
Matahari mulai memancarkan sinarnya dari ufuk timur, menyapa semua mahluk hidup di muka bumi ini.Aditya yang tidur telungkup menggeliat dan meraba sisi tempat tidur mencari keberadaan sang istri tercinta, kosong.Aditya mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang,dia tersenyum mengingat kejadian semalam.Dimana Bella menginginkannya terlebih dahulu dan juga Bella lah yang mengendalikan permainan panas mereka.
Ceklek
Pintu di buka oleh Bella dan Bella tersenyum menatap Aditya yang masih berada di atas ranjang.
"Pagi sayang..."sapa Aditya dengan suara khas bangun tidur.
"Pagi juga,cepat mandi bukannya hari ini kita harus menghadiri acara lamaran Risa."seloroh Bella.
"Hampir saja aku lupa."cetus Aditya.
Aditya menyibakkan selimutnya,melangkah ke arah Bella lalu mencium pipi chubby Bella dan melenggang masuk ke kamar mandi tanpa sehelai benang.Bella menggelengkan kepalanya lalu Bella membereskan tempat tidurnya, setelah itu menyiapkan pakaian untuk Aditya.
***
"Risa..."teriak Bella saat berjumpa dengan Risa di kamar Risa.Mereka saling peluk dan meluapkan kerinduan di antara mereka.
"Gimana kabar kamu?"tanya Risa yang sudah sangat cantik dengan balutan kebaya abu-abu.
"Baik tapi aku kangen..."manja Bella kepada Risa.
"Dasar bumil..."Risa menjawil pipi chubby Bella.
"Aku baru tersadar, ternyata kamu cantik juga jika di make up,"ejek Bella.
"Ck,aku kan sudah cantik dari dulu."balas Risa mencebikan bibirnya.
Bella tertawa begitupun juga Risa."Bagaimana kabar keponakanku ini."ucap Risa seraya mengelus perut Bella.
"Kami baik aunty..."sahut Bella.
"Sayang,ayo.Nak Daniel dan rombongannya sudah tiba,"ucap Mamanya Risa.
"Iya Ma.."
__ADS_1
""Ayo,aku temenin.."ajak Bella dan Risa bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamarnya.
Daniel tersenyum melihat Risa yang di dampingi oleh Bella,bahkan Bella pun tak kalah cantik.Risa duduk di samping Mama dan papanya.Senyuman Risa terus mengembang saking bahagianya bisa di lamar sama pujaan hatinya.
Hingga tiba di inti acaranya yaitu tukar cincin, Risa dan Daniel sudah memasang cincin pertunangan di jari masing-masing,sehingga membuat Bella terharu bahagia.
"By..aku kok ingin nangis sih..."celetuk Bella yang sudah berkaca-kaca.
Aditya mengelus punggung Bella,entah kenapa hati Bella gampang tersentuh.Bella menyenderkan kepalanya di bahu Aditya sembari menautkan jemarinya ke jemari Aditya.
"By.."
"Kenapa sayang?"sahut Aditya sembari mencium pucuk kepala Bella.
"Aku juga pengen merasakan seperti Risa,di lamar sama orang yang kita cintai tapi apalah daya kita tidak bisa merasakan apa yang Risa rasakan."ungkap Bella.
"Maafin aku, seandainya waktu itu aku tidak tergoda bujuk rayu setan.Aku pasti akan melamar kamu seperti Risa."tutur Aditya dengan rasa sesal karena menikahi Bella secara mendadak bahkan tanpa persiapan.
"Nggak apa-apa,yang jelas aku sangat bahagia hidup sama kamu,i love you Hubby."Bella mencium pipinya Aditya.
"Ayo kita temui Risa dan kak Daniel,"ajak Bella sembari menarik tangan Aditya.
Bella dan Aditya menghampiri Risa dan Daniel yang sedang berfoto,"Ris...selamat ya, akhirnya Sekarang kamu sudah mendapatkan pujaan hati kamu yang akan siap menjaga kamu."ucap Bella sembari memeluk Risa.
"Terima kasih Bell.Doakan semoga berjalan lancar sampai hari H."sahut Risa.
"Pasti itu mah, ngomong-ngomong acar pernikahannya sudah di tentukan belum?, soalnya tadi para sesepuh nggak ada yang bilang kapan tanggal pernikahan kalian."tanya Bella.
"Belum,nanti aku kabarin kamu kalau sudah dapat tanggal yang pas."sambung Risa.
"Ok,aku tunggu undangannya."timpal Bella.
"Bell,Dit.Maaf aku tinggal dulu,kita mau lanjut menemui keluarganya Mas Daniel dulu."pamit Risa.
"Iya, silahkan"sahut Aditya.
__ADS_1
"By,pulang yuk.aku sudah capek."pinta Bella.
Semenjak hamil,Bella mudah lelah dan gampang capek.Meski tak ngapain-ngapain.
"Ya sudah,ayo kita pulang."
Aditya dan Bella meninggalkan acara lamaran Risa dan Daniel meski acaranya belum selesai.Setelah menjalankan mobilnya beberapa saat,Bella langsung tertidur karena kelelahan.
Kini mobil yang di kendarai oleh Aditya sudah tiba di rumah,Aditya tak tega membangunkan Bella.Aditya membuka pintu mobilnya dan membopong Bella ala bridal style,Aditya menutup mobilnya dengan kaki kanannya lalu membawa Bella ke kamar.
Aditya merebahkan tubuh Bella secara perlahan,lalu Aditya membuka sepatu Bella setelah itu menyelimuti tubuh Bella.Aditya mengganti pakaiannya dengan pakaian santai lalu turun ke bawah menuju ke dapur untuk mengambil air minum karena Bella kalau bangun tidur langsung minum.
"Dit.."panggil Bunda.
"Iya Bun, kenapa?"tanya Aditya yang sudah mengisi air di gelasnya.
"Bella mana?kok nggak kelihatan?.
"Bella tidur Bun,dia kelelahan habis dari acara lamaran Risa."ujar Aditya.
"Nanti kamu kasihin paper bag ini ke Bella."titah Bunda Ratna.
"Ya...Adit ke kamar dulu Bun."
Bunda mengangguk dan Aditya kembali ke kamar dan meletakkan gelas di atas nakas.Aditya naik ke kasur untuk bergabung dengan Bella.Aditya memandangi wajah damai Bella seraya menyelipkan rambut Bella ke belakang telinga Bella.
Aku janji akan mengabulkan keinginanmu,maaf karena aku merusak masa depan kamu waktu itu.
Aditya memeluk Bella dan mengingat kesalahannya yang merenggut kehormatan Bella,meski Bella juga ikut andil tapi kalau saja Aditya bisa menahannya maka Aditya akan melamar Bella secara romantis dan juga merancang pernikahan yang di inginkan Bella.
Andai waktu bisa di putar ke masa lalu,maka aku tak akan melakukannya.Maafin aku sayang,di usia kamu yang masih muda harus menerima kehamilan itu meski buah hati kita sudah tenang di alam sana.
_____
Jangan ketinggalan like nya.
__ADS_1