My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 93


__ADS_3

"Sayang kenapa?" Tanya Jasmine begitu melihat putranya keluar dari ruangan Vira.


"Tidak apa-apa Ma, Alno akan keluar sebentar, Mama sama Papa juga belum makan kan?" Tanyanya yang melihat orang tuanya dari pagi tidak kemanapun.


"Iya Mamamu belum makan, Papa sudah tawarin buat cari makan tapi Mamamu tidak mau," kata Stevano mengadu.


"Bagaimana Mama makan, sementara putri Mama sedang berjuang tadi," kata Jasmine.


"Ya sudah Alno sama Cinta pergi beli makanan dulu sama Cinta, Alno titip Vira, jika ada apa-apa hubungi Alno ya Ma, Pa," kata Alno menatap mama dan papanya bergantian.


"Iya kamu tenang saja," kata Stevano menepuk bahu putranya.


"Paman, Bibi, kami pergi dulu," pamit Cinta yang dari tadi hanya diam saja.


"Iya sayang," kata Jasmine tersenyum mengelus lembut putri sahabatnya.


Cinta pun balas tersenyum kemudian berlalu menyusul Alno.


"Darimana kamu tahu keberadaan Vira?" Tanya Alno dengan suara pelan sambil berjalan.


"Hmm itu, Ayah membantuku Kak, saat mendengar Kak Vira menghilang, Ayah menghubungiku, dan bilang kepadaku, akan membantu."


"Itu kenapa kamu langsung pergi begitu saja, dan tidak pernah datang lagi?" 


"Iya itu karena satu minggu ini, aku dan ayah sibuk mencari keberadaan Kak Vira."


"Kamu tidak mengenal wanita itu?"


Cinta hanya menggeleng karena dirinya memang tidak mengenal wanita itu.


"Ayah sepertinya mengenalnya Kak," ucap Cinta membuat Alno langsung menoleh dan menatap gadis yang lebih muda darinya itu.


"Paman mengenalnya?" Tanya Alno terkejut, "Jika Paman mengenalnya berarti kemungkinan dia…" gumamnya kemudian.


"Kenapa Kak?" Tanya Cinta yang seperti mendengar Alno berbicara.


"Tidak apa-apa, bagaimana kamu tahu Paman mengenal wanita itu?" 

__ADS_1


"Hmmm itu karena aku mendengar Ayah sempat menyebut namanya ya walaupun aku tidak terlalu jelas mendengarnya, hmm siapa ya, Carissa, Talita, atau…"Cinta tampak berfikir mengingat nama yang ayahnya panggil.


"Calista," ucap Alno seperti dugaannya.


Cinta menjentikkan jarinya, "Ya benar Kak, Calista namanya, Kakak kenal?"


"Aku tidak mengenalnya, tapi aku sudah dengar sedikit tentangnya. Dia ibunya Kimmy," jawab Alno.


Tring


Tring


Ponsel Alno terdengar berdering dan Alno segera menjawabnya begitu melihat nama salah satu anak buah nya lah yang menghubunginya.


"Kenapa?"


"Tuan, wanita itu kabur," Ucap penelpon.


"Apa? Bagaimana bisa? Cepat cari dan temukan dia!" Perintah Alno.


"Baik Tuan," jawabnya kemudian panggilan berakhir.


"Kimmy melarikan diri," jawabnya kemudian berjalan menyeberangi jalan meninggalkan Cinta yang tak lama juga mendapat telepon dari Bobby.


Alno menuju ke restoran terdekat yang ada di seberang rumah sakit. Karena pikirannya yang kacau, Alno sampai tidak menyadari jika sejak tadi ada yang mengincarnya. Melihat pria yang diincarnya akhirnya keluar dan berjalan menyeberangi jalan dengan langkah tergesa-gesa. Seseorang dengan cepat menginjak pedal gas, lalu mobil itu melaju dengan kencang ke arah Alno.


Brak


"Kak Alno!" Teriak Cinta.


Semua terjadi begitu cepat.


Jason yang baru datang bergegas turun dari mobil begitu mendengar teriakan putrinya. Suara benturan terdengar begitu keras memecah keheningan malam.


Begitu turun, dari tempatnya berdiri, Jason melihat bagaimana Alno tergeletak di tepi jalan, tengah meringis dan mengadu kesakitan, mencoba untuk bangun.


