My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 27


__ADS_3

Bruk


Vira yang berlari dan buru-buru pergi, tiba-tiba saja menabrak seseorang yang baru saja akan masuk.


"Vira kamu kenapa? Kenapa menangis?" Tanya Vier langsung panik saat mendapati wajah Vira yang sudah basah oleh air mata.


"Tidak, aku tidak menangis," Vira menghapus kasar air matanya yang terus mengalir tanpa bisa dicegah.


"Kau bisa membohongi orang lain, tapi tidak padaku Vira, kamu lupa aku kembaranmu, kita tumbuh di tempat dan waktu yang sama," Vier memegang bahu Vira yang bergetar, dan hal itu semakin membuat Vier tidak percaya ucapan Vira.


"Minggir Vier, aku mohon, aku ingin keluar sebentar!" Vira berucap dengan wajah memelas.


"Kamu mau kemana? Biar aku mengantarmu," Vier menawarkan diri untuk mengantar Vira, setidaknya Vira ada yang menemani disaat seperti ini, Vier tidak ingin Vira melakukan hal yang bisa membahayakannya.


"Aku ingin sendiri Vier, kumohon biarkan aku pergi sekarang!" Vira menangkupkan kedua tangan memohon agar Vier membiarkannya pergi sendiri paling tidak untuk saat ini.


Vira terasa rapuh, dia bahkan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya, entah kenapa Vira tidak bisa mengendalikan dirinya saat tadi dirinya bertemu sang Kakak.


"Vira tapi.."


"Aku mohon! Aku janji akan pulang dalam keadaan baik-baik saja, aku bisa menjamin itu Vier, tapi setidaknya biarkan aku sendiri," Vira menatap kembarannya dengan tatapan sendu.


Hingga akhirnya Vier pun mengalah, dia menurunkan kedua tangan di bahu Vira, dan membiarkan Vira berlalu meninggalkannya, Vier berbalik badan melihat kepergian Vira yang berlari kecil menuju dimana mobilnya berada.


Sementara itu, dari lantai atas sedari tadi Alno memperhatikan kedua adiknya, dan Alno juga mendengar apa yang mereka bicarakan karena tadi kedua adiknya berbicara cukup keras. Bahkan Alno pun melihat Vira keluar dari rumah. Ada rasa sesak di dalam dada Alno ketika melihat adiknya menangis.


Sebenarnya ada sesuatu yang berbeda, entah apa Alno tidak tahu, atau mungkin Alno belum terlalu menyadarinya.


Alno yang tenggelam dalam lamunannya, kini terkejut begitu mendapat tepukan di bahunya.


Vier, adiknya kini ada di belakangnya. Entah sejak kapan padahal tadi Vier masih di bawah, masih menatap gadis yang juga kini menjadi perhatiannya, yang jelas Alno tidak melihat saat Vier berjalan ke arahnya, tahu-tahu Vier sudah ada di belakangnya saja dan hal itu sukses membuat Alno terkejut.

__ADS_1


"Kakak!" Vier langsung memeluk Alno, menyalurkan rasa rindu yang selama 6 tahun iki keluarga mereka pendam karena Alno pergi tanpa mengabari.


Alno yang merasakan rindu yang sama pun membalas pelukan adiknya.


"Kapan Kakak pulang, kau tahu Kak, kami semua merindukanmu, kenapa Kakak tega meninggalkan kami tanpa kabar dan parahnya lagi Kakak membohongi kita semua, tempat tujuan Kakak sebenarnya," ucap Vier yang seperti sedang mewakili keluarganya untuk menginterogasi sang Kakak yang baru pulang dari negeri orang.


Alno melepas pelukannya, "Maafkan Kakak," hanya dua kata itu yang bisa Alno ucapkan, karena Alno memang tidak tahu harus berbicara apalagi selain kata maaf.


"Oh ya yang lain kemana? Kenapa rumah begitu sepi?" Tanya Alno yang memang baru melihat Vira saja di rumah.


"Vian ke kampus, Ze ke sekolah, Mama pergi ikut Papa ke kantor, dan Vira tadi baru saja pergi, apa Kakak sudah bertemu dengan Vira?" Tanya Vier yang menyadari jika Kakaknya pulang saat Vira masih ada di rumah, Vier yakin itu, karena Vier baru melihat Vira pergi.


