My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 35


__ADS_3

Masih Flashback


"Jika kamu memang mencintai Vira, Mama merestuimu sayang, Mama juga sudah mengatakan hal ini pada adikmu, saat mendengar penjelasan Mama, Vira merasa sedih namun dia juga senang, karena akhirnya cinta kalian bisa bersatu. Mama akan beritahu satu rahasia sayang, Mama mengatakan ini bukan karena ingin membedakan kalian, tapi mengatakan ini agar kalian tidak harus terluka karena cinta yang kalian miliki. Alno sayang dengarkan Mama baik-baik, kamu bukan putra kandung Mama dan Papa, Mama dan Papa mengangkatmu sebagai putra kami saat Ayahmu meninggal dan mendonorkan jantungnya kepada Oma, dan saat itu kami berjanji, kami akan menjagamu dan akan memperlakukanmu layaknya anak kami sendiri, bahkan sebenarnya kami berniat tidak akan pernah mengungkap hal ini. Tapi Mama sadar jika ini memanglah pilihan yang terbaik, tapi Alno juga harus ingat, sampai kapanpun Alno tetap akan menjadi Putra Mama dan Papa." Jasmine langsung membawa putranya ke dalam dekapannya.


Alno masih diam, mungkin saja dirinya masih linglung atas cerita Ibunya yang belum lama dia dengar. Sedih tentu saja, apalagi saat tahu kenyataan bahwa Ayah kandungnya telah meninggal, selama ini Alno memang diajak Jasmine dan Stevano  ke sebuah makam, tapi Alno jujur tidak tahu makam siapa itu. Mama dan Papanya hanya bilang pada Alno untuk memanggilnya Ayah. Tapi disisi lain Alno merasa senang, karena dengan adanya berita ini, dia bisa mewujudkan cintanya. Cinta yang selama ini dirinya berusaha untuk tidak jatuh ke dalamnya. Dan sekarang, Alno akan memantapkan hatinya kembali, yaitu dengan berjuang untuk mendapatkan cinta Vira. Alno dengan segera membalas pelukan Mamanya tak kalah erat.


"Kamu tahu sayang, Vira sudah menunggumu di hari wisudanya kemarin, tapi dia begitu kecewa saat ternyata kamu tidak hadir seperti janjimu di telepon saat itu. Dan kamu bisa rasakan bagaimana kecewanya Vira saat kamu pulang dan membawa gadis lain ke rumah,? Mama tahu kamu akan mengerti rasanya, karena kamu pasti juga bisa merasakannya saat Sean bersama Vira. Sekarang Mama tanya padamu sayang, siapa Kimmy sebenarnya? Kenapa dia bisa bersamamu dan pulang ke rumah ini? Mama bukan melarang, tapi Mama memang harus tahu agar Mama bisa mempertimbangkan hal ini suatu saat nanti."


Alno menatap kosong ke depan, menerawang kejadian 3 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kimmy adalah adik teman Alno Ma, tidak lebih tepatnya seseorang yang Alno temui, dan menolong Alno saat itu. Alno hampir saja tertabrak sebuah mobil yang melaju kencang saat itu, pengemudi mabuk berat, Alno selamat, Alno hanya mengalami luka ringan, Mama pasti bingung bagaimana Alno mengalami luka ringan, sementara Alno bilang mobil melaju dengan kencang, itu karena Kemo Kakak Kimmy menolong Alno. Kemo mendorong Alno hingga tubuh Alno terhempas di pinggir jalan, sementara dirinya terluka parah. Dengan tubuh bergetar, Alno bangun, orang-orang sudah berkerumun, hingga kemudian pandangan Alno jatuh pada seorang gadis yang Alno yakin usianya lebih muda darinya. Gadis itu meletakkan kepala pria yang menolong Alno di pangkuannya. Gadis itu menangis, tapi tidak mengeluarkan air matanya, Alno mendekat dan bersimpuh di depan gadis itu, Alno genggam tangan pria itu, Alno sangat-sangat berterima kasih padanya, tapi dia menyampaikan pesan terakhirnya pada Alno untuk menjaga adiknya, menjaga Kimmy. Apa salah Alno melakukannya Ma, bagaimanapun Alno merasa bersalah. Jika saja saat itu laki-laki itu  tidak menolongku, pasti Kimmy tidak harus kehilangan Kakak satu-satunya, ini semua salah Alno Ma," Jasmine memeluk putranya dan mengelus punggung Alno penuh kelembutan.


