My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 87


__ADS_3

"Aku hubungi Kak Alno tidak ya?" Cinta bingung menghubungi Alno atau tidak, posisinya serba salah.


"Kak Vira lupa atau bagaimana sih? Dia mau kemana coba? Mencari Kak Vier? Dia tidak tahu kalau Kak Vier menghilang bukan di negara ini," kesal Cinta karena Vira pergi begitu saja, tanpa berbicara dulu, kalau tidak, Cinta lebih suka dimarahi dulu oleh Vira karena menyembunyikan apa yang Alno beritahukan padanya.


"Bagaimana?" Ucapnya begitu menjawab panggilan masuk.


"Dimana? Baiklah Kak terima kasih," ucap Cinta berterima kasih pada seseorang di seberang telepon karena sudah membantunya melacak keberadaan Vira saat ini.


Cinta segera melajukan mobilnya membelah jalanan yang begitu sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Begitu sampai di lokasi yang tadi dikirimkan, Cinta melihat mobil Vira, ya hanya mobilnya, karena begitu Cinta menghampiri mobil itu, Vira sudah tidak ada di dalamnya. Bahkan pintu mobil tepat di bagian kemudi terbuka lebar.


"Kak Vira! Kak! Kakak dimana?" Teriak Cinta sambil berlari kesana kemari, mungkin saja Vira sengaja turun dan masih berada di sekitar situ, tapi sayangnya Vira tidak ada dimanapun. 


Cinta menghubungi ponsel Vira, terdengar bunyi dering telepon dan Cinta menemukan ponsel Vira tergeletak di jalan.


"Kak kau dimana? Jangan membuatku cemas seperti ini!" Cinta begitu panik saat ini, bagaimana dirinya harus menjelaskan kepada Alno.


Bagaimanapun Cinta gagal menjaga Vira, dirinya benar-benar kehilangan jejak Vira. Takut terjadi sesuatu dengan Vira, Cinta memutuskan untuk menghubungi Alno, tidak peduli Alno akan marah lagi padanya, keberadaan Vira sekarang jauh lebih penting.


*


*


Alno menerima telepon di tengah perjalanannya mencari Vier. Mendadak Alno segera mengerem mobilnya saat mendapat kabar dari Cinta.


Alno dengan segera melajukan mobilnya secepat yang dia bisa, tujuan utamanya adalah rumahnya. Alno harus mengambil barang-barangnya juga segala keperluannya sebelum dirinya ke bandara.


Alno harus segera pulang, dia harus mencari tahu apa yang terjadi dan menanyakan secara langsung kepada Cinta.


"Ada apa Kak?" Tanya Vian yang melihat wajah kakaknya menegang.


"Kak!" 


"Vira menghilang, kata Cinta, Vira hilang," jawab Alno dengan wajah yang begitu khawatir.

__ADS_1


"Kak Vira menghilang kenapa bisa? Maksudku kenapa bisa bersamaan di saat Kak Vier juga menghilang," ucap Vian yang ikut frustasi mendengar kabar yang baru saja diterimanya.


"Terus bagaimana Kak?" Tanya Vian yang ikut cemas.


"Kakak akan kembali sekarang, Kakak akan mengambil barang-barang Kakak dan langsung ke bandara. Kakak akan menyuruh orang-orang Kakak untuk membantumu mencari keberadaan Vier," kata Alno yang hanya bisa sesekali melirik Vian karena dirinya saat ini, sedang fokus mengemudi.


"Aku ikut Kakak!" Kata Vian yang juga cemas dengan kakak perempuannya.


"Tidak, kamu disini saja, bantu papa temukan Vier!" Perintah Alno dan Vian hanya bisa pasrah.


"Oh ya kamu pesankan tiket pulang sekarang, Kakak mau yang paling pagi!" Perintah Alno kepada adiknya


Vian mengambil ponselnya dan menuruti perintah Kakaknya.


"Jika mama dan papa tanya kamu jawab saja, kalau Kak Vira ingin bertemu dengan Kakak dan meminta Kakak pulang oke!"


"Iya Kak."


Tak lama akhirnya mereka pun sampai, Alno sengaja menghentikan mobilnya di depan gerbang, tidak membawanya masuk, karena takut akan membangunkan mama papanya.


