My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 83


__ADS_3

"Ma, lepasin Vier, Vier bisa jalan sendiri," protes Vier akhirnya pada sang mama yang terus menarik tangannya.


Jasmine menghentikan langkahnya, dan menatap wajah putranya bergantian dengan memandangi tangannya yang memegang erat tangan Vier takut jika putranya itu tidak mengikutinya.


"Ma, lihatlah sekeliling, semua orang sedang menatap kita!" Bisik Vier pada mamanya.


Jasmine pun mengedarkan pandangannya menatap ke sekelilingnya, benar apa yang putranya katakan, bahwa mereka kini menjadi pusat perhatian orang lain.


Jasmine melepaskan tangannya, "Ya sudah kamu jalan sendiri, tapi harus ikuti mama, awas saja jika kamu kembali keluar dan sibuk dengan urusan pekerjaan di saat seperti ini," kata Jasmine memberikan peringatan pada putranya itu.


Jasmine pandangi Vier, dia sebenarnya sedih, melihat Vier yang sekarang terlalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Setelah kejadian dimana kekasih putranya itu membatalkan janji makan malam mereka. Bukan makan malam biasa karena pada hari itu, rencananya Vier akan memperkenalkan kekasihnya padanya. 


Tak hanya yang membatalkan janjinya, kekasih Vier bahkan tiba-tiba saja menghilang dan tidak memberinya kabar apapun.


Sejak kejadian itu Vier menjadi tidak banyak bicara dan menyibukkan diri di perusahaan kakeknya yang suatu hari akan diserahkan padanya. 


Jasmine sedih melihat Vier seperti itu, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dan dia hanya bisa memantau keadaan putranya dan berharap putranya akan selalu baik-baik saja.


Jasmine kemudian melangkah terlebih dahulu, membiarkan putranya berjalan di belakangnya. Tapi tak lama setelah mereka hampir sampai, Jasmine berbalik saat merasa jika putranya tidak mengikutinya.


Langkah Vier tiba-tiba terhenti saat melihat dua orang yang bersanding di pelaminan, dengan senyum lebar yang menghiasi bibir keduanya menyapa para tamu undangan. Rahangnya mengeras, kedua tangannya mengepal erat tanda bahwa dirinya sangat marah saat ini. 


Vier memegang dadanya yang tiba-tiba terasa begitu sesak dan juga ada rasa sakit yang teramat disana. Bagaimana tidak sakit, jika ternyata dua orang yang Vier lihat sedang bersanding di pelaminan adalah sepupu dan kekasihnya sendiri. Kekasih yang selama ini selalu beralasan jika dirinya mengajaknya menikah, dan sekarang kekasihnya justru menikah dengan saudara sepupunya sendiri, Keanu Anderson.


Jasmine kembali menghampiri putranya, "Vier kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan sayang? Sayang?" Jasmine khawatir melihat Vier saat ini, Jasmine ikuti arah pandang putranya, dimana di sana, di pelaminan, keponakannya bersama seorang gadis yang sudah menjadi istrinya. 


"Vier!" Jasmine terus saja mengguncang tubuh putranya tapi tidak ada respon sama sekali, membuatnya semakin cemas saja. 


Sedangkan Vier yang sudah tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan di depan matanya, segera pergi meninggalkan mamanya yang kini berteriak memanggil namanya.


"Vier! Vier kamu mau kemana sayang?" Teriak Jasmine spontan, sampai semua orang melihat padanya termasuk sepasang pengantin baru yang kini sedang menyambut para tamunya.


"Biar Alno saja Pa," Alno menahan langkah Stevano yang akan menghampiri mamanya.

__ADS_1


"Baiklah," kata Stevano membiarkan putranya pergi, sementara dirinya menjelaskan apa yang terjadi pada semua orang yang kini teralihkan pada drama keluarganya tadi.


Begitu mendapat izin dari papanya, Alno langsung menghampiri Jasmine yang keluar berlari mengejar Vier.


"Kenapa Ma?" Tanya Alno yang melihat adiknya sudah masuk ke dalam mobil, dan dengan cepat melajukannya.


"Mama tidak tahu, Al cepat kejar adikmu! Cepat Al! Mama tidak takut terjadi apa-apa dengannya," perintah Jasmine yang panik melihat Vier yang melajukan mobilnya seperti orang kesetanan.


