My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 95


__ADS_3

Seorang pria di belakang Vira berdiri mematung mendengar itu, dirinya benar-benar tidak menyangka, bahwa putrinya akan pergi secepat itu. Itulah kenapa dia memilih pergi, karena dia tahu dendam hanya  bisa menghancurkan segalanya.


Semua orang terdiam mendengar itu, Vira mendekat, Alno yang menyadari itu langsung menoleh.


"Sayang," kata Alno yang kemudian menghampiri istrinya dan memeluknya.


Stevano dan Jasmine pun ikut menoleh, dan di saat itu pula dia menyadari kehadiran orang lain.


"Jasper!" Kata Stevano dan mendekat ke arah pria yang saat ini masih berdiri mematung. 


Dan tak lama, William dan Tiffa pun datang bersama Vier, rupanya pria itu pergi menjemput oma dan opanya.


Walaupun Vira pernah cemburu dan tidak suka terhadap Kimmy, tapi bagaimanapun dia pernah mengenal gadis itu. Vira sungguh sedih mendengar itu.


"Jasper! Kamu yang kuat," William menepuk bahu keponakannya, dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dikatakannya, karena saat dia di posisi Jasper, dia juga tidak akan sekuat itu.


Jasper mendekat bersamaan dengan brankar yang didorong perawat, dengan kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Biarkan saya melihatnya," kata Jasper yang kemudian membuka kain itu, ditatapnya wajah sang putri yang sudah memucat, bahkan tangannya terasa dingin ketika Jasper menggenggamnya.


"Maafkan Daddy sayang, maafkan Daddy," tangisnya pecah begitu saja melihat tubuh yang terbujur kaku di depannya.


"Maaf Tuan, kami harus membawanya," ucap perawat dan Jasper pun masih menahannya.


"Jasper!" Stevano menarik tubuh Jason dari jenazah Kimmy.


Tiffa menghampiri Jasmine dan memeluk menantunya, Tiffa yakin jika menantunya tidak baik-baik saja. Apalagi dia mendengar dari Stevano jika Jasmine terus menyalahkan dirinya sendiri saat tahu bahwa pelaku yang ingin mencelakai Alno dan Vira adalah Calista, istri Jasper yang menaruh dendam padanya karena dulu sudah menjebloskan Eve, Mommy Calista ke dalam penjara.

__ADS_1


"Itulah kenapa aku melarang putriku untuk mengikuti jejak Mommynya Vano, aku takut putriku yang menanggung akibatnya, dan lihatlah, lihatlah putriku yang malang itu," tubuh Jasper meluruh begitu saja di lantai.


"Jasper kau harus kuat Nak," kata William mencoba menenangkan Jasper.


"Daddy, apa yang terjadi?" Kata seorang pria yang baru datang, dia adalah putra Jasper yang pertama, Kakak Kimmy.


"Kimmy sudah pergi Zean, Kimmy pergi meninggalkan kita," kata Jasper pada putranya.


Zean bersimpuh dan duduk di samping sang ayah memeluknya, "Kita ikhlaskan Kimmy Dad," katanya yang ternyata begitu tegar mendapati berita kematian adiknya.


Setelah Jasper merasa tenang, akhirnya mereka semua mengurus pemakaman Kimmy.


"Kak, aku ikut," kata Vira meminta ikut mengantarkan Kimmy ke peristirahatan yang terakhir.


"Tidak sayang, kamu disini saja, kamu dengerin Kakak ya, Ze dan Cinta akan kesini menemanimu," ucap Alno kepada istrinya.


Selain Vira, Jasmine pun tidak ikut, dia menjaga Calista yang kini sudah dipindahkan ke ruang rawat. Tapi wanita itu tampaknya masih betah dalam tidur panjangnya, Calista belum sadarkan diri sampai saat ini setelah menjalani operasi. Kondisinya juga tidak kalah parah.


*


*


*


"Bagaimana kondisi Calista?" Tanya Jasper pada Jasmine sepulang dirinya memakamkan Kimmy.


