
POV Author
"Ma....." panggil Ayu dengan air mata yang sudah berderai.
"Yu.... kamu pulang, Nak."
Ayu langsung menghambur ke pelukan Mama Lia. Mereka berdua berpelukan sambil menangis bersama.
"Maafin Ayu, Ma.... " isak Ayu dengan suara lirih.
"Enggak Sayang. Kamu gak salah. Mama yang mau minta maaf sama kamu dan Kevin. Mama enggak ada disaat kamu melahirkan. Maafin Mama ya Sayang...."
Dio hanya memperhatikan kedua wanita yang Ia cintai saling melepas rindu. Sesekali Dio menghapus air mata yang berhasil lolos karena terenyuh melihat kesedihan mereka berdua.
Suara tangis Mama dan Ayu ternyata membangunkan Kevin. Sambil mengucek matanya Kevin berjalan keluar dari kamar dan mencari keberadaan Mommy-nya.
"Mommy." panggil Kevin.
Dio yang melihat kedatangan Kevin langsung menggendongnya. "Sini Sayang."
"Mommy nanis?" tanya Kevin bingung melihat Mommynya menangis tanpa henti.
Mama Lia yang mendengar suara Kevin melepaskan pelukan Ayu. Mama menyeka air matanya dan menatap sang cucu yang belum pernah Ia jumpai sama sekali.
"Kevin?" panggil Mama Lia.
Kevin awalnya bingung dan memang tidak mengenali siapa nenek-nenek yang memanggilnya. "Itu capa, Daddy?" Kevin meminta jawaban dari Dio yang masih menggendongnya.
"Itu Oma, Sayang. Oma Kevin. Namanya Oma Lia."
"Oma yang kacih Kevin T-rex?" ternyata Kevin ingat kalau Ia baru saja dikasih mainan T-Rex.
"Betul, Sayang. Sana, Kevin peluk Oma dan bilang terima kasih." Dio menurunkan Kevin dan membiarkan Kevin mendekati Mama Lia.
Mama Lia membuka kedua tangannya siap menyambut pelukan Kevin. "Sini, Sayang. Peluk Oma." senyuman teduh dari wajah Mama Lia berhasil memikat hati Kevin. Kevin pun berlari dan memeluk Mama Lia.
Tangis Mama Lia kembali terdengar. Ah, Ia amat merindukan cucunya tersebut. Mama Lia langsung menciumi Kevin dan membelai rambutnya dengan lembut.
"Geyi, Oma." tangis Mama Lia berubah menjadi tawa melihat Kevin kegelian. Ups Mama Lia baru saja menyadari kalau Kevin baru saja memanggilnya Oma.
"Oma kangen sama Kevin. Oh iya, Oma punya banyak mainan buat Kevin. Kevin mau?" mata Kevin langsung berbinar-binar mendengar tawaran mainan dari Mama Lia.
"Mauuuuu.. Ada T-rex juja?"
"Ada dong. Oma bawa T-rex yang bisa keluar telur juga. Terus matanya ada lasernya. Kevin pasti suka deh." promosi Mama Lia bak Spg di toko mainan yang tadi Ia datangi sebelum ke rumah Dio.
__ADS_1
"Kevin suka. Mau... mau T-rex..." rengek Kevin tak sabaran.
Tak lama supir Mama membawakan satu plastik besar berisi mainan yang Mama bawa. "Ini semua buat Kevin."
"Wow... mainan Kevin banyak. Macacih Oma." Kevin langsung memeluk dan mencium pipi Mama Lia.
"Kevin pinter bener nih baik-baikin Oma. Miriiip banget sama Daddy kamu kalau ada maunya." sindir Mama Lia untuk Dio.
"Bisa aja, Ma. Oh iya kita pesan makan aja ya untuk makan siang. Kevin mau makan apa?" Dio membuka aplikasi ojek online untuk memesan makan siang mereka.
"Kevin mau chicken." jawab Kevin yakin. Memang ayam goreng adalah makanan favorit Kevin.
"Mama sama Ayu mau makan apa?"
"Apa aja." jawab Mama dan Ayu kompak. Mereka pun tertawa kok bisa menjawab jawaban yang sama tanpa janjian.
"Yaudah aku pesan Mc D aja ya. Biar sekalian."
Terdengar suara ramai di depan, pertanda para karyawan sudah kembali dari istirahat. "Tuh, udah pada balik Yu. Kamu mau ketemu mereka gak?"
"Boleh. Aku mau nyapa Pak Ari dan yang lain." Ayu pun bangun dari duduknya. "Ma, Ayu ke depan dulu ya." pamit Ayu pada Mama Lia yang sedang asyik bermain bersama Kevin.
"Iya. Biar Kevin main sama Mama. Kalau perlu Mama ajak nginep deh di rumah biar bobo sama Mama."
"Iya Mama tau. Sudah sana temui karyawan kamu. Jangan gangguin Mama sama Kevin main." usir Mama.
Dio dan Ayu pun menghampiri karyawan. Pak Ari dan teman-teman yang sejak awal bergabung dan sudah mengenal Ayu amat senang dengan kembalinya Ayu di rumah.
