Namaku Ayu

Namaku Ayu
Bab 65


__ADS_3

POV Author


Setelah berdiam diri cukup lama Dio menyalakan kembali mobil Sheila. Ia menginjak gas dan langsung membawa mobil tersebut masuk jalan toll.


"Kita mau kemana?" tanya Sheila pada akhirnya. Ia tidak suka kebisuan diantara mereka.


Dio hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Sheila. Pikirannya terus berkecamuk. Memikirkan dan mempertimbangkan segala keputusan yang akan Ia ambil kelak.


"Aku bicara sama kamu, io!"


Masih tak ada tanggapan.


"Kalau gak mau bicara aku lompat dari mobil!" ancaman Sheila kali ini membuat Dio bergeming.


"Biarkan aku konsentrasi menyetir. Aku gak mau membahayakan keselamatan kita berdua!" jawab Dio datar.


"Ya kamu jawab dulu kita mau kemana?!"


"Lihat saja sendiri nanti." Dio menyalakan musik dari radio di mobil Sheila. Ia kembali konsen mengemudi. Tak Ia hiraukan gerutuan Sheila sejak tadi. Ia masih menimbang-nimbang keputusan yang akan Ia ambil.


******


Ayu merasa gelisah sejak tadi. Dio tak kunjung pulang. Sudah jam 10 malam. Semua karyawan sudah pulang. Mama Lia pun sudah pulang tak lama setelah Dio pergi.


Mama Lia terus menyemangati Ayu agar tidak berkecil hati. Tak lupa Mama mengingatkan Ayu untuk meminum vitaminnya dan makan teratur.


Rumah terasa amat sepi dan kosong. Ayu bukanlah tipe wanita penakut. Ia tak percaya dengan hantu. Ayu lebih takut dengan rasa kesepian yang akan melanda dirinya. Apa jadinya hidupnya kelak jika ternyata Dio tak memilih dirinya? Haruskah Ia tinggal kembali di rumah orang tuanya?


Apa yang akan Ia katakan pada Papanya kelak? Ia sudah cukup menorehkan malu di wajah orang tuanya karena melakukan one night stand dengan Dio. Apa Ia masih punya muka untuk kembali ke rumah orang tuanya kelak setelah Dio akhirnya mencampakkannya?


Butiran hangat air mata kembali menetes membasahi wajah cantiknya. Wajah yang cantik alami tanpa operasi plastik dan filler segala macamnya. Ia hanya perawatan di klinik kecantikan dan sudah berhenti sejak menikah dengan Dio. Sekarang Ia hamil dan tak mungkin perawatan wajah lagi karena terlalu riskan bagi ibu hamil.


Ayu menyalakan radio dari Hp miliknya. Tanpa Ia tahu disisi lain Dio pun mendengarkan saluran radio yang sama dengannya. Sebuah lagu mengalun menambah perih hatinya.


🎢 I'm jealous of the rain


That falls upon your skin


It's closer than my hands have been


I'm jealous of the rain


I'm jealous of the wind


That ripples through your clothes


It's closer than your shadow


Oh, I'm jealous of the wind


'Cause I wished you the best of


All this world could give

__ADS_1


And I told you when you left me


There's nothing to forgive


But I always thought you'd come back, tell me all you found was


Heartbreak and misery


It's hard for me to say, I'm jealous of the way


You're happy without me


I'm jealous of the nights


That I don't spend with you


I'm wondering who you lay next to


Oh, I'm jealous of the nights


I'm jealous of the love


Love that was in here


Gone for someone else to share


Oh, I'm jealous of the love


'Cause I wished you the best of


-Jealous by Labrinth-


Ya, rasa cemburu menguasai diri Ayu. Ia yang selama ini selalu bersama dengan Dio melewati hari-hari bahkan di saat tersulit sekalipun. Tapi melihat Dio hari ini pergi menarik tangan Sheila membuat dadanya sakit.


Ayu tidak merasa sesakit ini. Hubungannya dengan Dewa dulu tak pernah Ia merasa cemburu. Justru Ayu yang selalu dicemburui Dewa. Ia merasakan bagaimana rasa sakit Dewa saat Ia akhirnya menikahi Dio. Sakit tapi tidak berdarah. Dan tak ada obat dokter yang akan mengobatinya.


Udara dingin mulai memasuki kamar Ayu. Ia berjalan menuju jendela dan melihat di luar hujan turun dengan derasnya. Pikiran buruk mulai mengusik dirinya. Udara dingin dan hujan memang amat cocok jika Dio dan Sheila langsung check in di hotel.


Ayu tak pernah tahu kalau selama ini Dio dan Sheila tak pernah melakukan sex before meried. Dio hanya melakukannya dengan dirinya seorang. Dan malam saat mereka bertemu 6 bulan lalu adalah pertama kalinya Dio melakukan hal tersebut.


Gak ada yang akan percaya kalau cowok ganteng seperti Dio akan menjaga kesuciannya sampai Ia menikah nanti. Orang akan berpikir dengan wajah tampan bisa mendapatkan wanita manapun yang Ia mau. Dio gak seperti itu. Dan kali ini Ayu berpikiran buruk tentangnya.


Ingin rasanya Ayu membanting seluruh perabotan di rumah untuk meluapkan amarahnya, namun Ia ingat betapa Dio bersusah payah membeli dengan jerih payahnya selama ini.


