My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 88


__ADS_3

Vira perlahan membuka matanya, tubuhnya terasa tidak bertenaga. Dia mengerjap beberapa kali menyesuaikan dengan cahaya di ruangan itu.


"Dimana aku sekarang?" Gumamnya pelan. Vira terkejut, saat dirinya mendapati kedua tangannya diikat ke atas, hingga membuatnya terasa sangat sakit. Vira meringis, dia yakin tangannya pasti memerah saat ini.


"Sudah bangun rupanya," kata seseorang yang membuat Vira langsung menoleh ke sumber suara. Dia memperjelas pandangannya, siapa wanita yang saat ini sedang berdiri di tempat yang tidak jauh darinya.


"Kenapa masih hidup? Kenapa tidak ma*ti saja?" Ucap wanita itu.


"Siapa kau? Dimana aku sekarang?" Tanya Vira.


Wanita itu justru tertawa.


"Siapa aku? Itu tidak penting, Dimana kau? Anggap saja di tempat yang mungkin akan menjadi tempat peristirahatanmu yang terakhir," jawab wanita itu mendekat dan menarik dagu Vira agar menatapnya.


"Kenapa anak manis? Apa kau terkejut karena tiba-tiba disini?" Tanyanya.


"Kau ingin tahu sesuatu? Aku akan beritahu, aku yang menculikmu, aku yang menyuruh anak buahku untuk menangkapmu dan membawamu kemari, sepertinya sangat seru jika kita bermain-main dulu, sebelum kamu menemui ajalmu" jelasnya.


Debaran jantung Vira semakin menggila, berdetak lebih cepat dari biasanya. Vira begitu panik saat tahu jika dirinya mungkin saja dalam bahaya sekarang.


"Kak Alno selamatkan aku!" Ucap Vira dalam hati. "Maafkan aku, maaf karena sudah mengabaikan pesanmu Kak, maaf, aku menyesal, aku takut Kak, aku sangat takut, tolong cepat datang Kak! Cepat selamatkan aku!" Tambahnya dengan air mata yang sudah mengembun di pelupuk matanya.


"Ke...kenapa? Kenapa kau melakukan ini? A...apa salahku? Aku bahkan tidak mengenalmu," tanya Vira dengan suara tergagap.


"Apa salahmu?" Wanita itu kembali tertawa.


"Kau memang tidak bersalah, tapi asal kau tahu keluargamu lah yang bersalah, orang tuamu sudah menghancurkan keluargaku, mereka menghancurkan hidupku," kata wanita itu kembali mencengkram dagu Vira dengan kuat.


Vira sungguh terkejut luar biasa saat melihat, sorot kebencian dari wanita itu.


"Tidak, kau pasti salah, orang tuaku tidak mungkin seperti itu!" Teriak Vira memberanikan diri, sesekali dirinya meringis menahan sakit pada dagu yang di cengkram wanita itu, Vira tidak terima jika mama dan papanya dituduh menghancurkan hidup orang lain.


"Aku salah, hei kau hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa," wanita itu melepaskan dengan kasar cengkraman tangannya.


"Kau tidak tahu karena ulah ibumu, aku harus kehilangan ibuku," katanya marah.


"Jadi aku ingin kita bersenang-senang. Aku ingin ibumu merasakan apa yang aku rasakan dengan kehilangan orang-orang yang dicintainya, dan selamat kau lah yang pertama, hahaha," Teriak wanita itu diiringi dengan tawa yang menggelegar di seisi ruangan yang mirip seperti gudang.

__ADS_1


"Mereka bo*doh karena meninggalkanmu sendirian, tapi itu bagus untukku, aku jadi semakin mudah untuk menangkapmu," tambahnya lagi di sela-sela tawanya.


"Kau gi*la, kau benar-benar sudah gi*la!" Teriak Vira.


Plak


Wanita itu mendaratkan tangannya di pipi Vira begitu keras, hingga pipi Vira tampak memerah.


"Berani kau mengataiku gi*la?"


Plak


Pipi Vira satunya menjadi sasaran untuk kedua kalinya.


"Kau memang gi*la!"


