Namaku Ayu

Namaku Ayu
Bab 81


__ADS_3

POV Author


"Kita bayar lalu pulang ya. Eh nanti dulu deh, temenin Daddy beli baju ganti dulu ya kan Daddy mau nginep nih di rumah Kevin, oke?"


"Oce." Dio pun menggendong Kevin dan menuju meja kasir sementara Ayu bagai anak itik yang mengikuti Dio tanpa komentar sepatah kata pun.


Dio menanyakan berapa total tagihan yang harus Ia bayar. Pelayan pun memberikan totalannya. "Yu, tolong ambilin dompet aku di kantong belakang." perintah Dio.


"Ih ambil aja sendiri." tolak Ayu.


"Aku kan repot lagi gendong Kevin. Cepet ah ambilin, pakai atm aja."


Walau sambil menggerutu, Ayu tetap mengambilkan apa yang Dio suruh. "Padahal bisa ambil sendiri kenapa harus aku yang merogoh-rogoh kantong celana kamu. Nyebelin."


Ayu pun mengeluarkan kartu Atm yang Dio minta lalu menyerahkannya pada kasir. Kasir pun meminta memasukkan pin Atm.


"Pinnya tanggal lahir kamu Yu. Aku tunggu di depan ya sama Kevin." Dio lalu melenggang pergi meninggalkan Ayu yang harus menyelesaikan pembayaran. Dalam hati Ayu menggerutu namun tetap saja yang disuruh Dio Ia lakukan. Ternyata benar pinnya adalah tanggal ulang tahun Ayu.


Ayu menghampiri Dio dan Kevin yang sedang bercanda di parkiran mobil. "Mommy!" panggil Kevin begitu melihat kedatangannya.


"Ayo kita ke mall dulu." perintah Dio. Ayu mengikuti saja setiap perintah Dio tanpa banyak berdebat. Dio keluar masuk toko pakaian. Membeli segala keperluannya Dio juga masuk ke toko mainan anak-anak. Dilepaskannya Kevin dari gendongannya agar Kevin bisa memilih sendiri mainan yang Kevin mau.


"Jangan dimanjain ah Kevinnya. Nanti jadi kebiasaan." omel Ayu setelah melihat Kevin bolak-balik mengambil mainan yang Ia suka.


"Gak apa-apa Yu. Itung-itung beliin keperluan Kevin selama 3 tahun dirapel jadi satu." Dio mengajak Kevin ke kasir sambil membawakan mainan yang sudah Kevin pilih.


"Yu, bayarin lagi. Dompet aku masih sama kamu kan? Aku mau ke toko di depan dulu."


"Tapi-" Ayu tak bisa protes karena Dio sudah langsung berjalan meninggalkannya. Ayu mengantri untuk membayar mainan. Tak lama Dio balik lagi dan mendekati Ayu.


"Yu, tolong ambilin Black Card aku yang dari Bank B." Ayu melakukan yang Dio suruh dan memberikan Black Card. Dio pun meninggalkan Ayu lagi sambil menggendong Kevin.


Setelah membayar Ayu pun kerepotan membawa satu plastik besar berisi mainan Kevin. Ah Dio ini kalau sudah memanjakan Kevin tak akan tanggung-tanggung. Semua dibeli. Gak mikir bagaimana bawanya.

__ADS_1


Ayu keluar dari toko sambil memanyunkan bibirnya. Kesal karena Dio kebanyakan belanja. Kayak cewek aja.


Dio menghampiri Ayu sambil tersenyum. "Sini kita tukeran. Kamu tuntun Kevin aja sambil bawain baju aku. Biar Aku yang bawa mainan Kevin."


Lagi-lagi Ayu menurut. Dio tak langsung membawa mainan tapi menyuruh Ayu yang kedua tangannya sibuk dengan belanjaan sambil menuntun Kevin untuk berhenti.


"Apa lagi sih, io?" Ayu tak bisa menyembunyikan kekesalannya lagi. Kakinya pegal sejak tadi muter-muter di mall dan harus membayar setiap belanjaan Dio. Ya walau bukan pakai uang pribadinya sih, tapi antri di kasir tuh butuh kesabaran juga apalagi kalau kasirnya lelet dan jutek.


Dio mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Dio membuka kotak tersebut dan mengeluarkan sebuah kalung berlian yang amat cantik dari dalamnya. Dio mendekati Ayu dan memakaikan kalung tersebut di leher Ayu. Kalung tersebut terlihat lebih cantik lagi saat berada di leher Ayu.


"Ini apa, io?"


"Cantik banget. Cocok sama yang pakai." puji Dio.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku. Ini apa? Kenapa kamu pakein aku kalung mahal ini?" tanya Ayu sebal karena Dio tak langsung menjawab pertanyaannya.


"Ini buat kamu. Sebagai ganti mas kawin kita nikah dulu. Maafin aku ya, dulu kita nikah pun mas kawin kita seadanya dan dibelikan Papa. Selama kita nikah pun aku gak bisa beliin kamu perhiasan bahkan emas satu gram pun aku gak sanggup belikan. Sekarang kamu pakai ya. Nanti aku belikan lagi di Jakarta yang lebih bagus lagi." Dio terus memandang indahnya kalung yang melingkar di leher Ayu sambil tersenyum.


"Padahal aku gak pernah minta loh, io." Ayu masih berusaha menjaga gengsinya.


