya ke arah lain, Stevano mengikuti, Stevano kemudian menatap Jasmine, pandangan mereka bertemu dan keduanya sama-sama menghela nafas.


"Aku janji akan mencari orang yang sudah membuat Putriku seperti ini, aku tidak akan biarkan orang itu mengusik keluargaku, orang-orang yang sangat aku cintai," kata Stevano menggenggam tangan istrinya.


Jasmine mengangguk, dan berhambur ke pelukan suaminya.


"Terus apa yang harus kita lakukan sayang?" Tanya Stevano mengusap punggung istrinya.


"Biarkan seperti ini, dan seperti yang tadi Alno katakan."


"Maksud kamu?" Tanya Stevano melepaskan pelukan dan memandangi Istrinya.


"Kita harus secepatnya menikahkan Alno dan Vira," jawab Jasmine yakin.

__ADS_1


"Tapi sayang bagaimana.."


"Biar aku yang mengurus sisanya dan kamu tidak perlu khawatir," dengan segera Jasmine memotong ucapan Suaminya.


__ADS_2