
POV Author
3 tahun kemudian.......
"Sayang.... Aku hamil lagi." teriak Ayu dari dalam kamar mandi. Ia masih memegang test pack di tangannya. Masih tidak percaya kalau Ia akan diberi anugerah atas kehamilannya yang ke 4.
Loh udah 4 aja? Jadi setelah adiknya Kevin yakni Sisil lahir, 4 bulan kemudian Ayu hamil lagi. Anak ketiga mereka laki-laki dan diberi nama Leon.
Ayu yang merasakan capeknya ngurus anak kecil yang hanya beda 1 tahun saja memutuskan untuk menggunakan pil KB andalannya lagi. Bukan tidak mau punya anak dari Dio lagi, tapi bener deh punya anak usianya berdekatan selain stress karena marah-marah melulu tapi juga karena kasihan kok kayaknya belum puas memberikan kasih sayangnya.
Sayangnya malam itu Ayu lupa meminum pil KBnya. Saat terjadi proses pembuahan Ia dalam masa subur, akhirnya hamil lagi deh.
Dengan menggendong Leon yang belum genap berusia 2 tahun Dio pun datang menghampiri Ayu. "Hamil lagi? Yaudah gak apa-apa. Aku seneng kok."
"Tapi kan Leon masih kecil?"
Dio tahu apa yang Ayu khawatirkan. Ia tak mau anaknya kekurangan kasih sayang. "Leon mau jadi kakak kan? Leon kakak yang pintar kan?" tanya Dio pada Leon yang ikut mengangguk tanpa mengerti maksud perkataan Daddynya tersebut.
Ayu tertunduk lesu memandangi test pack yang tidak akan mungkin berubah tandanya lagi. "Aku kan belum sempat ngurusin badan aku sehabis melahirkan Leon. Baru aja meyapih Leon eh aku harus hamil lagi."
"Memangnya siapa yang suruh kamu ngurusin badan? Kamu tuh gak usah mikirin badan kamu mau kayak gimana. Toh kamu kayak gini juga karena mengandung anak aku. Bagi aku gak masalah kok. Selama kamu dan anak dalam kandungan kamu sehat." kata Dio dengan nada menenangkan.
Ayu masih tidak beranjak juga. Masih diam dan banyak yang dipikirkan. Dio memberikan Leon pada baby sitternya lalu kembali lagi menghampiri Ayu.
"Kita harus banyak bersyukur. Banyak pasangan lain di luar sana yang sangat menginginkan punya anak. Mereka sudah berbagai cara namun masih belum dikasih sama Tuhan. Kita beruntung, Tuhan mempercayakan kita untuk mendidik dan mengasuh banyak anak. Nanti saat mereka sudah besar pasti kita akan menantikan melihat mereka saat masih kecil. Kangen dengan aroma tubuh bayi, kangen teriak-teriak misahin kakak dan adik yang berebut mainan. Dan banyak lagi rasa kangen yang akan kita rindukan ke depannya."
__ADS_1
Dio menyelipkan rambut Ayu yang terurai ke belakang telinganya. Menghapus air mata yang berhasil lolos dari pelupuk mata Ayu. "Ada aku yang nemenin kamu didik anak-anak kok. Kamu gak sendirian. Papa dan Mama juga sangat senang rumahnya dipenuhi dengan banyak anak-anak."
Ya, Ayu dan Dio sudah pindah ke rumah mewah milik Papa Putra. Lebih tepatnya karena Papa Putra merengek-rengek minta main sama Sisil dan tak mau pisah. Dio yang membujuk Ayu untuk tinggal di rumah Papa Putra.
Di samping karena permintaan Papa juga karena rumah kontrakkan mereka terlalu kecil untuk arena bermain anak-anaknya juga tidak ada kamar lagi untuk baby sitter yang mereka pekerjakan.
Dio memang berencana membangun tingkat rumahnya namun belum sempat. Ada bayi, kasihan kalau banyak debu. Berbarengan dengan permintaan Papa Putra akhirnya Dio dan Ayu memutuskan untuk tinggal di rumah Papa Putra.