"Asyik! Bakalan makan gorengan buatan Ayu yang enak lagi deh." siapa lagi kalau bukan Yono yang seenaknya nyeletuk.
"Hush! Nih anak suka seenaknya. Ayu kan sekarang sibuk sama anaknya. Kita beli gorengan di warteg aja!" omel Pak Budi pada Yono.
"Gak apa-apa, Pak. Kalau sempat nanti Ayu buatkan." janji Ayu. Ia memang suka membuatkan mereka makanan. Senang kalau melihat orang menikmati makanan yang kita buat dan makan dengan lahap.
"Asyik. Ayu mah emang paling top deh." puji Yono sambil mengacungkan kedua jempolnya.
******
"Ma." panggil Dio.
"Apa?" jawab Mama Lia.
"Mama gak pulang? Main sama Kevin gak ada bosennya. Mandiin Kevin juga udah. Mama kapan pulangnya?" tanya Dio sebal melihat Mamanya yang makin betah di rumahnya padahal sudah seharian di sini.
"Hush! Kamu gak boleh gitu, io." omel Ayu. "Jangan dengerin Ma. Mama main aja sama Kevin. Kalau perlu Mama ngin-" Dio langsung membekap mulut Ayu. Dio tak mau Ayu menawari Mamanya nginep disini. Selain akan mengganggu juga takut kalau Papa akan mencari keberadaan Mama.
__ADS_1
"Kamu ngusir Mama nih?" Mama pura-pura ngambek. Ia tahu kalau Dio ingin berduaan aja sama Ayu namun Ia rasanya tak mau pisah dari cucu kesayangannya tersebut.
"Bukan gitu Ma. Nanti Papa nyariin. Kayak gak tau aja tuh Aki-aki kalau malam gak ada Mama suka uring-uringan kayak anak bayi."
"Ish.. kamu makin gak sopan nih, io. Gak boleh gitu ah ngomongnya!" Ayu kembali ngomelin Dio.
"Iya Mama tahu. Yaudah Mama pulang sekarang. Kalian lanjutin deh mesra-mesraannya. Eh tapi Mama mau dongengin Kevin dulu ah sebelum tidur."
"Yaelah Ma. Gak peka banget dah ah." gerutu Dio. Gemas dengan ketidaksabaran Dio dari tadi Ayu pun mencubit pinggang Dio. "Ampun Yu. Aku diem deh."
******
Ayu baru saja kembali dari kamar Kevin. Menyelimuti Kevin dan mencium keningnya sebelum tidur sudah menjadi kebiasaan Ayu.
Ayu menghampiri Dio dan merebahkan tubuhnya di samping Dio yang asyik membaca laporan keuangan perusahaan dari tablet yang Ia pegang.
"Kevin udah bobo?" tanya Dio tanpa melepaskan pandangannya dari tablet.
"Udah." jawab Ayu bete. Tadi aja sampai ngusir Mama Lia biar gak nginep tapi sekarang kalau udah ngurusin kerjaan aja Ayu dicuekkin.
"Sebentar ya, aku ada email penting nih. Besok meeting dadakan soalnya."
"Terserahlah. Aku juga ngantuk." Ayu menarik selimut dan tidur membelakangi Dio.
Dio merasakan zona bahaya saat seorang wanita mengucapkan kata 'terserah'. Lebih baik dilempar batu, ditampar atau dimaki-maki dibanding hanya satu kata yang keluar dari mulut wanitanya. Terserah itu ibarat maju kena dan mundur juga kena.
Alam pun seakan merasakannya. Hujan deras turun diiringi dengan suara petir sesekali. Dio segera menaruh tabletnya sebelum hujan badai datang.
"Yu."
"Hmm." jawab Ayu singkat.
"Peluk. Dingin nih lagi ujan."
Ayu menahan senyumnya mendengar ucapan Dio yang mulai menggodanya. Ayu berbalik badan dan melihat Dio yang sedang menopang kepalanya sambil menatap Ayu.
"Udah kerjanya?" tanya Ayu basa-basi.
"Nyonya negara lebih penting dari kerjaan kantor. Dan....meeting membahas stabilitas negara juga lebih penting." Dio langsung mencium Ayu. Dalam hati Dio berdoa jangan ada lagi yang mengganggu kemesraan mereka.
Dio terus mencium Ayu dan melepaskan kerinduannya selama ini. 3 tahun Dio menahan semuanya. Saat inilah waktunya Ia melepaskan semuanya.
Ciuman Dio makin memanas dan menuntut hal lain. Mereka pun melakukan kembali hubungan lebih hot lagi. Seakan tanpa lelah, Dio bahkan melakukannya berkali kali sampai akhirnya Ia tertidur karena kelelahan saat jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi.
Lelah dan udara dingin membuat tidur Dio makin lelap. Dio memeluk tubuh Ayu dan tak membiarkannya lepas dari pelukannya sedikitpun. Ayu bahkan terlalu lelah untuk memakai pakaiannya lagi. Dio terlalu bernafsu hari ini, hampir saja Ayu kewalahan mengimbangi tubuh Dio yang terlalu fit karena rajin olah raga tersebut. Kedua insan yang sudah berpisah lama pun tertidur lelap saling berpelukan tak mau dipisahkan lagi.
__ADS_1