"Ini semua bukan salah kamu Nak, tapi ini memang takdir, begitulah hidup mati seseorang, tidak akan ada yang tahu," Jasmine memeluk putranya erat, memberikan kekuatan untuk putranya itu.


Rasanya Jasmine ingin marah pada Alno karena dia menyimpan dan menjalani itu sendiri, tidak mau berbagi pada keluarganya di saat kejadian itu terjadi, tapi Jasmine tidak akan melakukan itu, jika sampai Jasmine melakukan itu, yang ada Jasmine akan membuat putranya semakin merasa bersalah.


"Kimmy hanya dua bersaudara dengan Kakaknya Ma, Ayahnya menikah lagi saat Ibunya meninggal. Mereka diusir oleh Ayah kandungnya sendiri karena ulah Kakak tirinya. Kimmy kepergok tidur bersama Kakak tirinya. Ayahnya mengusir Kimmy yang dianggap telah mencoreng nama keluarganya tapi tidak dengan Kakak tiri Kimmy yang masih bisa tinggal di rumah yang seharusnya milik Kimmy dan Kakaknya. Entahlah apa yang terjadi kenapa Ayah Kimmy bersikap tidak adil seperti itu. Kimmy yang saat itu masih masih polos hanya bisa menangis kenapa Ayahnya tega mengusirnya dengan selalu mengatakan dia sudah bukan gadis Ayahnya lagi. Itulah yang berhasil Alno cari tahu dari sumber terpercaya. Alno tidak mungkin membawa gadis sembarangan yang Alno tidak tahu asal usulnya ke rumah Ma. Alno yakin Kimmy gadis baik-baik terlepas dari apa yang pernah terjadi padanya Ma. Dan sekarang, setelah kehilangan Kakaknya, Kimmy sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Alno membawa Kimmy karena Alno merasa berhutang nyawa pada Kakaknya Ma, jadi Alno mohon Ma, biarkan Kimmy tinggal bersama kita, Alno bersumpah kalau Alno tidak ada hubungan apa-apa dengan Kimmy, Alno hanya menjadikan diri Alno sebagai pengganti Kakaknya."


Vira menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes begitu saja membasahi pipinya setelah mendengar Alno menceritakan yang sebenarnya. Vira jadi merasa bersalah kepada Kimmy, karena mengacuhkan gadis itu, Vira janji pada dirinya sendiri akan memperlakukan Kimmy layaknya saudaranya sendirinya.

__ADS_1


"Kak, maafkan aku karena sudah berburuk sangka pada Kakak, harusnya Vira percaya pada Kakak, percaya bahwa Kakak tidak akan melakukan hal yang tidak dibenarkan."


"Kakak sudah memaafkan kamu sayang, maafkan Kakak juga ya, karena tanpa sengaja melukai hatimu, kakak tadinya berfikir jika kamu sudah menjadi kekasih si Sean-Sean itu, makanya Kakak selalu menghindarimu, karena jika tidak Kakak tidak bisa menahan perasaan Kakak lagi. Tapi ternyata Kakak salah, ternyata gadis yang Kakak cintai masih belum menjadi milik pria manapun, bahkan kini gadis itu menunggu pria yang dicintainya kembali. Terima kasih sayang, terima kasih karena telah memberikan cinta serta hatimu untuk Kakak. Terima kasih juga karena kamu masih menunggu Kakak," Alno dengan cepat menarik Vira ke dalam pelukannya.


Vira membalas pelukan Kakaknya begitu erat, seakan takut begitu terlepas, Vira akan kehilangan Kakaknya lagi.


"Aku juga berterima kasih pada Kakak, karena Kakak masih menjaga hati Kakak selama ini, terima kasih juga karena Kakak masih memiliki cinta kakak untukku, dan aku minta maaf karena baru menyadari perasaanku terhadap kakak setelah Kakak harus merasakan luka terlebih dahulu."


"Jangan minta maaf karena itu sayang, Kakak memang terluka tapi kamu juga terluka, karena begitulah Cinta, cerita yang indah tapi selalu ada luka yang setiap saat bisa saja dengan tiba-tiba datang menemaninya," Alno melonggarkan pelukan pada adiknya dan kini menangkup wajah Vira.

__ADS_1


"Jadi sayang, apa kamu mau menikah dengan Kakak?" Alno memandangi wajah Vira yang masih saja terkejut saat mendapat pertanyaan itu lagi darinya.


__ADS_2