My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 29


__ADS_3

"Kemana mereka Bi?" Tanya Jasmine pada pelayan yang datang menghampirinya.


"Tuan Muda Vier pergi Nyonya, dan Tuan Muda Alno ada di kamarnya," jawab Bibi yang berjalan mengikuti Jasmine di belakangnya.


"Bagaimana dengan Vira?" Kini Jasmine menghentikan langkah kakinya, dan menatap pelayan yang sudah lama bekerja dengannya.


"Nona Vira, dia juga pergi, bahkan sebelum Tuan Muda Vier pergi, Nyonya."


Jasmine menghela nafasnya,"Baiklah Bibi, lanjutkan pekerjaan Bibi saja, saya akan berbicara pada Alno," ucapnya kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga.


Tok


Tok


Jasmine mengetuk pintu kamar putranya, sebenarnya Jasmine bisa saja langsung masuk karena pintu kamar itu terbuka lebar, bahkan bisa Jasmine lihat jika ada seorang perempuan yang duduk di atas ranjang di samping putranya, dan dia sedang mengobati luka pada wajah Alno yang bisa Jasmine pastikan jika itu hasil perbuatan Vier. 


Dan dapat Jasmine dengar jika gadis itu berulang kali meminta maaf, padahal Alno sudah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Alno dan gadis itu menoleh begitu mendengar suara pintu yang diketuk, Kimmy langsung menurunkan tangannya dari wajah Alno dan langsung berdiri, Kimmy langsung melangkaj mendekat dan menghampiri  seorang wanita yang baru saja datang yang bisa ditebak jika wanita itu pasti Mama Alno.


Jasmine tetap tersenyum kepada Kimmy, Kimmy yang tadi begitu gugup dan takut kini perlahan mendekat dan meraih tangan Jasmine mencium punggung tangannya. Tanpa mereka sadari  Alno sudah berada di belakang Kimmy. Seperti yang tadi Kimmy lakukan, kini Alno juga melakukan hal yang sama yaitu mencium punggung tangan Mamanya.


"Hmm boleh Mama masuk, Mama ingin bicara?" Tanya Jasmine menatap Alno dan Kimmy bergantian.


Alno mengangguk, dan Kimmy berpamitan untuk keluar, ingin memberi waktu Ibu dan  anak untuk melepas rasa rindu mereka.


"Kamu disini saja sayang, Bibi juga ingin bertanya padamu," Ucap Jasmine lembut dan begitu tulus.


Kimmy pun mengangguk, dia seperti tahu apa yang akan Ibu Alno katakan, mungkin saja, dirinya tidak akan diizinkan untuk tinggal di rumah ini dan Kimmy pun akan menerimanya jika memang itu yang terjadi.


"Iya Bi," jawab Kimmy sopan.


Jasmine menggamit tangan Putranya menuju ke sofa dan Kimmy pun mengikutinya di belakang.

__ADS_1


Jasmine dan Alno duduk, kemudian pandangan Jasmine tertuju pada anak perempuan yang masih berdiri dengan kepala menunduk.


"Duduk di sini sayang!" Pinta Jasmine menepuk sisi kosong samping kirinya, sedangkan Alno sudah duduk di samping kanannya.


Dengan ragu Kimmy mendekat, dan duduk di samping Jasmine.


"Maafkan saya Bibi," ucap Kimmy sebelum Jasmine sempat berbicara.


"Saya janji setelah ini, saya akan pergi dari sini," tambahnya lagi membuat Jasmine menoleh ke arahnya bingung.


"Sayang kenapa kamu berkata seperti itu?" 


Jasmine kini duduk menyamping ke arah Kimmy, ditatap gadis itu yang masih menundukkan wajahnya seperti ketakutan.


"Kamu tidak perlu takut sama Bibi sayang," ujar Jasmine menggenggam tangan Kimmy.


Sementara Kimmy langsung mengangkat kepalanya dan menatap Jasmine, "Maafkan saya Bibi, saya tidak bermaksud membuat kedua putra Bibi bertengkar seperti tadi," Kimmy kembali meminta maaf tapi kali ini dia membalas tatapan Jasmine.


"Hmm biar Rae saja Bi yang menjelaskan, saya permisi dulu," pamit Kimmy yang merasa canggung. 


"Rae?" 


