My Lovely Sister

My Lovely Sister
Bab 32


__ADS_3

"Kak!"


"Hmm!"


"Lepaskan! Aku mau mandi dulu, setelah ini ada hal yang penting yang ingin aku katakan pada Kakak," ucap Vira memegang tangan Kakaknya yang melingkar di perutnya.


"Baiklah, kamu mandi dulu, kakak juga ingin berbicara denganmu," Alno melepas pelukannya dan membalik tubuh Vira.


"Kau semakin cantik sayang," Alno mengelus lembut rambut Vira.


Ada semburat merah di kedua pipi Vira saat mendengar pujian pria yang dicintainya itu.


"Kamu semakin cantik dengan wajah yang merona," Alno rupanya semakin gencar menggoda Vira saat melihat pipi gadis itu merona.


"Kakak stop!" Vira memalingkan wajahnya malu.


Alno menarik dagu Vira perlahan agar menatap ke arahnya, pandangan mereka bertemu.


Cup


Alno mengecup bibir Vira sekilas.


"Sudah sana mandi!" Kemudian Alno pun membiarkan adiknya itu untuk membersihkan diri.


Alno tersenyum melihat punggung Vira yang semakin menjauh.


"Rasanya Kakak ingin cepat-cepat menikahimu," gumamnya kemudian keluar dari walk in closet milik adiknya.


Alno pun keluar dari kamar Vira dengan hati yang bahagia, menuruni anak tangga dengan bersiul riang.


"Ma!" Teriak Alno memanggil-manggil namanya.


"Iya sayang, Mama di dapur," Jasmine berteriak menjawab Alno.


Vian yang di belakang Alno sampai menutup telinganya. 


"Berisik, ini rumah bukan hutan," ucapnya berlalu melewati Alno dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.


Alno hanya mengedikkan bahu acuh, kemudian segera menyusul Vian yang juga berjalan ke arah dapur.


Alno tiba-tiba memeluk Jasmine dari belakang dan mengecup pipi kanan Mamanya yang masih terlihat cantik.


"Ma, terima kasih," ucap Alno yang kini mengecup pipi yang sebelah kiri.


Jasmine hanya tersenyum, "Vira mana?" 


"Masih mandi Ma," jawab Alno masih memeluk Mamanya.

__ADS_1


"Wah Mama masak masakan kesukaan aku? Mama memang yang terbaik."


"Apa yang kau lakukan pada istriku?" Lepaskan!" Stevano langsung menarik tubuh Alno yang memeluk Jasmine hingga pelukannya langsung terlepas begitu saja.


Begitu terlepas Stevano langsung memeluk istrinya posesif. Jangan berani-beraninya kau menyentuh istriku lagi," Stevano segera menjauhkan istrinya dari Alno dan menatapnya tajam.


"Kalian ini kenapa sih? Untung saja aku sudah matikan kompor, bagaimana kalau tadi belum dan melukai tanganku," kesal Jasmine pada kedua pria yang disayanginya itu.


"Kamu milikku sayang, dan tidak ada laki-laki lain yang boleh menyentuhmu," kata Stevano memperingatkan.


"Pa tapi aku ini putra Mama," protes Alno.


"Tapi kamu tetap seorang laki-laki, dan Papa tidak suka."


Vian yang sudah duduk di meja makan hanya diam saja dan tetap fokus dengan ponsel yang ada di tangannya tidak peduli pada ketiga orang yang terus saja berdebat.


"Mereka kenapa?" Tanya Kimmy yang datang dan menarik kursi di samping Vian.


Vian menoleh sekilas, kemudian mengedikkan bahunya.


Kimmy rasanya ingin menancapkan garpu pada wajah datar bocah yang ada di sampingnya ini.


Tak lama Vira ikut bergabung dan duduk di seberang Vian.


"Kenapa tuh?" Tanya Vira pada adiknya.


"Biasa drama pria posesif," jawab Vian tanpa menjelaskan panjang lebar.


"Entah," jawab Vian singkat.


Kimmy hanya menatap bergantian Vira dan Vian, hingga pandangannya bertemu dengan Vira.


"Hei Vira!" Sapa Kimmy.


"Oh Hei," balas Vira tersenyum.


Kimmy juga ikut tersenyum, dirinya lega, jika Vira sudah tersenyum padanya, Rae pasti sudah menceritakan semuanya.


