
⚘⚘⚘ Yang kemarin habis nangis bombay yuks kita redain dulu nangisnya hari ini. Tapi vote dan like jangan sampai reda ya. Ayo vote yang banyak mumpung hari senin biar ratenya naik. 😘😘😘⚘⚘⚘⚘
Dio
Ayu
POV Author
3 Tahun kemudian.......
"Kevin! Jangan lari-lari nanti jatuh!" teriak seorang wanita muda yang mengejar anaknya sampai terengah-engah.
Bocah laki-laki menggemaskan itu bukannya berhenti dan kasihan dengan Mommy-nya eh malah makin kencang lagi berlarinya.
Suara tawa seorang laki-laki tampan tak jauh dari sana terdengar amat bahagia. "Biarkan saja, Yu. Namanya juga anak-anak. Awasi saja dari jauh. Kalau kamu kejar malah makin menjauh Dia."
"Aku takut nanti Kevin jatuh, Tur. Kalau sering jatuh nanti badannya sakit." Ayu akhirnya berhasil menangkap anak laki-lakinya tersebut.
Kevin masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Mommynya. "Mommy, lepacin Evin. Evin mau lali-lali kejal tupu-tupu."
Ayu pun mengajukan negosiasi pada anak semata wayangnya. "Oke, Mommy turunin Kevin. Tapi gak boleh jauh-jauh dari Mommy sama Om Guntur ya larinya! Kalau jauh-jauh kita pulang saja, oke?"
"Oce Mommy." Ayu pun melepaskan anaknya turun agar bisa mengejar-ngejar kupu-kupu dan berlari-lari di atas rerumputan. Ayu sendiri kembali duduk di gazebo yang sejak tadi Guntur duduki sambil memandanginya mengejar-ngejar Kevin.
__ADS_1
Guntur menyerahkan sebotol air mineral dingin pada Ayu. "Nih minum dulu. Kamu kan capek abis ngejar-ngejar dan teriak-teriakkan sejak tadi."
Ayu menerima air mineral yang disodorkan padanya lalu menenggak sampai hanya tersisa setengahnya saja. "Makasih."
"Yo. Tuh kamu lihat anak kamu. Gak jauh-jauh kan mainnya. Cuma muter-muter di atas rumput aja. Kamunya terlalu worry banget. Anak seumuran Kevin memang sedang aktif-aktifnya. Biarkan saja Dia bebas lari-larian."
"Kamu tahu sendiri, Tur. Aku kan over protective banget sama Kevin. Aku takut Dia sampai jatuh dan terluka."
Guntur tersenyum. Ia pun memegang kepala Ayu dan mengusapnya lembut. "Kamu ibu yang hebat, Yu. Tenang dan bawa santai ya. Jangan terlalu khawatir. Kasih Kevin ruang untuk mengeksplore dunia luar. Oke?"
Ayu mengangguk. Guntur memang dewasa dan banyak mengajarkan dirinya bagaimana mengendalikan diri dan emosinya.
3 tahun sudah berlalu sejak kejadian Ayu pergi dari rumah Dio. Ayu teringat ditengah tangisnya di dalam taksi Ia mendapat telepon dari Guntur. Entah sudah takdir, Guntur sedang berada di Jakarta menghadiri meeting dengan klien.
Guntur berencana mengajak Ayu makan siang bareng karena tempat meetingnya dekat dengan kantor Ayu. Tanpa diduga tangis Ayu langsung pecah.
Ayu menceritakan semua hal yang dialaminya dan apa keputusan yang telah dibuatnya. Tanpa pikir panjang Guntur pun mengajak Ayu untuk ikut dengannya ke Palembang dan memulai lembaran baru disana.
Ayu menimbang-nimbang keputusannya untuk ikut Guntur. Setelah dirasa tak ada jalan keluar lain selain ikut Guntur, Ia pun setuju. Secepat kilat Ia membuat surat pengunduran diri dari kantornya dan dengan ditemani Guntur Ia pulang ke rumah.
Reaksi keluarga Ayu pun tak kalah heboh dengan drama keluarga Dio tadi. Papanya yang emosional ingin ngajak Papa Dio gelut. Ditambah Mama yang sudah mengambil wajan saktinya ingin menggetok kepala besannya tersebut. Mereka seperti duet maut begal yang siap memangsa lawannya. Orang tua mana yang tidak emosi dan sakit hati melihat putri cantiknya pulang dalam keadaan pipi bengkak bekas tamparan, mata bengkak kebanyakan menangis dan lebih menyedihkan saat tahu Ayu ternyata sedang hamil dan masih mendapat perlakuan seperti itu.
Lagi-lagi Guntur berhasil menenangkan dan meyakinkan mereka kalau tak ada untungnya melawan Papa Putra. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimilikinya yang ada malah Papa dan Mama Ayu yang akan lebih beresiko dengan hukum.
Guntur lalu meminta izin untuk membawa Ayu ke Palembang agar Ayu bisa memulai lembaran baru. Guntur beralasan kalau Ayu tetap di Jakarta maka Dio dan keluarganya akan terus mengganggu dan akan mendatangkan masalah lainnya.