"Vira? Oh ya kemana anak itu? Hmm tadi Kakak belum bertemu dengannya, Kakak juga baru saja keluar kamar, setelah beberes dan membersihkan diri," jawab Alno berbohong.


"Oh, jadi Kakak belum bertemu Vira, padahal Vira baru saja keluar," ucap Vier yang tidak percaya begitu saja pada ucapan Kakaknya.


"Rae, apa kau melihat ponselku?" Tiba-tiba Kimmy datang membuat Kakak beradik itu menoleh.


"Ah ya kamu pasti Vier, iya kan?" Tebak Kimmy dengan senyuman yang manis.


Sementara Vier mengernyitkan dahi, bingung karena perempuan yang baru pertama kali dilihatnya mengenal bahkan tahu namanya.


"Oh iya hampir lupa, perkenalkan aku Kimmy," Kimmy mengulurkan tangannya pada Vier.


Vier yang masih bingung dengan situasi di depannya hanya membalas uluran tangan Kimmy.


"Aku Vier, adik Kak Alno," ucap Vier memperkenalkan dirinya.


"Oh ya Vira kemana? Sejak kejadian tadi aku belum melihatnya lagi?" Tanya Kimmy mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Vira.


Vier semakin bingung mendengar pertanyaan Kimmy, sementara Alno menatap tajam Kimmy karena dengan pertanyaan Kimmy tadi, Vier pasti akan tahu jika tadi dirinya berbohong soal Vira.

__ADS_1


Sedangkan Kimmy, dirinya tidak sadar jika saat ini Alno sedang menatapnya tajam.


"Maksud Kak Kimmy? Kejadian apa yang Kakak maksud? Jadi kalian sudah bertemu dengan Vira?" Tanya Vier memastikan.


"Iya kami sudah bertemu dengannya, Vira tadi tiba-tiba masuk ke kamar Alno dan melihat kita berdua, terus tiba-tiba Vira berbalik badan dan pergi," kata Kimmy menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Melihat kalian berdua? Vira melihat kalian berdua?"


Kimmy hanya mengangguk menjawab pertanyaan yang vier tanyakan lagi.


"Apa yang kalian lakukan di dalam kamar? Kenapa Vira sampai berbalik badan dan pergi?" Vier sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan hal itu, begitu mendengar penjelasan dari Kimmy tadi.


"Itu, kita…


"Itu urusan Kakak dan kamu tidak perlu ikut campur," dengan cepat Alno memotong ucapan Kimmy.


"Kak kau.." ucap Vier menggantung, enggan untuk meneruskan ucapannya.


Tangan Vier mengepal, dan tiba-tiba sebuah bogem mentah mendarat di wajah Alno. Apalagi ketika setelah sadar melihat Kimmy dengan rambut basahnya.


"Br*ngs*k Kau Kak? Apa yang kau lakukan pada anak gadis orang? Mentang-mentang di rumah tidak orang, kamu bebas melakukan hal seperti itu, apa ini hasil belajarmu di luar sana," teriak Vier dengan amarah yang menggebu-gebu.


Pelayan yang tadi di suruh Alno, sampai dibuat panik saat mendapati anak Tuannya ribut. Dengan cepat pelayan itu menghubungi Jasmine agar segera pulang.


"Tunggu Vier, kamu salah, aku bukan gadis lagi," jawab Kimmy dengan polosnya.


Dan mendengar itu kembali membuat amarah yang sudah Vier tahan kembali memuncak bahkan mungkin saat ini sudah sampai ke ubun-ubun. 


"Kau benar-benar pria br*ngs*k Kak!" Sekali lagi Vier mendaratkan bogem mentah dan kali ini bukan di wajah melainkan di perut Kakaknya. Tidak puas, Vier kembali memukul wajah Alno hingga sudut bibir Alno mengeluarkan darah segar.


"Vier stop!" Teriak Kimmy yang melihat Alno langsung tersungkur, karena Alno sedari tadi tidak melakukan perlawanan. Kimmy bahkan menghalang-halangi Vier yang akan kembali memukul Alno.

__ADS_1


Dan tanpa mereka sadari, seseorang mendengar dan melihat apa yang terjadi antara Alno, Kimmy dan juga Vier.


__ADS_2