"Aku yang mau kasih kok. Aku udah bertekad mau nyari duit yang banyak biar bisa kasih semua yang dulu aku gak bisa kasih ke kamu. Anggap aja uang buat bayar detektif aku sulap jadi kalung. Ayo kita pulang, melownya nanti aja di rumah."


"Ih siapa yang melow? Ge er banget jadi orang." sambil menggerutu Ayu mengikuti Dio ke parkiran.


*****


Dio memarkirkan mobil Pajero hitamnya di dalam garasi mobil rumah mungil tempat Ayu dan Kevin tinggal. Setelah mematikan mesin mobil Dio pun membantu Ayu menurunkan belanjaan mereka semua.


Ayu mempersilahkan Dio masuk ke dalam rumah. Dio mengamati rumah mungil Ayu yang terlihat amat nyaman. Banyak sentuhan cinta Ayu dimana-mana, seperti saat mereka di rumah kontrakkan dulu. Foto Kevin bayi dan foto Ayu bersama Kevin terpajang di dinding rumah Ayu.


Dio menyentuh wajah Kevin saat bayi. Air matanya kembali mengalir. Ia menyentuhnya seakan mampu mengulang waktu yang telah Ia lewati dan benar-benar menyentuh Kevin saat bayi.


Ayu yang baru datang membawa es sirup melihat kesedihan yang teramat dalam di mata Dio. Ayu juga menyesal meninggalkan Dio selama ini. Bagaimanapun Dio tidak salah. Keadaan yang membuat mereka terpisah seperti saat ini.

__ADS_1


"Minum dulu, io." Ayu meletakkan es sirup yang Ia bawa di meja ruang tamu.


Dio buru-buru menghapus air matanya agar tidak dilihat Ayu. Sayangnya Ayu sudah melihatnya terlebih dahulu.


Ayu menghampiri lemari buffet dan mengeluarkan album foto yang berisi kumpulan foto Kevin sejak lahir sampai berumur 2 tahun yang sengaja Ia buatkan album sebagai kenang-kenangan. Ayu menyerahkannya pada Dio yang sedang meminum sirup buatannya.


"Di album ini lengkap dari Kevin lahir. Lihatlah." Dio membuka album yang berisi foto Kevin yang mungil dan sudah tampan sejak lahir. Air mata Dio kembali mengalir. Ia tak berusaha menyembunyikannya lagi dari Ayu.


"Andai aku bisa mendengar tangis pertama Kevin....." gumam Dio pelan. Ayu yang mendengarnya pun menghampiri Dio dan menepuk nepuk punggung Dio pelan.


"Tapi hari ini kamu bisa mendengarnya memanggilmu Daddy untuk pertama kalinya." kata Ayu menguatkan.


Dio mengalihkan pandangannya dari album foto dan menatap Ayu. Jarak mereka terlalu dekat. Dio memandangi bibir Ayu yang merah merona. Sudah lama sekali rasanya Ia tidak merasakan manisnya. Dio lebih mendekatkan dirinya lagi ke Ayu. Selangkah lagi Ia dapat mencium Ayu ketika sebuah suara datang.


"Daddy!!! Thomasnya gak bisa belgelak nih. Gak selu!" Kevin datang membawa mainan Thomas yang baru saja Dio belikan. Ayu dan Dio langsung menjaga jarak. Wajah mereka sama-sama memerah menahan malu. Suasana canggung pun langsung melanda. Dio yang berinisiatif mencairkan suasana lagi.


"Coba sini Daddy lihat." Kevin memberikan mainan Thomas yang Dio pinta. "Oh ini harus pakai baterai. Tadi kan Daddy udah beliin sekalian. Kevin ambilin dulu ya di plastik mainan nanti Daddy pasangin."


"Oce." Kevin pun berlari meninggalkan Dio dan Ayu yang kembali terasa canggung.


Ayu berdiri dari duduknya. "Aku mandi dulu deh. Gerah." Ayu pun meninggalkan Dio yang tersenyum melihat Ayu malu-malu.


Selesai mandi Ayu menghampiri Kevin yang sedang asyik bermain bersama Dio. Mata Kevin berbinar-binar senang melihat kereta Thomasnya bergerak diatas rel. "Kev, mandi dulu ya. Nanti gatal kalau tidur belum mandi. Air hangatnya sudah Mommy siapin di kamar mandi. Yuk mandi."


"Kevin mau mandi sama Daddy aja."


"Boleh. Yuk kita mandi bareng. Kita kan belum pernah mandi bareng." Dio langsung menggendong Kevin menuju kamar mandi.


"Kalian mandi saja nanti aku siapkan handuknya." pesan Ayu. Dio yang baru saja berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dio pun membisikkan sesuatu di telinga Ayu.


"Maaf ya Mommy, Daddy mandiin Kevin dulu. Mandiin Mommynya besok pagi aja." Dio lalu memasang senyum jahilnya. Senyum yang selalu mendapat cubitan di perutnya seperti saat ini. Dio dan Kevin pun kabur meninggalkan Ayu yang wajahnya kembali merona.


⚘⚘⚘⚘ Hi semua! Cuma mau kasih info, baca juga novelku sebelumnya ya berjudul Pernikahan Keduaku. Dan jangan lupa vote dan likenya jangan sampai kendoor ya 😘😘😘😘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


__ADS_2