Pandangan semua orang kini menatap sosok yang benar-benar tergeletak di tengah jalan, benar-benar tidak berdaya, seluruh tubuhnya hampir dipenuhi cairan berwarna merah. Dan pandangan Jason beralih pada sebuah mobil yang dikenali tampak berasap menabrak tiang listrik yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Kak Alno!" Cinta segera berlari ke arah Alno.


"Kak, Kak Alno tidak apa-apa?" Tanya Cinta khawatir. 


Sementara Jason berlari ke arah sosok yang satunya, sosok yang tergeletak tak berdaya bersimbah darah. Dan pandangan Alno dan Cinta beralih pada sosok itu.


Alno mencoba bangun, dan Cinta yang mengerti itu langsung membantu Alno, memapah pria itu, menghampiri sosok wanita yang dikenalnya.


Satu persatu orang datang ke lokasi melihat kejadiaan naas itu, hingga tidak lama datang bantuan datang membawa mereka segera ke rumah sakit.


Bahkan tubuh wanita yang ada di dalam mobil pun dalam kondisi yang sama tidak sadarkan diri. Sepertinya wanita itu menabrakkan mobilnya ke tiang listrik begitu keras, bisa diperkirakan jika wanita itu mendadak membanting setir ke arah tiang listrik setelah menabrak Alno.


Jasmine, Stevano, Vian dan Vier dibuat terkejut saat mendapat telepon dari Jason. Jasmine dan Stevano bergegas menghampiri ruangan dimana Alno sedang diperiksa oleh dokter dan meminta kedua putranya Vier dan Vian untuk tetap disana menjaga Vira.


Sebelum itu, mereka semua sudah sepakat untuk tidak memberitahu Vira. Mereka belum diberi penjelasan apa-apa, baik oleh Jason, Alno dan Cinta yang mereka yakin ada di tempat yang sama.


Sesampainya disana mereka tidak melihat Jason, hanya melihat Cinta menemani Alno yang sedang dalam pemeriksaan dan mereka lebih terkejut lagi saat melihat dua sosok yang lain, terutama yang Stevano dan Jasmine kenal. Stevano pun akhirnya menghubungi papinya, bagaimanapun papinya harus tahu. Apalagi, dokter bilang jika keduanya harus menjalankan operasi.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Tanya Jasmine yang tidak sabar bertanya setelah dokter itu memeriksa putranya.


"Ibu tenang saja, putra Ibu tidak apa-apa, untungnya tidak ada luka dalam." Kata dokter itu menjelaskan.


"Baiklah Bu permisi," kata dokter itu yang kembali melanjutkan tugasnya memeriksa pasien yang lainnya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa? Kamu tahu, Mama sangat khawatir, kemarin Vira dan sekarang kamu, rasanya jantung Mama sudah mau lepas dari tempatnya tadi saat mendengar kabar kecelakaan," kata Jasmine yang terlihat begitu cemas bahkan dirinya saat ini sudah menangis, dia benar-benar takut terjadi sesuatu dengan anak-anaknya.


Alno mencoba untuk duduk, begitu selesai diperiksa oleh dokter, dan Cinta yang mengerti itu, langsung sigap membantu pria yang dianggapnya sudah seperti kakaknya sendiri. Dan setelah itu, Cinta pun kembali bungkam, membiarkan Alno yang menjelaskannya, karena jujur saja, Cinta masih sangat syok melihat kejadian itu yang terjadi begitu cepat di depan matanya langsung.


"Alno baik-baik saja Ma, bagaimana dengan Vira?" Tanya Alno yang kini mengkhawatirkan istrinya.


"Papa dan mama tidak memberitahu Vira tentang hal ini," kata Stevano yang mengerti kekhawatiran putranya.


Alno kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling, tidak ditemukannya sosok wanita yang saat ini dia cari, dia kemudian menatap mama dan papanya meminta penjelasan. Tadi Alno masih mencerna apa yang terjadi, hingga dia tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya.


"Mereka dibawa ke ruang operasi, kondisinya parah," ucap Stevano.


"Pa, dia…"

__ADS_1


"Papa mengerti, kita berdoa saja yang terbaik untuknya," jawab Stevano membuat semua orang diam, berdoa dalam hatinya berharap yang terbaik untuk kedua wanita itu yang sedang berjuang di ruang operasi.


__ADS_2