"Tidak, aku tidak gi*la, aku tidak gi*la," wanita itu menutup kedua telinganya, mengulang kata itu sambil berteriak-teriak.


Wanita itu menatap Vira tajam, kemudian kembali mendekat dan menarik rambut Vira.


"Mama tidak mungkin seperti itu!" Kata Vira pelan.


Wanita itu kini kembali menatap tajam Vira, "Orang tuamu sudah membuat hidupku menderita, jadi aku ingin, dia juga menderita dengan melihat anak-anaknya akan hancur di tanganku," bisik Calista penuh penekanan sembari menarik rambut Vira lagi hingga Vira merasakan kepalanya terasa mau lepas saat itu.


"Mamaku tidak bersalah, aku yakin itu," Kata Vira pelan sambil menahan rasa sakit pada kepalanya.


"Apa yang tadi kau katakan? Mamamu tidak bersalah" wanita itu kembali marah karena Vira terus mengatakan mamanya tidak bersalah.


Plak


Dan untuk kesekian kalinya wanita itu membuat Vira merasa tersiksa.


*


*


Menempuh perjalanan 7 jam, dan itu terasa sangat lama bagi seorang pria yang kini masuk ke dalam mobil yang menjemputnya. 

__ADS_1


Alno kemudian menghubungi Alma, mencari tahu dimana keberadaan gadis itu. Ya tanpa menunggu mamanya sadarkan diri, Alno diperintah papanya untuk kembali dan menemukan Vira. Papa dan adiknya yang akan menghandle masalah mamanya dan Vier.


Alno menyuruh sang supir mempercepat laju kendaraannya, Alno harus segera menemui orang yang mungkin saja dalang di balik hilangnya istrinya.


"Kak kau sudah datang?" Tanya Alma yang melihat kedatangan Alno.


Alno menatap tajam Alma, "Kau harus menjelaskan semuanya dan kau juga harus bertanggung jawab jika sampai terjadi sesuatu dengan istriku," kata Alno yang kemudian meninggalkan Alma yang diam menunduk, karena bagaimanapun dirinya memang bersalah.


"Rae kau datang? Rae cepat lepaskan aku, mereka menyakitiku Rae," adu wanita itu pada Alno yang baru datang.


"Dimana Vira?" Tanya Alno tanpa berbasa-basi lagi.


"Apa maksudmu Rae? Aku sungguh tidak mengerti," jawab Kimmy dengan wajah polosnya.


"Cepat katakan dimana istriku!" Bentak Alno yang saat ini begitu khawatir akan keadaan istrinya.


"Rae apa maksudmu? Aku tidak tahu dimana dia, kenapa kau menanyakannya padaku?" Teriak Kimmy.


"Jangan bohong Kimmy! Cepat katakan dimana Vira!"


"Aku tidak tahu, Rae apa kau tidak percaya padaku, aku benar-benar tidak tahu."


"Benarkah? Kau pikir aku bo*doh, aku tahu tujuanmu mendekatiku, kau mau menghancurkan keluargaku kan?"


Deg


"Rae kau tahu itu," ucap Kimmy begitu pelan.


"Ya aku tahu, dan sekarang cepat katakan dimana Vira!" Teriak Alno dia masih bisa menahan diri untuk tidak menyakiti wanita itu.


"Aku tidak tahu, bertanya sampai kapanpun, jawabanku tetap sama Rae, aku tidak tahu, karena aku memang tidak tahu dimana dia, harus berapa kali lagi, aku katakan agar kau percaya?


Alno mendekat dan mencengkram dagu Kimmy, "Kau pikir aku akan percaya semudah itu setelah apa yang kau lakukan kepada Vira? Cepat katakan selagi aku meminta baik-baik!"


"Aku tidak tahu Rae."


"Baiklah jika itu pilihanmu, kalian cepat kemari!" Teriak Alno memanggil anak buahnya.

__ADS_1


"Kalian urus dia, lakukan apapun untuk membuat dia membuka mulutnya dan mengatakan keberadaan istriku!" Perintah Alno yang kemudian meninggalkan Kimmy yang diserahkan kepada bawahannya.


__ADS_2