Namaku Ayu

Namaku Ayu
Bab 82


__ADS_3

POV Author


Suara tawa dan canda yang terdengar dari kamar mandi sesekali membuat Ayu ikut tersenyum. Ayu sudah menyiapkan baju ganti untuk Kevin dan Dio pakai selesai mandi. Handuk mandi pun sudah Ayu taruh di kamar mandi jadi bisa mereka langsung pakai.


"Ayo Kevin pakai baju sama Mommy dulu ya." Dio menggendong Kevin yang sudah memakai handuk keluar kamar mandi.


Seperti biasa Dio juga hanya memakai handuk yang dililitkannya di pinggang. Namun ada pemandangan yang menarik perhatian Ayu.


Apa itu? Wow kenapa perut Dio berubah jadi kayak roti sobek? Bukannya dulu agak buncit? Dan ada apa itu dengan otot bisepnya yang terbentuk secara sempurna di tubuhnya?- Ayu.


Ayu dengan susah payah menelan ludahnya. Wajahnya pasti sudah memerah sekarang. Dio tahu sejak tadi Ayu seperti terpukau melihat tubuhnya yang makin atletis berkat sering olah raga. Dio pura-pura saja tidak tahu, melihat wajah Ayu yang memerah menjadi keasyikan tersendiri baginya.


Ayu memalingkan pandangannya agar tidak berpikir yang tidak-tidak. "Ayo Kevin pakai baju dulu. Habis pakai baju langsung bobo ya. Udah malam."


"Bobo cama Daddy ya Mommy."


"Iya sayang." Ayu memakaikan piyama tidur bergambar Dinosaurus kesukaan Kevin.


"Sudah pakai bajunya?" tanya Dio yang sudah berpakaian lengkap dan wangi sehabis mandi. Entah mengapa walau sabun mereka sama namun setelah Dio pakai tercium lebih maskulin di hidung Ayu.


Ayu kembali lagi menggelengkan kepalanya mengusir pikiran yang tidak-tidak dari otaknya.


"Udah, Daddy. Ayo kita bobo."


"Ayo. Cium Mommy dulu."


Kevin pun menuruti perintah Dio dan mencium Ayu sebelum tidur. "Kev bobo dulu ya Mommy."


"Iya Sayang."


Ayu mengambil Hp dan sibuk membaca sosmed setelah Kevin dan Dio pindah ke kamar sebelah untuk tidur. Ayu membiasakan Kevin tidur sendiri sejak kecil agar lebih berani.


Satu jam berlalu, Ayu sudah menaruh hp nya dan menonton drama korea favoritnya di TV. Ia terbiasa menonton drakor sebelum tidur. Perhatiannya teralih ketika pintu kamarnya dibuka.


Dio masuk ke dalam kamar Ayu dan melenggang dengan santai. Tak lupa Ia menutup kembali pintu kamar Ayu.


"Kevin udah tidur?"

__ADS_1


"Udah." jawab Dio sambil melangkah ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Ayu.


"Terus kamu ngapain disini?" tanya Ayu heran dengan sikap Dio.


"Ya tidurlah." Dio mengambil remot TV dan mengganti drakor yang Ayu tonton dengan siaran bola.


"Ih tidur di kamar Kevinlah. Kenapa harus disini?"


Ayu melipat kedua tangannya di dada. Sebal karena Dio mengganggu me timenya menonton drakor.


"Ya kan Daddy harus tidur sama Mommy. Yu, AC nya kencengin dong. Gerah nih." ucap Dio seenaknya.


"Gak bisa. Udah rusak tuh AC gak bisa lebih dingin lagi. Belum sempet service. Kamu di kamar Kevin aja sana. AC nya lebih dingin."


Dio membuka kausnya dan menaruhnya diatas nakas.


"Mau ngapain pake buka baju segala?"


Dio akhirnya mengalihkan pandangannya dari siaran bola di TV dan menatap Ayu dengan lekat. "Panas Neng. Sekalian kasih kamu bonus biar bisa ngeliatin perut aku lebih lama lagi. Tadi kan baru sebentar liatnya pas aku keluar kamar mandi." Dio pun tersenyum penuh arti. Arti kejahilan maksudnya.


Sudah bisa diduga, wajah Ayu kembali memerah. Ia seperti sudah ketangkep basah mencuri lihat Dio saat bertelanjang dada tadi. "Ih apaan sih. Siapa yang ngeliatin kamu? Udah sana. Kita tuh gak boleh satu kamar lagi tau."


"Ya tapi aku kan udah ninggalin kamu bertahun-tahun berarti udah cerai dong artinya?" kata Ayu sambil mengipasi wajahnya yang mulai terasa panas. Entah karena berdebat dengan Dio atau karena melihat pemandangan roti sobek milik Dio yang amat dekat.


Ac sudah pada suhu terendah. Namun Tuhan ternyata amat baik. Palembang diguyur hujan. Udara kembali dingin dan sejuk. Tapi Dio tak langsung memakai kausnya. Dio mau berlama-lama menggoda Ayu.


"Yaudah anggep aja kita udah balikkan lagi. Susah banget sih. Apa mesti ehem-ehem dulu baru kita resmi lagi jadi suami istri?" Dio melupakan siaran bola yang tadi Ia tonton. Lebih seru menggoda Ayu dibandin siaran bola.


Ayu sudah kehabisan cara mengusir Dio dari kamarnya. "Aku aja deh yang tidur di kamar Kevin."


