
POV Author
Baru saja Dio hendak memanggil Guntur tiba-tiba datanglah Yono. "Bos, ngapain disini lama-lama? Ayo kita foto-foto." Yono langsung merangkul Dio dan memaksanya ikut serta.
"Sebentar Yon. Aku lihat ada saudaraku tadi. Sebentar-sebentar. Kalian foto-foto aja duluan nanti aku nyusul." Dio pun berlari ke tempat dimana Guntur tadi berada.
Dio mencari ke segala arah namun tak menemukan keberadaan Guntur. Namun saat Ia berada di tempat Guntur berdiri tadi Dio melihat sesuatu. Sebuah jam tangan anak-anak terjatuh. Jam tangan dengan motif dinosaurus tersebut pasti milik anak kecil yang Guntur gendong tadi.
Dio masih memutari area taman bermain mencari keberadaan sepupunya tersebut. Dio tak tahu kalau Guntur sedang di toilet. Kevin pup dan Ayu sedang membelikannya diapers di mini market terdekat dengan mengendarai mobil Guntur.
Ternyata Ayu lupa membawa stok diapers milik Kevin. Untunglah hari ini Ayu mengajak Bi Neneng ikut serta. Jadi Bi Nenenglah yang membersihkan Kevin di kamar mandi.
Guntur baru saja keluar dari kamar mandi hendak membuat plastik bekas diapers ketika Ia bertabrakan dengan Dio.
"Dio?" mata Guntur terbelalak melihat keberadaan Dio.
Kenapa Dio bisa berada disini? - Guntur.
"Woy Tur. Aku cariin dari tadi ternyata kamu disini. Tadi aku lihat kamu berdiri disitu pas aku semperin eh kamunya hilang." kata Dio sambil terengah-engah karena berlarian sejak tadi.
"Oh. Em.. aku mau buang ini." Guntur mengangkat plastik berisi diapers bekas pup Kevin. "Aku buang dulu ya." Guntur mendekati tempat sampah terdekat dan membuangnya.
"Itu diapers bekas siapa? Oh iya tadi aku lihat kamu lagi gendong anak kecil. Siapa dia?" Dio mengikuti di belakang Guntur yang sedang cuci tangan.
"Itu.... anaknya temen aku." Guntur mulai beralasan.
Guntur awalnya ingin kabur meninggalkan Dio agar Dio tidak banyak curiga. Namun Bi Neneng dan Kevin keburu keluar dari kamar mandi.
"Pak, Kevinnya udah selesai digantiin celananya." lapor Bi Neneng.
Terlambat. Dio sudah melihat Kevin. Dio langsung jatuh hati melihat ketampanan anak itu.
"Hi! Nama kamu siapa?" Dio langsung menghampiri Kevin.
"Kevin, Uncle." jawab anak lucu menggemaskan itu.
"Kamu lucu banget. Oh iya, ini punya kamu bukan?" Dio menunjukkan jam tangan yang tadi dipungutnya di tempat Guntur berdiri.
"T-Rex aku...."
Dio pun memberikan jam tangan milik Kevin. "Sini, Uncle pakein."
Kevin memberikan tangan kanannya untuk dipakaikan jam tangan oleh Dio. "Wah jam tangannya masih kegedean. Nanti Om belikan yang pas buat tangan Kevin ya."
"Aciikkk... Kev mau yang Stegosaulus ya Uncle."
__ADS_1
"Siap. Nanti Uncle beli di Jakarta ya. Kalau disini Uncle gak tau belinya dimana. Nanti Uncle titipin sama Uncle Guntur ya."
"Iya Uncle."
Dio menatap Bi Neneng. "Boleh saya gendong, Bi?"
Bi Neneng bingung mau mengijinkan atau tidak. Ia pun melihat ke arah Guntur yang mengangguk pertanda Dio boleh menggendong Kevin. Bi Neneng pun memberikan Kevin untuk Dio gendong.
"Kevin lucu banget sih. Kevin umurnya berapa tahun?"
"Cepuluh tahun." jawab Kevin asal. Mendengar jawaban Kevin, Dio pun tertawa terbahak-bahak.
"Wow. Sepuluh tahun ya? Udah besar dong. Kevin kesini sama siapa?" tanya Dio lagi.
"Cama Uncle Guntur. Cama Bi Neng. Cama Mommy juja." jawab Kevin jujur.
"Mommy? Mana Mommy Kevin? Uncle gak lihat?" Dio celingukan mencari keberadaan Mommy anak tampan ini.
Di sisi lain Guntur yang mulai gelisah. Bagaimana kalau Ayu tiba-tiba datang dan akhirnya Dio dan Ayu bertemu lagi? Bagaimana kalau Dio akhirnya akan mengambil Kevin dari sisi Ayu? Bisa gila Ayu kalau sampai kehilangan Kevin.
Tapi Guntur tak tega memisahkan ayah dan anak yang baru pertama kali ketemu ini. Mungkin karena ikatan darah, mereka sudah saling dekat walau baru pertama bertemu. Akhirnya Guntur mendiamkan saja Dio dan Kevin yang tertawa bersama.
"Kamu sama siapa kesini io?" tanya Guntur tak kuasa menahan rasa penasaran kenapa Dio bisa ada di tempat ini dari sekian banyak tempat di Indonesia.
