Nikah Muda

Nikah Muda
Yang akan selalu ada di hati


__ADS_3

Hari ini Bella sudah di izinkan pulang karena kondisinya sudah lebih baik,meski tadi pagi Bella mengalami morning sickness tapi semua asupan yang Bella makan tidak membuat Bella mual hanya ada rasa pusing yang Bella alami.


Saat ini Bella tengah tersenyum sembari memandangi handphonenya, sehingga membuat Aditya kepo.


"Dari tadi senyum-senyum terus, kenapa?"tanya Aditya.


"Lagi chatting sama Risa,aku jadi kangen sama dia,"kata Bella yang begitu merindukan sahabatnya itu.


"Risa bilang akhir Minggu ini Daniel akan melamarnya dan kita di suruh datang ke acara lamarannya Risa."cetus Bella memandang wajah teduh Aditya, wajah yang selalu mampu membuatnya meleleh akan pesonanya.


"Syukur deh kalau begitu,itu tandanya si Daniel memang tidak mempermainkan Risa."Tukas Aditya.


"Memangnya kenapa dengan Daniel?"tanya Bella penasaran dan memandang lekat wajah suaminya.


Aditya mendekati Bella dan duduk di brankar lalu menggenggam tangan Bella.


"Daniel itu dulu adalah mantan sugar daddy nya Nanda."cetus Aditya seraya mengusap punggung tangan Bella.


Bella mengernyitkan dahinya dan memandang bingung wajah Aditya.


"Hubby tau dari mana?"tanya Bella bingung.


"Taulah,soalnya mantannya Nanda adalah temanku ,tepatnya teman nongkrong.Nanda dan Daniel ketahuan sama temanku,mereka lagi bercinta di rumahnya Nanda saat semua penghuni rumah Nanda lagi pada pergi.Pada saat itulah temanku datang ingin mengajak Nanda kencan,eh taunya lagi bercumbu mesra sama lelaki lain.Bahkan adegan mereka yang sedang bercinta di rekam sama temanku."ungkap Aditya menatap netra Bella.


"Setelah itu,temanku meminta tolong membantu dia menghajar Daniel dan dari situ aku tau si Daniel."sambung Aditya.


Bella yang mendengarkan penjelasan hanya manggut-manggut dan menatap serius wajah Aditya tapi sedetik kemudian Bella memicingkan matanya dan sedikit memajukan wajahnya.


"Apa jangan-jangan kamu juga kaya gitu."ucap Bella curiga.

__ADS_1


Aditya menyentil dahi Bella,"Aaww..."ringis Bella seraya mengusap dahinya yang di sentil oleh Aditya.Bella mencebikan bibirnya menatap Aditya kesal.


"Kamu tuh aneh-aneh saja, ngapain aku punya sugar baby!"tukas Aditya seraya menggeleng kepalanya.


"Siapa tau,tapi awas saja kalau kamu punya selingkuhan aku bakal potong si leher angsamu itu."ucap Bell sembari telunjuknya dia angkat ke wajah Aditya dengan tatapan tajam.


Aditya langsung menggenggam telunjuk Bella dengan pandangan teduh dan lembut.


"Aku nggak punya perempuan lain selain kamu dan hanya kamu yang bisa membuat aku jatuh cinta dan hanya kamu yang mampu membuat si leher angsaku mengepakkan sayapnya di sangkar emas kamu."goda Aditya


"Cih..."Bella melengos kan wajahnya berusaha menutupi wajahnya yang mulai merona.


"Aku serius..."


Aditya menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Bella."Hanya kamu yang akan ada di hatiku sampai maut memisahkan kita dan hanya kamu perempuan yang paling aku cintai di dalam hidupku,hanya kamu yang pertama kali membuat aku jatuh cinta dan merasakan indahnya hidup ini dan hanya kamu aku ingin melewati masa tuaku bersamamu serta anak-anak kita.Aku cinta kamu wahai istriku yang paling cantik yang aku miliki seumur hidupku,hanya kamu wanita satu-satunya di dalam hidupku my wife..."


Jleb


Dan hal itu justru membuat si leher angsanya menggeliat minta masuk ke sangkarnya.Aditya menghentikan ciumannya,dia tak mau melanjutkan nya lagi takut tak mampu menahan diri sebab saat ini mereka masih berada di rumah sakit.Aditya menempelkan dahinya ke dahi Bella dengan nafas yang mulai memburu.


"By..."lirih Bella.


Aditya menjauhi wajah Bella dan menatap wajah cantik Bella"Kenapa?"tanya Aditya lembut.


Bella langsung memeluk Aditya yang selalu membuat Bella merasa nyaman dan hangat jika berada di pelukan Aditya,suami yang paling di cintainya itu.


"Terima kasih sudah begitu mencintaiku dengan segenap ragamu.Kamu juga mampu membuat aku selalu nyaman bila berada di sampingku.Aku hanya ingin kamu yang pertama dan terakhir di dalam hidupku,aku sangat sayang kamu By juga anak-anak kita."Bella mencium dada Aditya.


Aditya tersenyum sembari mencium pucuk kepala Bella dan semakin merengkuh tubuh Bella,mereka berdua hanyut dalam pelukan dan saling berbagi kehangatan yang mereka ciptakan bersama,bahkan Bella tak ingin melepaskan diri dari pelukan Aditya yang selalu membuatnya nyaman.

__ADS_1


"Ayo, sekarang kita siap-siap.Katanya kamu ingin cepat pulang ke rumah."celetuk Aditya yang mulai melonggarkan pelukannya.


Dengan berat hati Bella melepaskan pelukannya dari Aditya dan mengangguk pelan.Aditya tersenyum lebar sembari mengacak-acak rambut Bella dengan gemas.


"Nanti kita lanjutkan di kamar kita tepatnya di ranjang kita yang selalu menghangatkan tubuh kita ."Aditya mengedipkan sebelah matanya menggoda Bella.


Bella tersipu dengan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus, dengan gemas Aditya menjawil dagu Bella dan mencium salah satu pipi chubby Bella.


"Aku harus membereskan barang-barang kita dulu."ucapnya melangkah meninggalkan Bella di brankar.


Saat sedang membereskan barang bawaannya, Bunda datang untuk menjemput mereka berdua setelah selesai mengurus administrasi rumah sakit.


"Apa sudah beres?"tanya Bunda Ratna kepada Aditya.


"Sedikit lagi Bun..."sahut Aditya sambil melangkah mengambil barang yang belum masuk ke tas.


"Giman keadaan kamu,nak?.Apa masih pusing?"cecar Bunda Ratna.


"Kalau pusing masih,tapi mualnya nggak terlalu parah Kayak kemarin-kemarin."Timpal Bella.


"Sudah selesai,ayo kita pulang "seloroh Aditya sembari menenteng tas.


Bella turun dari brankar di bantu Bunda dan mereka semua keluar beriringan.Bella menggandeng tangan Bunda,tangan yang selalu memberinya kasih sayang yang sangat melimpah untuk Bella.Tangan yang selalu ada untuk Bella butuhkan.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Jangan lupa mampir ke novel baruku ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like,karena like dari kalian adalah sebuah bentuk apresiasi untuk othor.

__ADS_1


Salam sayang๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜



__ADS_2