Jasmine kemudian datang dengan sepiring masakan kesukaan Alno.


"Maaf ya sayang, kamu jadi harus melihat drama Papanya Alno, biasa dia, sudah tua tapi masih suka cemburuan bahkan sama anaknya sendiri," cerita Jasmine pada Kimmy meminta pengertian gadis itu.


"Tidak apa-apa Bi, Kimmy maklum kok, bagus jika seperti itu," jawab Kimmy tersenyum.


"Namanya juga cinta, sayang! Jadi wajar saja kan bila cemburu apalagi pada anak yang sudah tumbuh dewasa," Stevano membela dirinya sendiri.


"Terserah kamu saja Pa, sudahlah, memang Papa tidak malu apa pada tamu kita," Jasmine mencoba menyudahi perdebatan di antara mereka bertiga.

__ADS_1


"Kamu mau mandi dulu apa langsung makan?" Tanya Jasmine menatap suaminya.


"Papa mandi dulu deh bentar, gerah, kalian kalau mau makan dulu juga tidak apa-apa," jawab Stevano.


"Ya sudah Ayo Ma, bantuin siapin pakaian Papa," ajak Stevano pada istrinya.


"Kalian kalau lapar makan dulu saja ya, Mama ke kamar dulu, siapin pakaian Papa," pamit Jasmine meninggalkan anak-anaknya.


"Jangan melamun," Alno duduk di samping Kimmy, menepuk bahu gadis yang tadi melamun sambil memandangi Mama dan Papanya.


"Ah tidak kok," jawab Kimmy mengelak.


Vira berdiri, Alno yang menyadari dan sedari tadi memang sedang memperhatikan gadisnya langsung  menahan tangan Vira yang hendak pergi.


"Sayang jangan marah!" Kata Alno yang kini berjalan memutari meja masih dengan tangan Vira yang berada di dalam genggamannya.


Tiba-tiba seseorang datang menepis tangan Alno.


"Vier!" Alno dan Vira berucap bersamaan saat melihat bahwa Vier lah pelakunya.


"Masuk ke kamar Vira!" Perintah Vier tegas.


"Vier aku mau makan," Vira menolak perintah Vier.


"Aku akan mengantarkan makananmu, kamu ke kamarmu sekarang!" 


Alno mengangguk memberi isyarat pada Vira, hingga akhirnya gadis itu pun berdiri dan berjalan gontai menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Vian masih diam tidak ingin ikut campur, Kimmy menatap ketiga pria itu bergantian, Vier dan Alno saling menatap dalam diam. 


Tak lama Stevano dan Jasmine bergabung di ruang makan.


"Loh Vira mana?" Tanya Jasmine entah pada siapa.


"Ze belum pulang Ma?" Tanya Vier tanpa menjawab pertanyaan Mamanya.


"Ze ikut makan malam bersama om Al dan tante Lia, kamu baru pulang sayang?" Tanya Jasmine menghampiri putranya.


"Iya Ma, tadi Vier mengantar Sheira ke rumah sakit," jawab Vier jujur, tadi saat dia berniat meninggalkan rumah, kekasihnya itu menelpon, mengatakan jika Mamanya masuk ke rumah sakit, Vier datang menjemput Sheira di alamat yang gadis itu berikan dan kemudian mengantarkannya ke rumah sakit setelah itu.


"Oh ya sayang, kapan kamu akan ajak Sheira kemari, kamu sudah sering menceritakan kekasihmu itu, kenapa kamu tidak pernah membawanya ke rumah?" Ucap Jasmine protes karena putranya itu tidak pernah memperkenalkan kekasih yang dipacarinya selama 6 tahun ini.


"Lain kali Ma," jawab Vier sambil mengambil nasi beserta lauk pauknya.


"Baiklah, tapi kamu janji kapan-kapan bawa dia kemari," kata Jasmine meminta putranya untuk berjanji.


"Iya Ma, ya sudah Vier mau anterin ini dulu untuk Vira, pamit Vier membawa nampan berisi makanan untuk saudara kembarnya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa dengan Vira? tadi Mama lihat dia baik-baik saja," Tanya Jasmine heran ketika Vier membawakan makanan untuk Vira ke atas, padahal dari tadi Vira duduk di ruang makan, dan terlihat baik-baik saja.


 


__ADS_2