Namaku Ayu

Namaku Ayu
Bab 92


__ADS_3

POV Author


"Diminum Pa teh nya. Udah dibikinin sama Ayu juga." Dio menawarkan sekali lagi teh di atas meja untuk Papa Putra minum. Wajah Papa Putra masih saja ditekuk bete.


"Papa gak haus. Tadi udah minum di mobil." tolak Papa Putra. Pandangan matanya tak lepas dari Kevin dan sesekali melihat Dio dengan sebal karena menyuruh anaknya memanggil dirinya Aki.


Gak ada yang salah sih dengan panggilan Aki. Menurut Papa Putra kurang modern aja. Manggil Grandpa kek. Atau seperti Mama Lia dipanggil Oma seharusnya dirinya dipanggil Opa, eh ini malah Dio nyuruh Kevin manggil dirinya Aki. Sepertinya Dio masih dendam kesumat pada dirinya.


Pandangan mata Papa Putra sekarang beralih ke Ayu yang sejak tadi menghindari bertatap muka langsung dengan dirinya. Sejak kapan Ayu dan Dio bertemu lagi? Mengapa mereka semua gak ada yang memberitahu dirinya? Apa mungkin dirinya sudah dianggap orang lain dalam keluarga ini? Beberapa pikiran negatif mulai berkecamuk dalam pikiran Papa Putra.


"Daddy." panggil Kevin pada Dio.


"Iya, kenapa Sayang?"


"Aki itu capa?"


Dio mengikuti arah tangan Kevin yang menunjuk ke Papa Putra dengan takut-takut. Bahkan Kevin yang masih kecil pun tahu kalau itu zona bahaya.


"Aki itu Papanya Daddy. Kakeknya Kevin juga."


"Tapi Aki gayak Daddy. Kevin tatut." Dio menahan tawanya mendengar kejujuran Kevin. Kevin belum genap 3 tahun tapi sudah pandai bicara.


"Kata siapa Aki galak? Aki baik kok?!" suara Papa Putra yang berat menyahut tanpa ditanya. Kevin makin bersembunyi dalam pelukan Dio.


Dio balik menatap Papa Putra dengan pandangan mengomel. "Pa, nada suaranya dilembutin dikit kek. Ini ngomong ke anak kecil nadanya sama kayak ke anak buah. Gimana Kevin gak makin takut coba?"


"Emang suara Papa begini, io. Gak bisa dilembut-lembutin lagi. Lagian anak kamu kan anak laki-laki masa segitu aja udah takut?" Papa Putra masih tidak terima kenyataan kalau dibilang nakutin anak kecil.


"Ya ampun Pa, Kevin kan masih kecil. Ngalah dikit aja gak bisa apa? Mana ngerti sih anak sekecil Kevin? Yang Kevin tau ya Papa tuh nyeremin. Dio aja yang gede takut apalagi Kevin?" Dio berusaha membela anaknya yang masih bersembunyi di pelukannya.


Mama Lia yang pandai membaca situasi langsung menengahi. "Sudah, sudah. Papa masih mau disini atau mau pulang? Mama mau pulang nih. Kasihan Kevin kelamaan ketemu Papa kayak ikan ****** ngeliat kaca, lama-lama bisa stress."


Papa Putra tidak terima dengan perkataan Mama. Ia pun membalas ucapan Mama. "Kok Mama kayak gitu sih sama Papa? Memangnya Papa senyeremin itu apa?"


"Lah memang iya. Baru nyadar apa? Cuma Mama yang tahan hidup puluhan tahun sama Papa. Udah ayo pulang. Jangan kelamaan nakutin Kevin." Mama pun menarik lengan Papa agar ikut dirinya pulang.

__ADS_1


"Nanti dulu. Papa mau ngomong sama Kevin sebentar. Mama minum tehnya aja dulu tuh, udah dibikinin bukannya diminum malah ditinggal pergi." Mama pun mengikuti perkataan Papa dan meminum teh yang Ayu buatkan.


Papa kembali mengalihkan perhatiannya pada Kevin. "Kevin, sini dekat sama Opa." Papa Putra menurunkan nada suaranya agar Kevin tidak ketakutan.


"Kevin mau ke Aki?" Dio meminta persetujuan Kevin. Ia tidak mau memaksa kalau Kevin memang tidak mau.


"Opa, io. Opa. Bukan Aki." Papa Putra mengoreksi perkataan Dio.


"Aki lebih cocok, Pa. Lebih ada tastenya gitu. Dan lebih ngena gitu sama Papa." nego Dio.


"Papa maunya dipanggil Opa gak mau Aki." Papa Putra mulai protes.


"Yaudah kita tanya sama Kevin." Dio mengangkat tubuh Kevin agar pandangan mata mereka bertemu. "Kevin maunya manggil Aki atau Opa?"


Kevin yang tak berani menatap Papa Putra pun bicara dengan suaranya yang berdecit pelan. "Aki aja."


Dio pun tersenyum mendengar anaknya bisa diajak kerjasama. "Tuh kan Papa denger. Kevin tuh maunya manggil Papa dengan sebutan Aki. Bukan Opa. Udah gak usah berdebat lagi. Mau Kevin gak takut lagi gak sama Papa?"


Papa Putra menyerah dengan keputusan Kevin. Gak apa-apalah dipanggil Aki juga. "Yaudah gak apa-apa. Kevin, sini... Aki gendong." Papa Putra membuka kedua tangannya berharap Kevin mau berlari ke pelukannya.


Harapan hanya tinggal harapan. Kevin tak bergeming dengan iming-iming pelukan penuh cinta dari sang Aki. Dia tetap saja lebih memilih pelukan Dio.