Baru saja Ayu mau bangun dari tempat tidur tapi tangan Dio lebih cepat lagi. Dio menarik tubuh Ayu sampai jatuh ke pelukan Dio. Tak mau kehilangan kesempatan, Dio pun langsung memeluk Ayu dengan erat.


"Ih lepasin gak?" Ayu berusaha melepaskan diri dari pelukan Dio namun tenaganya kalah jauh dengan tubuh Dio yang bugar karena rajin olahraga tersebut.


"Gak mau. Weeekk." ledek Dio.


"Aku gigit nih!" ancam Ayu.

__ADS_1


"Ayo aja kalau berani. Kamu gigit bakal aku cium!" ancam balik Dio.


"Iiiihh rese banget!"


Dio tertawa melihat wajah kesal Ayu. "Makanya diem aja. Gak akan aku apa-apain kok. Ya walau aku harus berusaha sekuat tenaga sih menahan adik kecilku ini."


Dio merenggangkan pelukannya. Tangannya mengusap rambut Ayu dengan lembut. "Aku kangen sama kamu, Yu. Tak ada satu hari pun aku berhenti mikirin kamu. Kamu yang biasanya tidur sambil memelukku, selama 3 tahun ini gak ada. Rasanya ada yang kosong dengan hatiku. Gak ada yang bisa mengisinya selain kamu."


Ayu menatap mata cokelat Dio yang sedang berkata jujur itu. Tak ada kebohongan didalamnya. Ada kesedihan dan kehampaan dalam sudut matanya.


Dio mencium kening Ayu. "Kita pulang yu Yu ke Jakarta. Kita mulai lagi semuanya dari awal. Temani aku lagi Yu."


Permintaan Dio terdengar amat tulus. Tak dipungkiri Ayu pun amat tergoda dengan tawaran yang Dio berikan. Namun rasa trauma yang dulu Ia rasakan seakan belum hilang.


"Yu...." Dio kembali memanggil nama Ayu karena tak juga mendapat jawaban. Dio memegang dagu Ayu dan mengangkat wajahnya yang menunduk agar dapat menatap matanya.


Dio melihat kesedihan di mata Ayu. Pasti Ayu memikirkan masa lalu yang menyakitkan bagi mereka berdua. "Kamu gak usah khawatir. Aku yang sekarang bukan lagi Dio lemah yang gak bisa melindungi kamu kayak dulu. Aku yang sekarang amat yakin bisa menjaga kamu dan Kevin. Kamu gak usah takut lagi ya." Dio membelai lembut wajah imut Ayu.


Ayu menghela nafas berat. Pikirannya berkecamuk, haruskah Ia menemani Dio lagi di Jakarta dan meninggalkan semua yang Ia bangun dari awal disini? Di satu sisi Kevin pasti sangat senang tinggal dekat dengan Daddynya. Ayu juga tak memungkiri ingin berada dekat dengan Dio lagi dan mengulang romansa indah mereka dulu. Tapi bagaimana dengan Papa Putra? Bagaimana dengan Sheila? Bagaimana dengan Guntur? Keadaan sudah banyak berubah sejak Ia pergi. Banyak hati yang harus Ia pikirkan. Kalau dulu Ayu hanya memikirkan hati Dio tak memikirkan perasaannya sendiri yang juga terluka.Tapi kini?


Rasanya keberanian dalam diri Ayu sudah hilang. Ia memiliki Kevin di sisinya. Ia tak mau membuat Papa Putra marah lagi dan berujung memisahkan dirinya dengan Kevin. Hanya Kevin harta berharganya yang Ia miliki saat ini.


Seakan bisa membaca kegalauan dalam mata Ayu, Dio berusaha menenangkannya. "Katakan Yu, apa yang mengganjal di pikiran kamu. Karena menurut aku udah gak ada penghalang lagi dalam hubungan kita. Kalau masalah cinta mah aku yakin kamu masih cinta sama aku. Dari tadi aku bisa denger kok kamu deg-degan pas aku peluk. He..he...he.."


Ayu memukul pelan dada bidang Dio.


"Ih pegang-pegang aja. Ayu gatel ya sekarang?" goda Dio lagi.


"Gak tau ah. Nyebelin!" Ayu mulai merajuk. Sempet-sempetnya situasi lagi serius eh Dio malah ngajak bercanda. Gimana gak nyebelin coba namanya?


"Iya maaf. Aku serius lagi nih. Kamu harus jujur bilang sama aku apa yang mengganjal perasaan kamu?"


"Hmm.... jujur ada banyak yang aku pikirin. Pertama bagaimana dengan Papa Putra, lalu-" Dio langsung memotong ucapan Ayu.


"Papa Putra sudah tidak lagi mengurusi hubungan kita. Beliau sibuk mengejar cinta Mama Lia kembali. Aku sudah buat perjanjian sama Papa kalau aku mau pegang perusahaannya dengan syarat aku bebas mau balik sama kamu lagi. Next."


Ayu tertegun mendengar jawaban Dio yang panjang lebar. "Lalu kedua, bagaimana dengan Sheila?"

__ADS_1


⚘⚘⚘⚘⚘Hmm... bagaimana ya dengan Sheila? Vote dulu yuks darling mumpung hari senin votenya di reset ulang. Jangan lupa Vote ya. 😘😘😘⚘⚘⚘⚘


__ADS_2