
POV Author
Kevin berlari menghampiri Ayu. "Mommy!" teriaknya. Suara teriakan Kevin terdengar ke telinga Dio. Dio mencari dari lorong ke lorong keberadaan anak kecil itu.
Ayu yang melihat kedatangan anaknya langsung berlari dan menggendongnya. "Kamu kemana aja sih Kev? Mommy nyariin tau. Kan tadi Kevin udah janji kalau ikut Mommy kerja gak boleh jauh-jauh dari Mommy!"
"Maap Mom." Kevin tertunduk menyesali kesalahannya.
Ayu melihat kacamata sunglass bermerk terkenal bertengger di wajah anaknya. "Ini kacamata siapa?"
"Ini punya Kevin, Mommy." Kevin memegang erat kacamata tersebut takut diambil Mommynya.
"Iya, tapi dari siapa?" tanya Ayu lagi.
"Dari Uncle Ganteng." jawab Kevin jujur.
Ayu mengernyitkan dahinya. "Uncle Ganteng? Memangnya ada Uncle Ganteng disini?"
Dio baru saja sampai di lorong tempat Kevin. Dio melihat Kevin digendong dengan seorang perempuan. Karena perempuan tersebut membelakanginya Dio tidak bisa melihat siapa perempuan tersebut.
Mata Dio lalu bertabrakan dengan Kevin yang melihat kedatangannya. "Mommy! Itu Uncle Ganteng." tunjuk Kevin.
Ayu berbalik badan dan melihat siapa Uncle Ganteng yang dimaksud oleh Kevin. Ayu amat terkejut ketika tau kalau Uncle Ganteng yang dimaksud Kevin adalah.... Dio.
Dio juga amat terkejut saat melihat perempuan yang menggendong Kevin berbalik badan. Kini Ia bisa melihat siapa perempuan tersebut. Dia adalah.... Ayu.
Dio dan Ayu saling berpandangan. Tak ada kata yang keluar dari mulut masing-masing akibat keterkejutan yang mereka alami.
Bagaimana mungkin Dio bisa berada disini?- Ayu.
Jadi Mommynya Kevin adalah Ayu? Berarti Kevin adalah.....-Dio.
"Uncle Ganteng!" suara teriakan Kevin menyadarkan dua insan tersebut dari keterkejutannya. Kevin membuka kedua tangannya meminta Dio untuk menggendongnya.
Dio berjalan dengan lemas, hampir saja kakinya tak sanggup menopang tubuh tegapnya. Istri dan anak yang selama ini Ia cari sekarang berdiri di depannya. Matanya memanas tak kuasa menahan air mata yang 3 tahun lalu sempat mengering karena kebanyakan menangis.
Dio menguatkan kakinya dan berlari menghampiri Kevin. Digendongnya Kevin dan langsung Ia peluk. "Kevin....." Dio menangis dalam pelukan Kevin.
Ayu ingin pergi diam-diam mencoba menghindari Dio. Namun Dio melihat apa yang akan Ayu lakukan. Dio lalu menarik tangan Ayu dan menariknya ke dalam pelukan.
"Uncle kenapa? Uncle atit?" tanya Kevin yang bingung melihat Uncle Gantengnya menangis sesegukan dan memeluk erat Mommynya.
"Mommy juja kenapa nangis? Mommy atit?" Kevin menatap bergantian Dio dan Ayu dengan tatapan bingung.
__ADS_1
Ayu masih terdiam dalam pelukan Dio. Ia juga tidak berusaha melepaskan pelukan erat Dio. Ayu sangat kangen dengan pelukan yang dulu setiap malam selalu merengkuhnya dan membuatnya tertidur dengan nyaman. Aroma tubuh yang bercampur dengan parfum Dio terasa amat harum di indra penciuman Ayu.
Ayu bahkan agak tidak rela ketika akhirnya Dio melepaskan pelukannya hanya untuk bisa melihat wajahnya.
"Yu..." kata Dio setelah berhasil menenangkan dirinya.
Ayu menengadahkan wajahnya. Menatap laki-laki yang semakin hari semakin terlihat tampan saja. Rambut tipis menumbuhi kumis dan jenggot yang membuat Dio terlihat makin macho.
"Kevin?" Dio tak mampu meneruskan pertanyaannya. Ia ingin bertanya apa Kevin memang benar adalah putranya yang dulu Ayu bawa pergi sejak di dalam kandungan.
Ayu tahu maksud pertanyaan Dio. Ia pun mengangguk. Ia tak mau memisahkan kedua ayah dan anak tersebut. Dio berhak tau siapa anaknya.
Air mata Dio kembali menetes. Ia pun memeluk Ayu dan Kevin makin erat. "Maafin aku, Yu. Maafin Un- Daddy, Kevin."
"Daddy?" tanya Kevin bingung. Kenapa Uncle Gantengnya bilang Daddy?
Dio melepaskan kembali pelukannya pada dua orang yang paling Ia cintai. "Ayo kita bicara. Tapi jangan disini."
Dio lalu menarik tangan Ayu dan membawanya ke parkiran. Ia membukakan pintu mobil untuk Ayu lalu menyerahkan Kevin agar Ayu pangku. Dio lalu berlari ke pintu satu lagi dan langsung menyalahkan mobilnya.
Dio pun meninggalkan toko oleh-oleh milik Guntur. Baru saja keluar jalanan beberapa meter Dio teringat akan anak buahnya. Dio pun menepikan sebentar mobilnya.
"Sebentar ya Yu."