Alno melihat mobil adiknya yang sudah menghilang dari pandangan, dan kini melihat ke arah mamanya, tidak mungkin dirinya mengejar Vier saat ini, karena sudah dipastikan dirinya akan kehilangan jejak. 


"Al kenapa kau masih disini? Cepat kejar adikmu!" 


"Ma, Mama tenang dulu, aku yakin Vier akan baik-baik saja, jadi Alno minta Mama jangan seperti ini. Sekarang jelaskan sama Alno kenapa? Apa tadi terjadi sesuatu sampai Vier buru-buru pergi seperti itu?" 


"Tadi Mama hanya mengajak Vier masuk, Mama meminta Vier untuk memberi selamat dulu pada Ken dan istrinya. Tapi Vier justru berhenti sebelum sampai untuk menyapa mereka lalu pergi begitu saja," kata Jasmine menjelaskan apa yang terjadi tadi.


Alno mengernyitkan dahi bingung mendengar penjelasan mamanya, "Ada sesuatu yang tidak beres," pikirnya dalam hati.


"Kamu cari Vier sekarang Al!" Pinta Jasmine dengan tatapan memohon.


"Iya Ma, setelah masalah di dalam beres."


"Masalah?" 


"Iya kita harus jelaskan bahwa semuanya baik-baik saja dulu pada semua orang, lihatlah Ma ke dalam, semua orang kini tengah menatap ke arah kita. Kita sudah mengacaukan acara pernikahan Ken, karena bukan Ken yang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disini, melainkan kita, tepatnya Mama dan Vier."


Stevano kini ikut datang menghampiri mereka berdua.


"Bagaimana Pa?" Tanya Alno yang melihat kedatangan Stevano. Sementara Jasmine langsung berbalik badan saat Alno menyebut suaminya, karena posisi Jasmine yang memang membelakangi Stevano.


Stevano mengangguk, menandakan bahwa semuanya sudah beres.


"Tapi kita tetap harus minta maaf secara langsung pada pemilik acara," lanjutnya kemudian.

__ADS_1


"Maafkan Mama," Jasmine menatap putranya dan kini beralih ke arah suaminya, "Maafkan aku, aku tadi hanya…"


Stevano langsung memeluk istrinya. "Tidak apa-apa sayang, aku mengerti, kamu hanya terlalu khawatir dengan putra kita," kata Stevano menenangkan istrinya.


"Sekarang kita semua masuk ke dalam, kita minta maaf dulu sama Max dan Bunga juga Ken dan istrinya," kata Stevano mengajak anak dan istrinya untuk masuk kembali.


"Terus bagaimana dengan Vier?" Tanya Jasmine yang mengkhawatirkan putranya itu.


"Alno akan mencarinya Ma, lebih baik Mama dan Papa masuk sekarang!" Kata Alno yang kemudian mendapat anggukan dari mama dan papanya.


Stevano menyerahkan kunci mobil pada putranya, membiarkan Alno yang mencari adiknya, sementara dirinya dan Jasmine memutuskan untuk masuk, untuk meminta maaf pada keluarga Max karena secara tidak langsung sudah mengacaukan pestanya.


Alno kemudian berlalu pergi begitu melihat mama dan papanya masuk, Alno yakin ada sesuatu yang tidak beres. Karena Vier adiknya, akan bereaksi seperti tadi ketika menyangkut dengan kekasihnya, Sheira.


"Tunggu kekasihnya?" Gumam Alno yang kemudian langsung menghubungi istrinya.


"Halo sayang," kata Alno begitu panggilan sudah tersambung.


"Iya Kak, ada apa? Bukannya Kak Alno masih ada di acara?" 


"Iya," jawab Alno yang tidak memberitahu istrinya takut khawatir.


"Kak!"


"Hmm, kenapa?"


"Semuanya baik-baik saja kan?" Tanya Vira kemudian.


"Iya kok, semuanya baik-baik saja, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Alno yang sudah was-was, karena istrinya selalu saja tahu jika terjadi sesuatu dengan Vier.


"Tidak apa-apa sih, hanya saja dari tadi aku kepikiran Vier, oh ya, jika Kakak ada di acara, kenapa Kakak menghubungiku? Jangan bilang kalau Kakak kangen."


"Hmmm salah satunya,  tapi ada hal yang lebih penting yang ingin Kakak tanyakan.

__ADS_1


__ADS_2