My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 71


__ADS_3

Keringat dingin membasahi seluruh wajah seorang gadis yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya, mimpi yang selalu menghantui di setiap malamnya, kesedihan yang dia rasakan yang selama ini dipendamnya sendiri.


Bagaimana tidak, jika lelaki yang sudah dianggapnya Kakak, walaupun bukan Kakak kandungnya, nyatanya lelaki itu sangat menyayanginya, kasih sayang yang tidak dia dapatkan dari keluarganya.


Orang tuanya bercerai, Ayah kandungnya meninggalkannya, Kakak kandungnya juga menghilang entah kemana, hingga tersisa dirinya dan sang Ibu.


Tidak lama setelah mereka hanya tinggal berdua, Ibunya menikah lagi dengan seorang duda beranak satu. Gadis itu membayangkan bahwa mungkin saja keluarga barunya seperti cerita yang dia dengar, dia akan mendapatkan perlakuan buruk oleh keluarga barunya. 


Bayang-bayang tentang keluarga baru yang buruk, kini hanya bayang-bayang saja, nyatanya dugaan gadis itu salah , mengingat saat pertama kali gadis itu menginjakkan kaki di rumah besar pria yang kini sudah menjadi ayahnya dirinya disambut dengan sangat baik.


"Kimmy sayang, kemarilah Nak! Perkenalkan mulai sekarang dia akan menjadi Kakakmu," ucap seorang pria paruh baya penuh ketulusan.


Gadis yang bernama Kimmy pun mendekat dengan ragu dan kepala menunduk, Kimmy terus melangkah, dan Kimmy begitu terkejut saat tiba-tiba tangan hangat seseorang menggenggamnya. Dan bisa Kimmy rasakan semua tidak seperti apa yang di pikirannya.


Benar saja setelah benar-benar menjadi bagian keluarga itu, Kimmy dan Ibunya benar-benar mendapatkan kasih sayang yang tulus oleh kedua orang itu.


Tapi semua berubah, semua tidak sama seperti dulu, setelah Ayah barunya tahu bahwa Ibunya sakit, sakit yang bisa dikatakan sangat mengerikan. Dan Kimmy selama ini melupakan hal itu, karena Kimmy tahunya jika sang Ibu sudah sembuh.


Sepanjang hari, Ibunya terus mengamuk, awalnya tidak ada yang tahu, karena Kimmy sangat baik menyembunyikannya. Hingga saat itu Ayah tiri Kimmy tahu kebenarannya. Bahwa selama ini ibu Kimmy yang bernama Calista mengalami depresi bahkan bisa dikatakan nyaris gila. Tidak ingin nama baiknya tercemar karena ketahuan memiliki istri gila. Ayah tiri Kimmy pun akhirnya menceraikannya dan membiarkan Calista pergi tanpa mencarinya.


Tapi karena rasa sayangnya terhadap Kimmy, apalagi dirinya memang begitu sangat menginginkan seorang anak perempuan. Ayah tiri Kimmy pun tetap mengizinkan Kimmy tinggal. Dan Kimmy tetap mendapatkan kasih sayang ayah tirinya.


Waktu terus berlalu, kehidupan Kimmy pun mulai berubah, saat tiba-tiba, Ayah tirinya membawa seorang wanita bersama dengan seorang pria seusia Kakak tiri yang menyayanginya, dan memperkenalkan mereka sebagai keluarga barunya, ya ayahnya akan menikahi wanita itu.

__ADS_1


Hidup Kimmy yang penuh kasih sayang kembali lagi pada hidupnya yang menyakitkan, bahkan terasa menyakitkan dari kehidupannya yang dulu, saat dia berjuang mati-matian sendiri, untuk mengobati Ibunya yang depresi karena ditinggalkan orang-orang yang disayanginya. Hingga suatu hari Kimmy melihat bahwa Ibunya telah kembali, tapi ternyata dia salah, Ibunya belum begitu sembuh.


Perlahan kasih sayang, Ayah tirinya berubah karena istri barunya, sementara Kakaknya terlalu sibuk di masa-masa akhir kuliahnya. Ibu dan Kakak barunya pergi entah kemana dan hanya dirinya sendiri di rumah mewah itu bersama para pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya. Kimmy merasa hidupnya begitu kesepian. Rasanya dia ingin keluarganya kembali seperti dulu, tapi rasanya itu semua tinggal harapan saja, karena keluarganya sudah hancur berantakan.