Sebuah kilat menyambar mengagetkan Ayu. Ia berjalan menjauhi jendela dan menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut. Menangis sekencangnya sampai akhirnya Ia jatuh tertidur karena lelah.


*****


Dio menyetir semalaman. Berputar-putar mengelilingi Jakarta bahkan sampai ke Bandung lalu berputar-putar kembali dan akhirnya balik lagi ke Jakarta.


Sheila sudah tertidur lelap di sampingnya. Sudah lelah Ia bertanya akan dibawa kemana oleh Dio. Sudah lelah Ia marah-marah. Saat rasa kantuk tak kuasa Ia tahan lagi maka lebih baik Ia tidur.


Dio melirik wanita cantik di sebelahnya. Wanita yang sudah 7 tahun menjalin hubungan dengannya. Wanita yang dulu amat Ia kagumi karena kelembutannya. Wanita tersebut sudah berubah. Sudah tak selembut dan seanggun dulu. Entah apa yang sudah merubahnya. Apa mungkin karena dirinya?

__ADS_1


Dio akhirnya menepikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah. Rumah dengan halaman luas dan beberapa mobil mewah terparkir didalamnya. Dio mematikan mesin mobil.


Ia melepas seat beltnya. Memandang kembali kekasih hatinya yang amat Ia cintai. Ia merapihkan rambut yang menjuntai menutupi wajah cantik kekasihnya. Ia mencium kening Sheila, membuat Sheila terbangun dan melihat Dio berada amat dekat dengannya.


Dio kembali menatap ke depan. Hujan amat deras. Dio mematikan suara radio yang sejak tadi menemani perjalanannya.


Sheila terduduk tegak, memperhatikan keadaan sekitar. "Kita udah sampai depan rumahku?"


Dio mengangguk.


"Mau masuk? Di luar hujan. Minum kopi dulu." Sheila hendak membuka pintu mobil namun Dio tak membuka kuncinya.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu La."


"Apa? Aku udah nunggu kamu ngomong dari tadi tapi kamu diam saja." gerutu Sheila.


Dio menatap lurus ke dalam mata Sheila. Ia sudah mengumpulkan keberaniannya setelah mengitari jalanan puluhan kilometer jauhnya. Ia sudah membulatkan tekadnya.


"Kita putus saja, La."


Sheila diam. Tak lama Sheila tertawa menganggap Dio sedang membuat lelucon dengannya. "Jangan bercanda, io. Its not April Mop you know?"


"Aku gak bercanda, La."


"Huh. Its not funny anymore. Kamu mau putusin aku demi wanita itu?"


Dio mengangguk. "Lebih tepatnya demi Ayu dan calon anakku."


"Kalau hanya demi anak, ayo kita buat malam ini. Aku akan mengandung 5 bahkan selusin anak kamu. It's non sense. Kamu cuma beralasan demi anak. Padahal kamu cinta kan sama wanita itu?" Sheila mulai mengamuk.


"La, aku minta maaf. Aku tahu semakin lama aku membuat keputusan akan menyakiti kalian berdua. Aku udah mutusin La. Lebih baik aku mengakhiri hubungan kita berdua. Aku gak mau kamu semakin tersakiti. Aku sudah milik orang lain La."


"Memangnya kamu gak nyakitin aku saat kamu mutusin aku? Kamu lebih memilih wanita itu dibanding aku saja sudah menyakitkan, io. Ini kamu malah mutusin aku demi dia? Gak. Gak bisa begitu."


"Maaf, La. Maafin aku. Aku mau kita putus baik-baik. Maaf, La." Dio membuka pintu mobil dan berjalan keluar.


"Enggak, io. Kamu gak boleh gituin aku!"


Sheila pun menyusul Dio yang berjalan di tengah hujan. Sheila menarik tangan Dio dan langsung menamparnya kembali.


Plak.


Dio memegangi pipinya yang sudah dua kali kena tampar dalam satu hari. "Tampar aku lagi La kalau itu bisa membuat kamu melepaskan dan memaafkan aku." Dio memasrahkan pipinya untuk kena tamparan lagi.


Sheila sudah mengangkat tangannya hendak menampar Dio kembali namun Ia urungkan. Ia mengepal tangannya penuh amarah. Dibawah derasnya air hujan Dio tak tahu seberapa derasnya air mata Sheila yang mengalir bersamaan dengan rintik hujan yang turun.


"Aku gak akan tinggal diam. Aku gak terima diperlakukan begini sama kamu. Lihat saja nanti!" Sheila berbalik masuk ke dalam rumahnya. Meninggalkan Dio dengan tatapan nanar.


Dio berjalan gontai meninggalkan rumah Sheila. Ia sudah memutuskan hubungan dengan satu-satunya wanita yang Ia cintai sejak dulu. Usai sudah kisah cintanya.


🎢 Kini harus aku lewati sepi hariku tanpa dirimu lagi...Biarkan kini kuberdiri... melawan waktu... tuk melupakanmu... walau... sedih hati... namun aku bertahan....🎢


Musik Glenn Fredly mengalun di dalam taksi yang mengantar Dio pulang. Lagu yang sangat sesuai dengan keadaan Dio saat ini.

__ADS_1


⚘⚘⚘⚘⚘ Siapa yang mewek? Siapa yang bacanya sambil nyanyi-nyanyi? Siapa yang belum vote dan like? Hayoooo ketauan ya???? Ayo vote dan like dong⚘⚘⚘⚘


__ADS_2