Lihatlah kekacauan yang dilakukan anak-anak Ayu dan Dio. Kolam renang yang awalnya terkesan elegan malah berisi bola-bola plastik. Gak beda jauh sama playground. Halaman depan yang awalnya ditanami rumput kini berganti dengan rumput sintetis. Rumputnya mati diinjak-injak anak-anak yang berlarian di halaman depan. Taman samping yang biasanya ada kolam ikan kini dilengkapi dengan perosotan dan ayunan. Tak beda jauh dengan pemandangan di TK kan?
Kamar anak-anak sudah di dekor oleh Mama bertemakan yang mereka suka. Kevin bertema Dinosaurus. Sisil bertema Frozen dan Leon bertema Avengers. Semuanya memiliki kamar sendiri-sendiri.
Enak sih dengan semua kenyamanan di rumah ini. Mama dan Papa tidak ambil pusing dengan apa yang Ayu dan Dio lakukan. Mereka sibuk bermain dengan cucu-cucunya. Masa tua yang sangat diidam-idamkan keduanya. Mama sudah jarang ke Semarang lagi, kalau keluar rumah selalu ada cucunya yang diajak. Ia tak mau jauh dari cucunya tersayang.
Jumlah asisten rumah tangga dan baby sitter total bisa mencapai 10 orang. Bayangkan betapa besar dan banyaknya kamar di rumah Papa Putra.
"Maafin aku ya. Aku terlalu gak bersyukur. Seharusnya aku bersyukur dikasih rejeki lagi sama Tuhan."
"Kamu bukannya gak bersyukur Sayang. Mungkin tadi kamu lagi kaget aja kali. Yaudah yuk keluar dari kamar mandi. Betah banget sih di dalam kamar mandi. Ayo siap-siap, kita ke dokter kandungan sekarang."
******
Papa dan Mama sedang sibuk membagikan brownies dan susu UHT ke masing-masing cucunya. Tak lama Dio dan Ayu berjalan menuruni tangga dengan pakaian yang rapi hendak pergi.
"Kalian mau kemana?" tanya Mama Lia.
__ADS_1
"Mau ke dokter Ma." jawab Dio.
"Siapa yang sakit?" tanya Mama Lia lagi.
"Bukan sakit, Ma. Ayu hamil lagi Ma." jawab Dio. Ayu membuang pandangannya karena malu. Kok ya aji mumpung banget hamil berturut-turut.
"Asyik Papa punya cucu lagi!" lah kok malah Papa Putra yang kegirangan.
"Ih tapi tetep Mama yang menguasai bayi nanti. Papa pas udah gedean aja menguasainya." Mama Lia tak mau kalah.
Ayu hanya menatap kedua mertuanya seakan tak percaya. Kok malah mereka berdua yang kegirangan?
"Yaudah sana berangkat. Titip salam buat Dokter Nina, bilang tolong prioritasin cucu Mama ya." Dokter Nina adalah dokter kandungan langganan Ayu sejak hamil Sisil. Ia juga teman baik Mama.
"Iya, Ma." jawab Ayu.
Sepanjang perjalanan Dio menggenggam tangan Ayu. "Gak nyangka ya Sayang. Anak kita udah mau 4 sekarang. Awalnya kita ketemu juga gak sengaja eh malah punya buntut banyak. He..he..he.."
"Iya, ya. Aku seneng deh bisa hamil dan melahirkan anak kamu. Semuanya perpaduan antara aku dan kamu. Aku bahagia deh dengan hidup kita. Setelah melewati banyak cobaan bahkan sampai terpisah selama 3 tahun akhirnya kita malah bahagia dengan banyaknya anak di sisi kita." Ayu lalu tersenyum senang menyuarakan isi hatinya.
"Aku juga seneeeeeng banget menjalani hidup sama kamu. Semoga kita selalu bahagia selamanya ya."
"Amin."
**TAMAT**
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘ Kali ini beneran ya TAMAT nya. Makasih semua yang mendukung novel Namaku Ayu. Habis ini lanjut ya baca WARM YOUR HEART. Maacih semuanya. ⚘⚘⚘⚘⚘