Dengan berat hati Mama dan Papa mengijinkan Ayu dan calon cucu mereka pergi. Tangis mereka pecah melepas kepergian Ayu. Begitupun sebaliknya, tak kering rasanya Ayu menangis seharian.
Guntur lalu memesankan tiket pesawat untuk keberangkatan malam itu juga. Sebelum pergi, Ayu meminta ijin ingin bertemu Mbak Dewi dan memberikan surat pengunduran dirinya. Setelah meminta maaf Ayu pun memeluk Mbak Dewi yang sudah Ia anggap seperti kakaknya sendiri dan mengucapkan salam perpisahan.
__ADS_1
Ayu pun terbang meninggalkan Jakarta dan memulai lembaran baru hidupnya di Palembang. Ayu menjalani sendiri masa mual di saat ngidam dan melahirkan tanpa seorang suami disisinya. Kemana Dio selama ini? Ayu tak tahu dan tak mau tahu. Baginya kisah dirinya dan Dio sudah usai.
Guntur pun tak pernah menyinggung tentang keadaan Dio di depan Ayu. Guntur menghormati keputusan Ayu yang ingin segera move on. Toh itu bagus untuknya. Ia yang sejak pertama kenal dengan Ayu sudah jatuh hati merasa ini adalah jalan yang Tuhan sudah buka untuk dirinya.
Guntur tak mau mendekati Ayu dengan tergesa-gesa. Guntur tau trauma yang Ayu rasakan amatlah berat. Ia tak mau Ayu malah lari darinya setelah tau bagaimana perasaannya.
Guntur memasukkan Ayu ke dalam perusahaannya. Ayu dengan skillnya yang mengagumkan berhasil membuat perusahaan yang Guntur bangun maju pesat. Sekarang Ayu menjabat sebagai Direktur perencanaan dan pemasaran perusahaan. Jabatan yang amat sesuai dengan skill yang Ayu miliki.
Perusahaan Guntur adalah perusahaan ekspor impor makanan termasuk makanan hewan. Di Palembang bahkan Ia sudah membuat toko oleh-oleh khas Palembang yang besar dan banyak pembelinya. Pempek Palembang homemade yang perusahaannya produksi bahkan sudah di export ke luar negeri. Perkembangan yang amat pesat ini tak luput dari campur tangan Ayu dalam memanage perusahaan.
Papa Guntur yakni Om Ridho yang merupakan adik kandung Mama Lia awalnya kaget melihat keberadaan Ayu di perusahaan Guntur. Setelah Guntur menceritakan keadaan yang terjadi Om Ridho pun bersedia tutup mulut dan merahasiakan keberadaan Ayu bahkan dari istrinya sendiri, Tante Yuli yang terkenal suka bocor. Untunglah Tante Yuli tak pernah ke Palembang. Ia paling malas keluar kota dan lebih suka di Semarang. Jadi keberadaan Ayu aman dari siapapun.
8 bulan kemudian Ayu melahirkan seorang bayi laki-laki yang amat tampan dan diberi nama Kevin Prasetyo. Tak ada embel-embel nama Putra dibelakangnya. Karena anak ini murni anak Ayu diluar pernikahan resmi.
Guntur amat baik hati, seminggu sebelum Ayu melahirkan Ia memboyong seluruh keluarga Ayu ke Palembang agar menemani Ayu menghadapi proses persalinan. Ayu awalnya menolak karena tak mau merepotkan Guntur, namun Guntur tak mau Ayu sampai mengalami baby blues setelah melahirkan karena rasa stress yang dipendamnya.
Sesuai janji, Ayu mengirimkan foto anaknya kepada Mama Lia setelah melahirkan. Ayu lalu membuang nomor telepon yang Ia pakai dan tak bisa lagi dihubungi oleh Mama Lia. Mama Lia merasa terharu melihat foto cucunya yang tak pernah Ia temui. Jika saja Ia berkesempatan untuk berjumpa dengan cucunya maka Ia akan memeluknya erat dan membelikan semua mainan yang cucunya minta.
Mama Lia merasa kalau Ia harus memberitahu Dio mengenai kelahiran anaknya. Walau bagaimanapun Dio tetaplah ayah kandung anak tersebut. Mama Lia pun mengirimkan foto anak tersebut kepada Dio.
Dio yang terkejut langsung menangis sedih melihat putranya sudah lahir. Wajah mungil anak tersebut amat mirip dengannya saat lahir dulu. Dio mencoba menghubungi Ayu namun nomor telepon Ayu sudah tidak aktif lagi. Ayu menghilang bagai ditelan bumi. Tak ada yang mau memberitahu dimana Ayu, keluarga Ayu pun menutup diri.
Dio tak pernah tahu kalau selama ini sepupunya sendirilah yang menyembunyikan keberadaan Ayu dan anaknya. Namun Ia tak pernah putus asa dan terus mencari keberadaan Ayu.
*****
Guntur
__ADS_1