
" Tadi,Adit dengar samar-samar kalau Papa ingin mengusut kasus kecelakaan Bella?."tanya Aditya memandang sang Papa yang masih gagah di usianya yang tidak muda lagi.
" Iya,Papa juga sudah meminta bantuan kepada teman Papa yang bekerja di kepolisian.Papa nggak terima pengendara itu main kabur aja,dia harus mendapatkan balasannya." ucap Papa Surya
Aditya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Papa Surya.Aditya juga penasaran siapa pelaku yang menabrak Bella.Dan Aditya juga setuju kalau pelaku penabrakan terhadap Bella harus mendapatkan balasannya,kalau perlu Aditya akan menghajarnya habis-habisan.
" Dit..." suara parau Bella.
Aditya yang tengah berbincang-bincang dengan para orang tua, langsung bangkit menghampiri Bella." Kenapa,hem?."tanya Aditya lembut.
" Aku pengen pipis,"
" Oh..."
Aditya membantu Bella duduk di kasur,lalu Aditya mengangkat Bella dan membawanya ke dalam kamar mandi.Aditya menurunkan Bella pelan-pelan dan membantu Bella menurunkan celana beserta ********** lalu membantu mendudukkannya di closet.
" Sudah sana keluar dulu.." suruh Bella.Tapi Aditya tak menggubris ucapan Bella, Aditya tetap berdiri di depannya.
" Aku nggak akan keluar,"
"Tapi aku risih jika kemu berada di sini."
" Kenapa harus risih, biasanya kalau tanpa busana biasa aja."Keukeh Aditya.
" Ish...". terpaksa Bella pipis di perhatikan Aditya,walau sebenarnya nggak nyaman di lihatin begitu intens sama Aditya.
" Sudah selesai"tanya Aditya.
Bella hanya mengangguk," Sini biar aku saja yang membasuhnya."tukas Aditya yang langsung mengambil kran di samping closet.
" Eh, nggak usah."larang Bella tegas dan juga malu,masa iya Bella membiarkan Aditya membasuh **** ************* yang habis pipis.
__ADS_1
" Shiit,diam saja.Jangan banyak bicara."pinta Aditya.
Aditya langsung membasuh **** ********** Bella,tanpa dia duga ada bagian tubuhnya yang mulai terbangun akibat Aditya menyentuh area sensitif Bella.
Dengan susah payah Aditya menahan libido nya,dia nggak mungkin melakukan hubungan intim dengan Bella yang notabenenya habis mengalami keguguran.
Selesai membersihkan area sensitif Bella,Aditya menaikkan lagi celana Bella.Setelah itu Aditya mengangkat tubuh Bella kembali ke ranjangnya dan mendudukkannya.
" Adit,Bella Mama sama Papa pulang dulu ya,besok Mama ke sini lagi menemani Bella."tutur Mama Dina seraya mengelus kepala Bella dengan sayang.
" Iya,Ma.."Bella menarik tangan Mama Dina lalu mencium punggung tangan mertuanya itu.
" Kamu jaga Bella dengan baik-baik."perintah Mama Dina kepada Aditya.
" Ya Ma.Adit pasti akan selalu menjaga Bella dua puluh empat jam."seraya mengacungkan ibu jarinya.
Kini tinggallah Aditya dan Bella di ruangan itu,para orang tua memilih pulang."Sekarang kamu makan ya."pinta Aditya.
" Baik tuan putri.."seraya membungkukkan badannya, Aditya mengambil makanannya yang sudah di siapkan untuk Bella.
" Sekarang buka mulutnya..."ucap Aditya.Bella pun patuh dengan ucapan Aditya.Tanpa terasa semua makanannya sudah berpindah ke perut Bella.
Waktu terus bergulir semakin larut tapi Bella malah asik menonton drama Korea di hapenya.Aditya sudah berulang kali mengingatkan Bella untuk segera tidur tapi Bella tak mengindahkan omongan Aditya.
Aditya mendengus samar melihat Bella yang masih betah memandangi gawainya.Aditya melangkah menghampiri Bella dan merebut hape dari tangan Bella.
" Adit...aku belum selesai nontonnya.."rengekkan Bella.
" Nggak, Sekarang waktunya kamu istirahat.Ini sudah larut."tegas Aditya yang di sambut Bella dengan mengerucutkan bibirnya.
" Baiklah,aku tidur tapi temani aku disini."pinta Bella seraya memasang puppy eyes andalannya.
__ADS_1
" Iya,,,"
Aditya naik ke pembaringan di samping Bella,Bella langsung memiringkan badannya menghadap Aditya dan menghirup tubuh Aditya yang sudah menjadi candunya.Aditya merengkuh tubuh Bella dan mengelus punggung Bella.
"Sekarang cepatlah tidur,"suruh Aditya.
"Hmm..."Bella memejamkan matanya untuk menjemput sang mimpi.
Kurang lebih dari tiga puluh menit Bella sudah terlelap dalam tidurnya.Dengan gerakan sepelan mungkin,Aditya menarik tangannya yang menjadi bantal Bella.
" Semoga mimpi indah sayang."Aditya mengecup dahi Bella dan bibir Bella.
Aditya mengambil hapenya yang berada di atas nakas lalu mencari nomor Sigit dan menelponnya.
Di deringan ke tiga Sigit mengangkat telpon dari Aditya.
" Ya,halo Dit."sapa Sigit di sebrang telpon
"Aku mau nanya soal waktu itu kita bicarakan,apa sudah kamu kerjakan ,Git."cetus Aditya sembari melangkah ke sofa panjang lalu menjatuhkan bokongnya
" Oh,soal itu.Sudah Dit,kamu tenang saja.Aku sama Bang Edo sedang mengurusnya."sahut Sigit.
" Ok,aku percayakan sama kamu,Git.Mudah-mudahan dalam waktu dekat cepat terselesaikan."
" Ya.. pokoknya gue selalu ada buat kamu,Dit."
" Ya sudah,aku tutup telponnya ya."ucap Aditya yang langsung memutuskan sambungan telponnya.
Aditya bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Bella yang tengah tertidur.Aditya merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar rawat Bella.
Aditya berencana akan membuat usaha kecil-kecilan yang saat ini tengah di kerjakan oleh Sigit.Aditya ingin menafkahi Bella dengan hasil keringatnya sendiri tanpa bantuan kedua orang tuanya,sebagai seorang suami sudah sepatutnya Aditya memberi nafkah lahir.
__ADS_1
Semoga harapannya segera terwujud dan menjadi suami yang bisa memberikan kebahagian untuk keluarga kecilnya.Tidak lama Aditya pun menyusul Bella menjemput sang mimpi.