Di saat dirinya sibuk dengan lamunannya, pintu kamarnya tertutup dengan keras. Kimmy terkejut, apalagi saat melihat siapa yang melakukan hal itu, Kakak barunya dia tersenyum aneh bahkan sampai mengunci pintu kamar Kimmy, dan hal yang tidak pernah Kimmy bayangkan sebelumnya terjadi. Pria itu telah merenggut kehormatannya secara paksa. Rasanya Kimmy akan mengakhiri hidupnya saat itu juga, saat setelah kejadian itu Ayah tirinya yang selama ini menyayanginya tahu tentang hal itu bahkan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, beliau tega mengusir Kimmy yang saat itu begitu kesakitan, sakit hati dan juga fisiknya. 


Kimmy pandangi rumah itu dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. Dia pergi meninggalkan rumah itu membawa sejuta luka.


Setelah beberapa hari kepergiannya, Kakaknya tiri yang menyayanginya datang, menerangi kembali hidupnya yang gelap, tapi itu hanya sebentar karena kegelapan itu kembali merenggut hidupnya. Kakak yang sudah dianggap selayaknya Kakak kandungnya meninggal, dirinya tertabrak karena menyelamatkan seseorang.


"Sudah bersedihnya?" Tanya seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam kamar Kimmy.


Kimmy dengan segera menghapus air matanya yang entah sejak kapan membasahi hampir seluruh wajahnya.


"Jangan bersedih lagi, ini saatnya untuk kamu bangkit dan balaskan semua rasa sakit yang kita alami pada mereka semua," ucap wanita itu membawa makanan berisi makanan.


"Tidak ada tapi-tapian Kimberly, kamu merasa sakit bukan? Tapi lihatlah mereka semua yang membuat kita menderita justru menikmati hidupnya dengan bahagia! Kamu harus sadar, lupakan perasaanmu terhadap pria itu!" Tegas wanita itu dengan suara meninggi.


"Darimana Mom tahu?"


"Haha menurutmu?" Wanita yang dipanggil Mom oleh Kimmy justru kembali melemparkan pertanyaan pada putrinya.


"Mom mengawasiku selama ini? Jadi.."

__ADS_1


"Iya, seperti dugaanmu, Mom beri kamu waktu untuk menenangkan diri, dan setelah itu kau harus melanjutkan apa yang sudah kita rencanakan, kau sudah tahu bukan apa yang dulu membuat Mom sakit?" Tanya wanita itu menatap lekat putrinya, putri yang begitu mirip dengan mantan suami yang saat ini masih dicintainya.


Tanpa mendengar jawaban putrinya, wanita itu pun segera keluar dari kamar itu, membiarkan putrinya memikirkan apa yang dikatakannya.


*


*


"Kak kenapa lama?" Tanya Vira yang baru melihat Alno masuk ke dalam kamarnya. 


"Oh itu, Kakak tadi mengobrol dulu sama Bibi, ingin tahu keadaan rumah ini selama dua hari ini kita tidak tinggal disini, kenapa sayang? Apa kamu merindukan suamimu yang tampan ini? Padahal kita juga berpisah belum ada setengah jam," ucap Alno dengan penuh percaya diri, yang kemudian mendudukan dirinya di sofa.


Vira menatap suaminya penuh selidik, mencari kebohongan di mata pria itu, tapi Vira tidak bisa, Vira terlalu sulit menebak apa yang suaminya pikirkan.


"Kenapa malah bengong disitu? Kemarilah!" Pinta Alno menepuk tempat di sampingnya, agar sang istri mendekat.


Vira pun hanya bisa menurut, melangkah menghampiri Alno dan duduk tepat di samping pria itu. Alno menarik pinggang Vira agar lebih dekat dengannya bahkan sampai posisi mereka menempel.


"Kenapa diam saja hmm?" Tanya Alno menatap istrinya.


Vira hanya menggeleng pelan.


Alno membawa kepala Vira agar bersandar di bahunya, dielusnya dengan lembut lengan sang istri.

__ADS_1


"Jangan berpikir macam-macam sayang, Kakak tadi tidak menemui Kimmy, kata Bibi, Kimmy sudah pergi dari rumah ini," beritahu Alno kepada istrinya agar Vira tidak berpikir yang macam-macam.


Vira langsung duduk tegak dan menatap suaminya, "Apa? Kimmy sudah pergi?" Tanya Vira memastikan bahwa indera pendengarannya masih berfungsi dengan baik.


__ADS_2