"Kak Calista, kata dokter ada cedera serius di bagian pinggang dan kakinya, kemungkinan besar, Kak Calista tidak bisa balik normal seperti sebelumnya," Jasmine terdiam menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Jasper menghela nafasnya menunggu Jasmine menyelesaikan ucapannya. Begitu pula dengan william, Stevano dan Zean putra Jasper.


"Kata dokter, Kak Calista mungkin akan cacat seumur hidupnya," jawab Jasmine dan semua orang sudah menduga mengingat kondisi mobil Calista begitu parah.


"Maafkan atas perbuatannya, aku tidak mengira jika dia akan membalas dendam seperti itu, aku benar-benar tidak menyangka jika dia akan melakukan itu," kata Jasper merasa bersalah.


"Sebenarnya apa yang terjadi Nak dengan kamu dan Calista?" Tanya William begitu mencari tahu keberadaan Jasper dan ternyata dia sudah lama tinggal terpisah dengan Calista, lebih tepatnya mereka sudah berpisah dalam waktu yang cukup lama, lebih tepatnya setelah Ibu dari Calista di tangkap polisi waktu itu.


Akhirnya Jasper pun menceritakan semuanya, menceritakan apa yang dia tahu.


Flashback


Saat pulang, Calista istri Jasper terlihat mengamuk saat melihat ibunya di tangkap polisi di depan matanya.


Berita ditangkapnya Eve saat itu, benar-benar berpengaruh pada perusahaan yang Jasper pimpin karena bagaimanapun Eve adalah pemilik perusahaan itu. Perusahaan itu hancur dalam sekejap. 


Jasper memang menuruti keinginan ibu mertuanya untuk menghasut William agar membenci putranya, agar keluarga mereka tidak baik-baik saja. Jasper benar-benar tidak tahu apapun tentang Ibu Calista yang ternyata adalah dalang di balik kecelakaan yang menimpa anak-anak pamannya. Jasper melakukan perintah Eve tanpa tahu bahwa di belakangnya, wanita itu sudah melayangkan beberapa nyawa yang tidak bersalah hanya karena dendamnya. Keputusan Jasper salah, karena saat itu menuruti apapun perintah Eve, Jasper menyesal dan memutuskan menggugat cerai Calista, Jasper tidak ingin terjebak dalam rumah tangga yang dianggapnya memang salah dari awal. Jasper memutuskan untuk meninggalkan Calista.


Sementara itu, Calista tidak terima saat suaminya meninggalkannya begitu saja. Dan Calista menganggap semua yang terjadi pada dirinya adalah salah Stevano dan Jasmine.


Calista mengalami depresi berat, karena berbagai masalah yang menimpanya belakangan setelah ibunya masuk ke penjara. Apalagi saat mendapatkan kabar bahwa ibunya mengakhiri hidupnya saat berada di jeruji besi itu.


Setelahnya Jasper tidak pernah tahu apa yang terjadi lagi, tapi suatu hari, Jasper memerintahkan orang untuk diam-diam mencari tahu kabar Calista dan Kimmy yang sudah lama tidak di dengarnya, dan Jasper mendengar jika Calista sudah menikah lagi, suami barunya bahkan anak kandung pria itu, begitu menyayangi Calista dan Kimmy, dan setelah tahu hal itu Jasper merasa lega, setidaknya ada yang menjaga mantan istri dan putrinya, karena waktu itu putranya memutuskan untuk mengikuti Jasper. 


"Itulah yang terjadi, dan aku tidak tahu lagi, apa yang terjadi dengan mereka, mereka sudah baik-baik saja dengan keluarga barunya, hingga aku tidak ingin mengusik kebahagian mereka karena bagaimanapun mereka sudah membuka lembaran baru, dan aku sendiri sibuk membangun perusahaan dari nol kembali," kata Jasper menjelaskan.


"Vano, Olive aku serahkan semuanya pada kalian tentang Calista, jika kalian mau membawa hal ini ke jalur hukum, maka lakukan saja, apapun yang terjadi dengannya nanti, dia tetaplah bersalah," Jasper kini menyerahkan semua keputusan kepada Jasmine dan Stevano, bagaimanapun Calista memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2