"He..he.. iya... sempit." jawab Guntur sambil matanya melirik ke arah parkiran mobil. Kekhawatirannya datang lagi. Ayu baru saja sampai di parkiran. Guntur memutar otak bagaimana caranya agar Ayu dan Dio jangan sampai bertemu. Bisa sia-sia usaha pdktnya dengan Ayu 3 tahun ini.
Guntur melihat Ayu baru saja keluar dari mobil dengan membawa plastik berisi diapers.
Ayu gak boleh ketemu Dio nih. Tapi gimana cara ngusir Dio pergi? Mana Dio lagi asyik-asyiknya lagi becanda sama Kevin. Huft. - Guntur.
Guntur akhirnya bernafas lega ketika salah seorang anak buah Dio datang.
"Bos. Ampun deh kabur-kaburan melulu. Ayo kita mau foto-foto nih." Yono datang dan langsung memaksa Dio mengikutinya.
"Iya." Dio pun menyerahkan Kevin ke Bi Neneng. "Uncle pergi dulu ya. Nanti Uncle kirimin jam stegosaurus buat Kevin ya."
"Iya, Uncle. Dadah."
"Tur. Aku duluan ya." pamit Dio yang tangannya terus ditarik Yono.
"Iya, io." Huft.... Akhirnya Guntur bisa bernafas lega. Setelah Dio menghilang.
"Mommy." teriak Kevin ketika melihat Ayu datang.
"Apa Sayang?" Ayu pun langsung menggendong anaknya dan memberikan plastik diapers pada Bi Neneng.
__ADS_1
"Mommy...Mommy... tadi aku digendong Uncle Ganteng dong." Kevin mulai bercerita pada Ayu.
"Uncle ganteng?" Ayu menatap Guntur dengan pandangan meminta jawaban.
Guntur memang ganteng tapi Kevin gak pernah memujinya ganteng. Siapa yang lebih ganteng dari Guntur selain Dio? Ayu menggelengkan kepalanya. Gak mungkin Dio. Jangan mikirin Dio lagi. - Ayu.
"Oh. Itu tadi ada temen aku Yu. Kebetulan lagi kesini." Guntur memberi alasan pada Ayu agar Ayu tidak curiga.
"Mommy.... Tadi Uncle katanya mau beliin Kev jam stegosaulus. Baik deh Unclenya."
"Oh. Baik ya. Kevin suka sama Uncle Gantengnya?" Ayu pun menanggapi ucapan Kevin.
"Cuca. Uncle ganteng." Ayu tersenyum. Baru kali ini anaknya menyukai seseorang selain Guntur.
Ayu melihat wajah Guntur yang pucat pasi. "Kamu kenapa Tur? Kamu sakit? Kok muka kamu pucat sih?"
"Aku gak apa-apa kok, Yu."
"Beneran? Atau kita pulang aja? Daripada kamu tambah sakit." Ayu mulai mengkhawatirkan keadaan Guntur. Gak biasanya Guntur sampai pucat pasi seperti habis melihat hantu begitu.
"Hmm... mungkin karena aku lapar kali ya. Kita makan di restoran kemarin aja ya." Guntur pun menghampiri Kevin. "Kevin mau lihat ikan kayak kemarin gak?"
"Mauuuu.... " Kevin langsung menghambur ke pelukan Guntur.
"Oke. Kita makan ikan lagi ya." Guntur akhirnya benar-benar bernafas lega. Ia membawa Ayu dan Kevin meninggalkan tempat dimana Dio sedang rekreasi dengan karyawannya. Seutas senyum terukir di wajahnya.
"Kev. Uncle Guntur ganteng juga gak?" tanya Guntur pada Kevin.
"Enggak. Gantengan Uncle baik tadi. Uncle Guntur jeyek."
Uhuk...uhuk.. Ayu yang sedang minum air mineral sampai tersedak mendengar perkataan anaknya.
"Kev... Jangan bilang gitu. Gak sopan." omel Ayu.
"Biarin Yu.... Mungkin dimata Kevin aku jelek... Hiks..." hancur sudah kepercayaan diri Guntur dalam sekejap. Luluh lantak oleh perkataan Kevin.
Kenapa nih anak mirip banget kakeknya sih? omongannya yang pedes juga mirip - Guntur.
"Maaf ya Tur. Gak usah kamu pikirin. Namanya juga omongan anak kecil." Ayu berusaha membesarkan hati Guntur.
"Justru karena omongan anak kecik itu jujur Yu makanya aku jadi kepikiran. Ah makin lapar aku. Aku mau pesan makan yang banyak ah." membayangkan lezatnya ikan bakar membuat Guntur semangat lagi. Ia pun mengemudikan mobilnya menuju restoran.
Dio baru saja kembali ke tempat Guntur tadi berada. Ternyata Guntur sudah pergi. Padahal Ia baru saja membawa jam tangan bergambar Stegosaurus. Ternyata ada yang jual di toko souvenir. Ah sayang sekali Ia tidak bertemu Kevin si anak lucu itu. Dio pun menyimpan jam tangan yang baru dibelinya tersebut. Dio berjanji akan membawanya saat main ke tempat Guntur hari senin besok.
⚘⚘⚘⚘Kecewa ya belum ketemu? Udah ketemu kok Dio sama Kevin. Tapi sama Ayu belum? ya sabar cintaku. Makan aja kalau kecepetan bisa keselek. Ceritanya juga kalau kecepetan jadi gak seru. Nikmatin aja oke. Sambil baca jangan lupa like dan vote, gratis kok. Vote yang banyak ya. Maacih. 😘😘😘😘⚘⚘⚘ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1