"Ih nih anak ngeselin banget kayak Bapaknya. Ayo Ma kita pulang. Sebel Papa dicuekkin dari tadi." Papa Putra pun beranjak dari dudukny dan meninggalkan rumah Dio.


Mama pun ikut bangun dari duduknya dan dengan suara pelan Mama bicara dengan Dio dan Ayu. "Dasar Aki-aki baperan. Baru digituin sama anak kecil aja udah pundung. Biar tau rasa Dia. Sudah ya Mama pulang dulu."


Mama mencium lagi pipi cucunya yang pintar dan menggemaskan itu dengan ciuman tak rela berpisah. "Oma pulang dulu ya Kevin Sayang. Bobo yang nyenyak. Jangan gangguin Mama dan Papa yang mau buatin Kevin adek ya."


Dio dan Ayu saling bertatapan dan kompak bilang: "Ma!"


Mama Lia langsung kabur meninggalkan jejak pertanyaan Kevin yang harus Ayu dan Dio jawab.


"Kevin mau punya adek ya Mommy?"


"Em... jangan dengerin kata Oma, Sayang. Oma cuma bercanda kok." Ayu berusaha mengalihkan pertanyaan Kevin. Dio bukannya membantu malah mengompori Kevin.

__ADS_1


"Kevin mau punya adek gak? Nanti Papa buatin Adek kalau Kevin mau." Ayu langsung memelototi Dio. "Mau adek cewek apa cowok? Apa mau dua-duanya?"


"Mau dua-duanya Daddy. Kevin mau punya adek dua."


Benar kan Kevin bisa diajak kerjasama oleh Dio. "Siap. Kevin bobo dulu ya. Biar Daddy bisa buatin adek dulu sama Mommy."


"Dio, please... Kevin masih suci. Jangan ada darah kejahilan mengalir dalam dirinya. Sudah malam. Kamu cepat mandi sana. Kevin juga ayo bobo." Ayu menggendong Kevin dan membawanya ke dalam kamar.


******


"Ayu...." Dio langsung melompat dan masuk ke dalam pelukan Ayu sehabis mandi dan berganti baju.


"Ih apaan sih. Suka ngagetin deh. Kamu mau makan malam dulu enggak?"


"Gak mau. Maunya makan kamu aja." Dio lalu menggigit pelan telinga Ayu. Membuat Ayu merasa kegelian.


"Mulai deh jahil." Ayu memainkan jari jemarinya. Ada yang ingin Ia sampaikan pada Dio. "Mm... Dio..."


Dio yang sedang asyik memeluk Ayu sambil menyiumi harum rambut Ayu pun menjawab dengan malas. "Hmm."


Agak ragu Ayu menyampaikannya. Tapi Ia harus membicarakan semua ini pada Dio. "Menurut kamu... Papa akan berbuat apa sama Kevin? Kalau sama aku kan kamu lihat sendiri sejak tadi aku tidak ditegurnya. Aku sih gak masalah. Mungkin Papa masih sebal dan marah sama aku. Tapi jujur aja, aku takut Papa akan melampiaskan kemarahannya sama Kevin."


"Kenapa kamu mikirnya begitu Yu? Kamu gak liat tadi Papa berusaha mendekatkan diri sama Kevin? Kalau sama kamu mungkin Papa masih canggung. Tapi kalau menurut aku kamu gak usah terlalu khawatir. Papa enggak sejahat yang kamu pikir."


"Maksudnya?"


Dio mempererat lagi pelukannya pada tubuh Ayu. "Ya kamu pikir aja. Kalau Papa mau balas dendam sama kamu, bukan hal sulit baginya untuk mencari kamu dan membalaskan dendamnya. Kenyataannya 3 tahun ini kamu dan Kevin hidup tenang dan baik-baik saja kan? Jangan terlalu kebanyakan baca novel dan nonton sinetron yang bercerita tentang mertua jahat yang suka membalas dendam. Kenyataannya gak kayak gitu kan?"


Ayu menelaah perkataan Dio yang dirasanya ada benarnya juga. Ia tiga tahun dengan Kevin hidup tenang dan tak ada orang suruhan Papa Putra yang mengganggunya seperti di sinetron.


"Setelah kamu meninggalkan rumah ini aku perlahan mulai mengenal sifat Papa yang dulu terasa amat jauh dariku. Papa tuh sebenarnya hatinya hangat hanya Ia terbiasa dengan kehidupan yang keras sehingga nada bicaranya, sikapnya, semuanya terkesan kalau Dia galak. Padahal baru ditinggal Mama ke Semarang seminggu aja udah melow. Yang kamu lihat mungkin baru sisi luarnya saja. Hatinya mah baik. Kamu hanya perlu melihat dan mengawasi saja. Aku jamin Papa gak akan menyakiti kamu dan Kevin lagi. Udah ah keburu malem nih."


"Ya kan memang sudah malem. Memang kenapa?" tanya Ayu bingung.


"Kalo kemaleman cuma bisa satu ronde aja. Kalau mulai dari sekarang kan bisa beberapa kali." Dio langsung praktek gak usah menjelaskan lagi sama Ayu. Dan pertarungan diatas ranjang pun dimulai lagi. Kali ini dengan misi memberikan adik buat Kevin.

__ADS_1


*****


⚘⚘⚘⚘⚘ Ah votenya kendor nih. Mana nih votenya? Padahal Authornya ontime loh tiap hari Up. Ayo dong vote yang banyak. Oke?⚘⚘⚘😘


__ADS_2