"Mmm maksud Kimmy, Alno Ma, Kimmy biasa memanggil Alno Rae," kini Alno yang menjelaskan.


Jasmine mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


"Oh ya kamar kamu sudah siap sayang, kamu bisa tanya sama Bibi dimana kamar kamu ya," kata Jasmine pada Kimmy.


Kimmy terkejut, Kimmy kira, Jasmine tidak akan menyetujui dirinya untuk tinggal, tapi ternyata..


"Terima kasih Bi, terima kasih Bi," Kimmy membungkukkan badannya berkali-kali. Tersenyum kemudian berbalik badan dan pergi.


Alno hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Kimmy. 

__ADS_1


Tak lama ponsel Jasmine berdering, kini Jasmine mengambil ponselnya dan begitu melihat nama Jason, Jasmine langsung menjawab panggilan itu. Jasmine tadi meminta tolong pada Jason untuk mencari keberadaan Vira, dan hal itu tidak sulit untuk Jason lakukan karena Jason memang meminta pengawal untuk mengawasi anak-anak dari jauh atas perintah Stevano. Mengingat kejadian Stevano kehilangan jejak Alno dan melihat istrinya yang setiap hari bersedih, Stevano tidak ingin lagi kecolongan sesuatu yang berkaitan dengan anak-anaknya. Terutama kedua anak perempuannya yang memang perlu diawasi dengan ekstra, karena dia tidak ingin terjadi sesuatu sekecil apapun pada mereka.


"Halo Nyonya, Nona Vira aman, dia ada di kediaman Tuan Max," beritahu Jason pada Jasmine.


Jasmine begitu lega mendengar itu, "Terima kasih Jason," ucapnya lalu mengakhiri panggilan.


"Siapa Ma?" Tanya Alno setelah Mamanya memutuskan teleponnya.


"Paman Jason, dia mengabari jika saat ini Vira ada di rumah Paman Max," Jasmine menatap putranya yang kini semakin tampan dengan wajah yang terlihat semakin dewasa. Diraihnya wajah itu dan dielusnya dengan penuh kasih sayang. 


"Tak terasa kamu sudah besar sayang, lihatlah bahkan mungkin kini kamu lebih tinggi dari Mama," kata Jasmine mencoba mengalihkan pikirannya dengan membahas hal lain.


Alno tersenyum, "Bahkan 6 tahun yang lalu saat aku belum pergi, aku juga sudah lebih tinggi dari Mama."


Jasmine cemberut mendengar ucapan putranya itu, dan Alno langsung memeluk erat mamanya.


"Alno kangen Mama, jangan ngambek seperti itu, nanti cantiknya hilang" ucap Alno di pelukan Jasmine.


"Mama juga kangen banget sama kamu sayang, kamu kemana saja selama ini? Kenapa tidak mengabari Mama, kamu tahu betapa kami semua sedih karena kamu meninggalkan kami seperti itu terutama Vira, Mama sudah berat melepaskanmu untuk menempuh pendidikan di luar negeri tapi kamu malah bohongin Mama kemana tujuan kamu pergi," Jasmine melepaskan pelukan dan kembali menatap putranya dengan mata yang berkaca-kaca mengingat kejadian itu.


"Maafkan Alno Ma, Alno hanya ingin fokus.."


"Dengan menutup semua akses, agar kami semua tidak bisa menghubungimu?" Ucap Jasmine memotong ucapan putranya.


Alno diam, dirinya benar-benar merasa bersalah tapi itu satu-satunya cara yang menurutnya terbaik.


"Sekarang Mama tanya serius, ada yang mau kamu jelasin sama Mama?" Tanya Jasmine setelah mereka cukup lama terdiam.


"Ya, banyak hal yang akan aku jelaskan sama Mama, tapi sebelumnya Alno minta maaf karena sudah membawa Kimmy kemari tanpa meminta izin pada Mama lebih dulu," ucap Alno merasa bersalah.


"Kenapa minta maaf pada Mama, seharusnya kamu minta maaf sama Vira," ucap Jasmine menatap putranya sendu.


"Maksud Mama, kenapa aku harus minta maaf sama Vira?" Tanya Alno memandangi sang Mama meminta penjelasan pada apa yang baru saja Mamanya katakan.

__ADS_1


__ADS_2