Setelah semuanya sudah siap, Alno pun keluar dari kamar, tapi sayangnya niat Alno yang sengaja tidak memberitahu Stevano dan Jasmine sirna sudah saat di depan pintu, dia mendapati mama dan papanya sudah berdiri disana, menatapnya dengan penuh tanya apalagi melihat koper yang dirinya bawa.


"Kau mau kemana?" Tanya Jasmine dengan tatapan menyelidik.


"Alno mau pulang Ma, Vira bilang dia merindukan Alno jadi Alno putuskan pulang sekarang," katanya memberi alasan.


"Jangan bohong sama Mama Alno, katakan apa terjadi sesuatu dengan Vira?" Tanya Jasmine yang entah kenapa, sejak tadi perasaannya tidak enak, memikirkan putrinya yang saat ini berjauhan dengannya.


"Alno jawab Mama!" Kata Jasmine tegas.


Stevano mengusap lengan istrinya, agar sedikit membuatnya tenang.


Alno menatap mama, papa dan  adiknya bergantian, kemudian melihat Vian yang mengangguk, akhirnya Alno pun mengatakan yang sebenarnya.


"Vira hilang Ma," jawab Alno lesu.

__ADS_1


Tubuh Jasmine hampir limbung jika saja Stevano tidak segera menahannya.


"Mama!" Teriak Alno dan Vian bersamaan.


Tak lama ponsel Alno berdering dan Alno segera menjawabnya begitu tahu nama Bobby yang menghubunginya, dia tadi mengirim pesan pada Bobby untuk segera melacak keberadaan istrinya.


"Alma sudah memintanya Tuan dan itu lokasi terakhir Nona Vira berada. Kami sudah mengerahkan anak buah untuk mencari keberadaan Nona Vira. Bahkan Alma juga sudah memintaku untuk menemukan keberadaan Kimmy, Alma curiga jika Kimmy yang melakukannya, karena menurut Alma dari jejak Nona Vira, mengatakan jika kemungkinan Nona Vira diculik.


Alno mencengkram ponselnya dengan kuat, "Kurang ajar! Berani sekali dia menyentuh milikku," geram Alno.


Stevano, Jasmine dan Vian hanya menatap Alno penuh tanya. Tapi mereka memilih diam membiarkan Alno berbicara pada seseorang yang entah siapa.


"Bagaimana hasilnya, apa kau sudah menemukan keberadaannya?" Tanya Alno yang kembali berbicara dengan orang di seberang telepon.


"Sudah Tuan dan Alma sedang menuju perjalanan ke sana."


"Baiklah kau kabari saya apapun yang terjadi, bilang Alma, dia harus membawa wanita ular itu hidup ataupun mati ke hadapanku!"


"Baik Tuan," jawab Bobby dan panggilan pun berakhir.


"Sial!" Umpat Alno.


"Kenapa semuanya serba kebetulan seperti ini?" Apa jangan-jangan Vier…" Alno kemudian menatap mama, papa dan Vian yang kini tengah menatapnya. Alno lupa jika saat ini, dia masih bersama dengan keluarganya.


Jasmine dengan air mata yang sudah membasahi sebagian wajahnya langsung menghampiri Alno, memegang kedua lengan sang putra, "Ada apa Al? Apa hilangnya Vira berkaitan juga dengan hilangnya Vier? Apa ada yang mencoba melukai mereka? Jawa Mama Al!" Teriaknya bahkan sampai mengguncang tubuh Alno.


Jasmine melepaskan Alno, berbalik dan kini berjalan menghampiri suaminya.


"Sayang! Cepat lapor polisi  sekarang! Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan anak-anak kita," isak Jasmine menatap Stevano.


"Kenapa diam saja? Kenapa? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak-anak kita?" Jasmine memukul dada suaminya berulang kali, karena melihat Stevano tidak bergerak sedikitpun.


Vian memegang tangan mamanya dan membawa ke pelukannya.


"Kita tidak boleh gegabah Ma, jika benar Kak Vira diculik, bahkan disaat Kak Vier menghilang, takutnya semua ini sudah direncanakan, dan jika kita langsung lapor polisi, nyawa Kak Vira yang bakal jadi taruhannya," ujar Vian pada mamanya.

__ADS_1


Mendengar itu Jasmine semakin terisak, dan tak lama, ketiga pria itu dibuat panik saat Jasmine jatuh  tidak sadarkan diri.


__ADS_2