
"Apa kau gila? Aku sudah menikah dan sampai kapanpun aku tidak akan menikahimu," kata Alno berbalik dan meninggalkan Kimmy.
"Terserah jika kau tidak mau Vira selamat, kau jelas tahu jika Vira mungkin saja saat ini sedang bertaruh nyawanya, Vira sedang dalam bahaya," kata Kimmy dengan tersenyum sinis.
Alno yang begitu geram kembali menghampiri Kimmy dan mencengkram leher Kimmy untuk kesekian kalinya.
"Dan jika sampai itu terjadi, aku tidak akan melepasmu, aku akan mengakhiri hidupmu dengan tanganku sendiri," kata Alno penuh dengan penekanan mengangkat tubuh Kimmy tinggi-tinggi dengan satu tangannya dan menghempaskannya hingga Kimmy terjatuh dan kepalanya terbentur kursi yang tadinya wanita itu duduki.
"Kimmy tertawa, "Kau sekarang bisa memperlakukan aku seperti ini Rae, tapi nanti kau akan memohon dan akan menyetujui keinginanku, aku yakin itu," teriak Kimmy yang melihat Alno berlalu keluar dari ruangan dimana dia disekap.
Alno yang sudah di luar mengepalkan kedua tangannya saat mendengar perkataan Kimmy, dan tanpa pikir panjang, Alno menghantam dinding yang ada di sampingnya, membuat cairan merah mengalir begitu saja.
"Sialan!" Kata Alno yang akan kembali menghantam dinding itu untuk kedua kalinya, tapi Alma dengan cepat menahannya.
"Apa yang kau lakukan Kak? Kau seperti ini tidak bisa membuat Kak Vira kembali," kata Alma mengingatkan.
Alno menoleh dan menatap Alma tajam, "Ini semua gara-gara kamu yang tidak becus menjaga istriku Alma," desisnya.
"Iya Kak, aku tahu aku salah, ini memang salahku, dan kau boleh menghukumku, tapi tidak dengan menyakiti dirimu sendiri!" Teriak Alma yang kehilangan kesabaran, dia tahu dia salah, tapi Alno tidak perlu terus memperjelasnya.
"Menghukummu? Bahkan menghukummu saja kurasa tidak cukup jika sampai terjadi apa-apa dengan istri dan anakku," ucap Alno begitu lirih.
"Aku janji Kak, aku akan melakukan cara apapun untuk menemukan keberadaan Kak Vira," kata Alma yang kemudian pergi dari tempat itu.
*
*
*
__ADS_1
"Kau mau apa?" Vira siap siaga saat melihat wanita itu semakin mendekat.
"Tentu saja kita akan bersenang-senang lagi sayang," kata wanita itu tersenyum iblis.
"Jangan mendekat!" Vira menggelengkan kepalanya berharap wanita itu tidak semakin mendekat.
"Kenapa? Apa kau takut?"
"Aku mohon! Jangan...jangan sakiti aku," kata Vira memohon, air matanya pun tumpah membasahi wajahnya.
"Kak Alno, Kak tolong aku, selamat aku dan anak kita Kak!" Ucap Vira dalam hati terisak.
Wanita itu semakin mendekat tidak peduli dengan Vira yang terus memohon, dan tiba-tiba...
Plakk
Wanita itu menekan kedua pipi Vira dengan satu tangannya dengan kuat sampai Vira meringis kesakitan.
"Ini belum seberapa, akan aku buat kau lebih menderita dari ini," ucap wanita itu kembali tertawa.
Vira mencoba mengatur nafasnya, dia harus tetap berusaha tenang, demi keselamatan dirinya dan calon anaknya. Ya sepertinya wanita itu tidak tahu jika saat ini dirinya sedang hamil, dan jangan sampai tahu, kalau dia tahu, mungkin saja bayinya juga akan disakiti oleh wanita itu.
"Aku harus cari cara, aku harus keluar dari tempat ini," gumam Vira yang melihat wanita itu sibuk meracau sendiri.
"Kau tahu kau harus lebih menderita dariku, ini gara-gara Ibumu, jika Ibumu diam saja dan tidak ikut campur urusan mommyku, aku pasti tidak seperti ini, aku tidak gila, tapi semua menganggapku orang gila, ini semua gara-gara ibumu," racau wanita itu yang semakin tidak jelas.