Yono: "Bos dimana? kita udah selesai nih tinggal bayar doang."
Dio: "Maaf Yon aku ada keperluan mendadak. Aku transfer kamu uang saja ya. Sekalian kamu cari penyewaan mobil buat pulang ke rumah Pak Ari. Mobil aku bawa. Aku ada urusan."
Yono: "Oh yaudah gak apa-apa asal jangan lupa nih bayarin dulu. Kita udah pada ngeborong soalnya."
Dio:"Iya bawel. Ini aku transfer. "
Dio mematikan sambungan teleponnya lalu membuka aplikasi mobile banking dan mentransfer uang ke Yono. Ayu hanya melihat saja yang Dio lakukan. Penampilan Dio sangat berubah sekarang. Terlihat sekali kalau uang bisa merubah segalanya.
Kevin yang tertarik dengan gantungan di spion mobil Dio pun menariknya. "Jangan Kev. Nanti putus." larang Ayu. Kevin pun melepaskan karena takut Ayu marah. Ayu pun hendak menutup gantungan yang ternyata berisi foto. Foto dirinya dan Dio saat akad nikah dulu.
Ayu kembali melihat Dio yang masih sibuk bicara dengan anak buahnya.
Kenapa Dio masih menyimpan foto pernikahan kami dulu?- Ayu.
"Mommy, kita mau cemana?" Kevin bertanya dengan bingung.
"Mau jalan-jalan sama Uncle Ganteng. Kevin mau?" Dio yang menjawab pertanyaan Kevin setelah menutup teleponnya.
__ADS_1
"Mauu." jawab Kevin dengan semangat.
"Tapi panggilnya jangan Uncle Ganteng lagi ya. Panggil Daddy, oke?" ah bisa sekali Dio membujuk anak kecil. Ayu tersenyum kecil melihat usaha Dio agar dipanggil Daddy.
"Oke. Daddy. Yey Kevin punya Daddy. Mommy, bilang Uncle Guntur cekalang Kev punya Daddy Ganteng ya."
Dio menengok kaget ke arah Ayu. "Guntur?"
Wajah Dio memerah menahan amarah. Jadi Guntur yang selama ini menyembunyikan istri dan anaknya?
"Aku jelasin semuanya nanti, io." Ayu berusaha menenangkan Dio. Ia tak mau kalau Guntur dan Dio sampai ribut karena dirinya. Biar bagaimanapun Ayu berhutang budi pada Guntur.
Dio menghembuskan nafas kesal. "Baiklah. Kita bicarakan itu nanti." Dio pun menyalahkan kembali mobilnya dan mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.
Dio mencari restoran di pinggir Sungai Musi. Berhentilah Ia di River Side Restoran. Setelah mencari parkiran Ia pun mematikan mesin mobil. Dio membukakan kembali pintu mobil untuk Ayu.
"Biar aku yang gendong Kevin." Ayu pun menyerahkan Kevin yang tertidur pulas pada Dio.
"Maaf ya. Dulu bahkan aku gak pernah pakein kamu helm. Malah suka ngelempar helm ke arah kamu." Dio teringat ulah jahilnya waktu menikah dengan Ayu dulu. Ia sengaja membuka kenangan mereka berdua demi memikat hati Ayu.
"Gak apa-apa. Udah biasa." jawab Ayu santai.
Dio lalu tersenyum mendengar jawaban Ayu. "Ayo." Dio pun menggandeng tangan Ayu masuk ke dalam restoran. Rasanya Ia tak rela melepaskan Ayu walau sedetik pun.
Dio memesankan makanan untuk keluarga kecilnya. Tak lupa pesanan untuk Kevin yang masih tertidur pulas. Dio menaruh Kevin Di kursi sampingnya yang dirapatkan dua.
Hp milik Ayu berbunyi. Ayu pun menjawab telepon tersebut. Dio mencuri dengar siapa yang Ayu telepon. Ternyata Guntur. Ayu terlihat sedang berbohong.Ia beralasan kalau sudah pulang membawa Kevin. Dio tau sebab Ayu melakukannya. Ia tak mau Guntur cemas. Ayu pun menutup teleponnya.
Dio menatap wajah Ayu yang makin terlihat cantik. Ayu yang merasa sejak tadi ditatap Dio pun mulai merasa risih. Dio tersenyum melihat wajah Ayu memerah karena malu.
"Dulu wajah kamu memerah gitu kalau aku habis cium loh Yu. Sekarang baru aku tatap aja kamu udah merah apalagi aku cium?"
"Ih apaan sih. Gak lucu tau." Ayu pun mengambil buku menu dan menutupi wajahnya agar Dio tidak terus menatapnya.
Dio sekarang tertawa. Sudah lama Ia tidak tertawa lepas seperti sekarang. "Kamu gak pernah berubah Yu dari dulu."
"Memang aku gak pernah berubah. Memangnya aku Sailormoon harus berubah dulu?" kata Ayu dibalik buku menu. Ayu tak lagi mendengar Dio tertawa. Perlahan Ia mengangkat buku menu yang menutupi wajahnya. Benar saja Dio masih menatapnya. Kali ini dalam diam dan dalam wajah yang serius.
"Maafin aku Yu...."
⚘⚘⚘⚘⚘⚘Udah ketemu kan Ayu dan Dionya? Ayo vote yang banyak dong. Udah aku ketemuin nih mereka berdua (Ih yang misahin emang siapa kalau bukan Authornya?) Hush... pokoknya like dan vote yang banyak, oke? ⚘⚘⚘⚘⚘
Ayu
__ADS_1