"Sudahlah kau tidak akan mengerti, kau tenanglah disini, aku akan kembali nanti dan kita akan bersenang-senang lagi, hahaha," tawa wanita itu menggema di seluruh ruangan meninggalkan Vira yang sudah rasanya tidak punya tenaga lagi.
Pandangan Vira sudah semakin samar, Vira menghela nafas dan tak lama memejamkan matanya.
__ADS_1
***
Seminggu sudah Vira menghilang, bahkan kini seluruh anggota keluarganya mencari, wanita itu hilang seperti ditelan bumi. Hingga saat ini belum pernah ada kabar tentangnya. Sementara Kimmy masih saja bungkam karena sampai saat ini Alno juga belum menemuinya dan memutuskan.
Siang ini dengan langkah gontai, Alno pergi ke ruangan dimana dia mengurung Kimmy.
Kimmy tersenyum begitu manis menyambut kedatangan Alno, walaupun penampilannya kini sudah begitu kacau, karena ulah anak buah Alno yang berusaha membuat wanita itu mengeluarkan suara, tapi hasilnya, Kimmy tetap saja pada pendiriannya, dia tetap tidak mau memberitahukan keberadaan Vira, walaupun sekujur tubuhnya sudah penuh luka, dia hanya mau Alno menikahinya.
Dan kini senyuman Kimmy langsung terukir di sudut bibirnya begitu melihat pria yang dicintainya datang menemuinya.
"Apa kamu sudah berubah pikiran Rae? Kamu setuju untuk menikah denganku?" Tanya wanita itu merasa senang karena dia yakin, Alno setuju dengan permintaannya, setelah seminggu ini, pria itu selalu menolaknya.
Alno menghela nafasnya panjang, "Maafkan Kak Alno sayang, maaf, Kakak tidak bermaksud mengkhianatimu, Kakak hanya ingin kamu dan anak kita selamat," ucap Alno dalam hatinya yang jujur saja tidak yakin apa istrinya masih baik-baik saja sampai saat ini.
"Iya, aku akan menikahimu, kau beritahu aku sekarang dimana Vira," kata Alno pada Kimmy.
(Maafkan Kakak Vira, Kakak sungguh terpaksa)
"Kamu lepaskan aku dulu Rae, dan aku juga ingin bukti bahwa kau benar-benar akan menikahiku, aku tidak mau sampai kamu membohongiku," kata Kimmy yang tidak percaya begitu saja pada apa yang Alno ucapkan.
"Kamu tahu aku tidak pernah berbohong dan ingkar janji? Bahkan di saat aku tahu kamu punya maksud tidak baik kepada keluargaku, aku tetap menempatkanmu bersamaku?"
"Kau pikir aku tidak tahu Rae? Kau seperti itu karena agar bisa mengawasiku bukan? Jadi cukup jangan berpura-pura bahwa kau seperti itu karena peduli denganku Rae?" Teriak Kimmy saat tahu bahwa ternyata Alno mempertahankan dia di sisinya hanya agar bisa mengawasi gerak-geriknya, jangan tanyakan Kimmy tahu dari mana, ada seseorang yang sengaja memberitahu Kimmy tentang hal itu.
"Aku memang peduli denganmu, andai saja kau tidak menyakiti orang-orang yang aku sayangi, aku juga tidak mungkin seperti ini terhadapmu Kimmy, aku tulus menyayangimu, tapi hanya sebagai adik, tapi apa yang kau lakukan? Kau membuat gadis yang begitu aku cintai terluka."
"Tapi aku tidak mau hanya kau anggap adik Rae, aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu aku sudah memiliki perasaan padamu, tapi apa? Kau justru memilih bertahan dan berjuang untuk gadis yang jelas-jelas sudah melukai perasaanmu. Kau tahu Rae, hatiku sakit saat kau terus bercerita tentangnya, kau selalu tersenyum walau hanya dengan menyebut namanya, sementara aku…? Kau selalu berpura-pura tidak tahu bahwa aku mencintaimu, kau selalu menutup hatimu untukku," kata Kimmy dan kini kembali menatap Alno.
"Jadi sekarang aku mau bukti yang bisa kau berikan padaku jika kau memang akan menikahiku."
__ADS_1